Memaafkan

R. Siska Perez – Somewhere

Aku selalu mengingat pesan dari orang tuaku yang mana cobalah menahan emosi dan amarahmu niscaya engkau akan selalu hidup dalam kedamaian. Pesan ini aku akan selalu ingat dalam hidupku sampai ajal menjemputku, dan aku akan kembali ke pada Tuhanku….

Ahhhh…….. aku hanya bisa menjerit dan menangis dalam kesendirianku saat aku membaca pengakuan dari sahabatku mengatakan aku bloon, oon, sableng dan semuanya aku hanya bisa diberinya oleh segala kebaikan dia dan hanya dia katanya yang selalu mengerti aku……dan hanya aku manusia yang egois person.

Tuhan aku minta maaf yang sebesarnya padamu segitunya dia menilai aku setelah kami berteman dalam suka dan duka selama hampir sekian tahun..
Aku menjerit, marah, benci dan semuanyalah tapi aku tidak tau harus berbuat apa. I’m shock. Aku baca berulang-ulang pengakuan dia itu aku tidak tau sampai berapa kali aku baca karena aku merasa aku salah liat. Air mataku jatuh tidak bisa aku bendung… aku menangis sejadi-jadinya. 
Sedih  aku berusaha untuk tidak mengingat lagi tapi kenapa ya selalu ada aja jalan aku mengingat dia. Dan kenapa?
Aku punya sahabat di mana kami dipertemukan oleh karena kami sama sama satu naungan dalam sebuah  pekerjaan. Dari seringnya bertemu dan bercerita timbulah rasa cocok dan nyambung…dimana ada aku pasti dia selalu ada sampai teman teman mengatakan kami bagai pinang dibelah kampak…
Tahun berganti tahun dan bulan berganti bulan persahabatan kami berjalan dengan pasti. Ada pertentangan, ada konflik serta ada tidak cakapannya. Karena mempertahankan pendapat masing-masing.
 
Itupun bisa kami lalui karena dengan bergulirnya waktu dan berdiam diri. Merenungi hati masing-masing. Kami kembali normal menjalani semua aktifitas dan pertemanan kami. Tapi saya rasa itu normal karena sedangkan sesama saudara kandung saja kita bisa selisih paham…

Ahh kalau ingat memori-memori jadul dulu dengannya di mana hang-out bersama. Temani dia kencan dengan pacarnya kayak aku hansip aja, begitu juga denganku yang kadang minta tolong ditemani buat PDKT dengan seseorang kadang aku senyum-senyum senang ahhh…

 
It’s sweet memory bagiku. Ohhh ia makan sebungkus nasi berdua karena sama sama lagi bokek. Dan ada lagi yang paling berkesan sama-sama bolos dari kerjaan mempertaruhkan kerjaan rela berbohong kepada atasan demi sebuah alasan hanya agar bisa date dengan cowok inceran masing masing  ha..ha..ha.ha…
 
Dan yang  terpenting yang tidak bisa aku lupakan adalah di saat dia sedih dan menangis di hadapanku aku juga sedih dan nangis buat dia. Karena sedih dia sedih aku juga karena menurutku itulah sahabat. Susah senang harus saling merasa.

Tapi saat itupun tiba aku dan dia punya masalah aku tidak tau siapa di antara kami yang egois aku kah dia kah…kami sama-sama diam membisu tidak ada yang memulai untuk menegur satu sama lain.

 
Aku bingung setelah sekian lamanya kami jalin persahabatan kenapa tidak ada yang mau mengalah…seakan akan mengatakan kau yang salah aku yang benar atau ahh kau kog  yang diam berarti bukan aku yang salah hmmmm…..
 
Aku sudah lelah memikirkan ini sampai bertahun-tahun dan sampai detik ini kejadian kejadian itu membekas erat dalam ingatan data base otakku.

Teman … biar engkau tau dari lubuk hatiku yang paling dalam dan ini jujur aku katakan padamu "Aku sudah memaafkanmu". walaupun engkau sebut aku oon, tolol, atau sableng mungkin pada saat itu hatimu lagi gundah gulana aku mengerti akan itu pls…biarlah hanya hati kita berdua yang tau siapa sebenarnya di antara kita yang lebih sakit hati dengan kejadian itu..

Dan aku juga berterima kasih padamu atas kebaikanmu padaku yang sampai meminjamkan. Semua apa yang aku butuh kau beri pada saat itu padaku. Seperti kata temanmu "Tuhan itu tidak tidur" ya benar Tuhan itu tidak pernah tidur biarlah hanya Tuhan yang tau hati kita masing masing.

Aku diam bukan berarti aku benci padamu… aku diam padamu tapi engkau tau kan hati kita saling bicara. Hati kita saling menyapa walaupun kita saling jauh….
Engkau masih sahabatku seperti apapun kejelekanmu dan apapun kesalahan yang engkau buat atau  kesalahan yang aku buat biarlah itu aku anggap sebagai sebuah memory dalam hidupku. 

 
Biarlah hanya aku dan kau yang tau tidak perlu orang lain tau karena di saat engkau mengadu dan cerita pada orang lain tentu saja dia akan membelamu  karena itukan versi cerita darimu…
 
Well life goes on, aku tau kau juga sudah bahagia dan sebaliknya aku juga demikian marilah kita songsong hidup lebih baik, berfikir lebih baik dan juga sudah menjadi sama sama dewasa lebih baik.
 
Dan yang terpenting seperti yang engkau bilang "yang perlu saya lakukan berdoa dan beribadah" itu sangat betul  marilah sama-sama berdoa dan beribadah mendekatkan diri dengan Tuhan agar hati kita diberi keikhlasan untuk saling memaafkan satu sama lain, berusaha untuk saling melupakan kejelekan masing masing.
 
Karena seperti apapun yang dulu kita jalani itu, happ, marah, sedih, emosi serta saling tukang pikiran adalah bagian dari hidup yang kita jalani sekarang dan tentu saja itu adalah pengalaman yang paling berharga dalam hidup kita masing-masing.

Yang  terpenting yang harus kamu  ingat "Jauh sebelum aku menulis ini aku sudah memaafkanmu dan aku berharap engkau juga memaafkan aku "dan biarlah hanya hati kita masing-masing yang berbicara karena hati tidak pernah bohong.

 
Sedikit aku tulis puisi buatmu…
 
Di saat kepergianmu pada saat itu tanpa pesan aku marah,benci dan sedih.
Setega dan sekejam itu kah hatimu pada saat itu?
Aku berharap kau menyapaku mengatakan selamat berpisah!
tapi…………….
 
Cerita ini hanya fiksi. Imaginasi dan hayalan!
 
 
Ilustrasi: 1.bp.blogspot.com/_F9j1lmEgVJA/S…ess2.jpg

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.