Manicure yuk!

Dewi Aichi – Brazil

Manicure, bisa dikatakan perawatan kuku. Kalau dari sudut pandang pak DJ, pasti itu nail art..ya ngga pak? Aku suka sekali menicure. Kalau habis manicure, rasanya ngga mau pegang sapu, ngga mau nyuci piring, ngga mau ngapa-ngapain deh he he..takut rugi, udah bayar buat manicure, nyampai rumah harus ngepel….ancur deh kuku.

Tapi ngga begitu kok, aku biasanya kalau manicure cuma bersihin cuticula saja, jadi tidak harus pakai nail polish. Sekarang kan banyak di rumah, jadi ngga perlu-perlu banget pakai nail polish. Beberapa kali aku ke salon di Indonesia untuk manicure dan pedicure, tapi sangat beda dengan di Brazil. Kalau di Indonesia, menurut pengalaman aku, saat manicure dan pedicure, kebanyakan dipijat . Ngga masalah sih, karena memang enak sekali di pijat. Selain dipijat, dibersihin, dirapiin kukunya. Kemudian dicat.

Di Brazil prosesnya lebih lama, untuk membersihkan cuticulanya saja bisa 1 jam lebih. Tapi hasilnya sangat rapi, dan indah. Belum proses pengecatan, dan pengeringan. Pernah lihat di tv swasta di Indonesia, di Jakarta ada sebuah salon, tapi milik orang Spanyol, prosesnya hampir sama dengan di Brasil, tapi yang masuk ke salon itu kebanyakan selebritis Indonesia.

Untuk menjadi profesional dalam hal menicure dan pedicure perlu mengikuti kursus ketrampilan. Di Brazil banyak sekali sekolah-sekolah untuk manicure dan pedicure. Malah biayanya lebih murah. Di Indonesia ada tempat kursus, tapi  menurutku mahal sekali biayanya. Untuk tingkat dasar(menicure pedicure, french menicure) selama 36 jam, biayanya mencapai Rp. 4.500.000. Tingkat professional selama 72 jam, biayanya Rp. 7.500.000. Tingkat advance selama 108 jam, biayanya mencapai rp.12.000.000. Mahal sekali ya?????Menurut temanku, ini kursus milik orang Korea, yang berada di Jakarta.

Aku sih ngga mau kursus mahal-mahal, kalau manicure pedicure sendiri sih masih okelah he he, pengen coba? Kadang-kadang saya ngajak teman yang memiliki kuku bagus untuk saya jadikan kelinci percobaan he he…mereka justru senang sekali, lha gimana ngga senang…wong gratis, ngga perlu repot-repot ke salon, bisa punya kuku indah.

Ketika masih di Jepang, saya suka iseng beli kuku imitasi, tapi buat dipasangin ke kuku teman, buat percobaan itu tadi he he. Dengan modal kuas, gel extention, nail polish, saya belajar nail extention. hasilnya ternyata ngga ngecewain kok. Kalau french manicure memang agak susah, perlu belajar melukis dulu.

Di Indonesia apakah pekerjaan sebagai manicure pedicure mempunyai peluang yang bagus? Kelihatannya kurang ramai ya? Di Brazil, untuk menicure dan pedicure, harus janji jauh sebelumnya, kalau ngga janji duluan, ngga bakal bisa, karena biasanya setiap weekend, semua salon pasti penuh. Kecuali weekday, salon agak lengang.

Meski tak selalu menjadi pusat perhatian, namun kuku menjadi nilai tambah dalam berpenampilan.Untuk itulah kuku membutuhkan perawatan yang tepat, agar terbebas dari kerusakan dan kerapuhan.Manicure dan pedicure merupakan alternatif yang tepat menurut saya.

Rawatlah kuku dengan virgin olive oil misalnya, rendam selama 10-15 menit, minimal sebulan sekali. Mengkonsumsi makanan yang kaya biotin atau vitamin B. Itu yang saya lakukan untuk merawat kuku. Silahkan mencoba!

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

5 Comments to "Manicure yuk!"

  1. Dinda  20 October, 2019 at 13:27

    Sya sangat tertarik dengan pedicure / medicure ,, tp tdk tau harus khursus d mn

  2. Lani  6 November, 2011 at 23:57

    KANG ANUUUUUUU 95 : jawabnya isooooooo……asal kuku jempol mu sing NEYENG kuwi diamplas sek wakkakaka

  3. Dian Nugraheni  6 November, 2011 at 23:25

    wehh, nek meni pedi ki seumur2 aku rung tau je, lha bar kuwi asah2 maneh, kayane eman2 deh…tapi nek kon nglukis kuku2..hayuh aja..aku suka melukissssss….ha2…

  4. Rosda  4 November, 2011 at 16:49

    DA, tetep aja aku ngeri lihat kuku yg di lukis…..seperti plastik !!

  5. anoew  4 November, 2011 at 16:41

    Kalau kuku jempol sikilku bisa di-manicure po ra Wik?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.