Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Melihat Kepergianmu

Monday, 22 February 2010

Viewed 1482 times, 1 times today | 14 Comments |

Leidy – Anywhere

Hari ini genap 1 tahun perpisahan kita, ku mengantarkanmu hingga di pintu keberangkatan luar negeri. Kugenggam telapak tanganmu dan kurasakan setetes air matamu dan air mataku bersatu di punggung telapak tanganku. Kau katakan agar ku akan selalu menjaga kenangan-kenangan suka duka kita berdua. Kuanggukkan kepalaku dan air mataku terus mengalir membasahi pipiku.
 
Kupeluk erat tubuhmu dan kurasakan itulah terakhir kali aku merasakan sentuhan tubuhmu yang begitu kaku dan dingin. Kau cengkram kuat punggungku dan seakan-akan kau tidak mau berpisah denganku.
 
Ah..mimpi-mimpi yang kita rajut hilang dihembus udara dingin siang itu. Kurapatkan jaket ku dan tiba-tiba aku merasakan separuh dari jiwaku ikut pergi bersamamu. Akankah kita berjumpa lagi? Hanya Dia yang tahu jawaban dari pertanyaanku itu.
 
Apa kabarmu di sana Ionela? Masihkah kau bersama malaikat kecilmu Alexandra, si mungil 11 bulan yang selalu tertawa apabila kuangkat tubuhnya tinggi-tinggi ke udara. Ah..begitu bodohnya aku, tentu saja malaikat kecilmu sudah berumur 1 tahun 11 bulan bukan? Masihkah dia terus menangis apabila kau tinggalkan sedetik saja?
 
Ah..Alexandra..terlalu dini kau menanggung kegundahan dan  beban berat mamamu, tidak seharusnya kau ikut merasakan penderitaan itu. Setiap kali aku memandang wajah mungilmu, setiap kali itu juga aku meneteskan air mata. Kelak saat kau beranjak dewasa apa dan bagaimana kehidupanmu? Kita semua tidak tahu.
 
Sejak kuberjumpa dengan kalian berdua, aku makin mencintai setiap detik-detik kehidupanku. Kumanfaatkan selalu karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi sedetik kedepannya.
 
Sering aku bermimpi tentang kebersamaan kita, berjalan bersama menyusuri jalan setapak yang ada di seberang gereja Katolik tempat kita untuk pertama kali berjumpa beberapa bulan yang lalu. Dinginnya udara diluar tidak menyurutkan kebahagiaan kita saat itu. Saat itu aku tidak menyadari bahwa dalam beberapa bulan kau akan dijemput Interpol untuk membawamu jauh ke negeri Bulgaria.
 
Hingga beberapa saat sebelum kepergianmu akhirnya kau mengetuk pintu kamarku dan dengan terbata-bata kau katakan kau akan pergi meninggalkanku. Aku mengernyitkan dahiku, sedikitpun aku tidak mengerti dengan kata-katamu. Begitu singkat ditambah kau mengatakannya dengan terpatah-patah diiringi dengan isak tangismu. Kulihat Alexandra dipelukanmu ikut merasakan kepedihan yang mendalam. Seakan-akan ia mengetahui segalanya. Aku merasakan dari mata birunya yang mungil.
 
Juga aku merasakan kau belum siap untuk menguak misteri kepergianmu ke Bulgaria. Aku sangat mengerti karena kita berjumpa hanya dalam beberapa bulan saja, namun dalam beberapa bulan itu kita selalu mengisi waktu bersama-sama, selalu setiap saat kita bersama. Singkat memang tapi kita merasakan kecocokan jiwa dan raga kita.
 
“Dalam Beberapa hari ini, aku akan dijemput interpol Leidy” itu kalimat pertama kau ucapkan setelah kau masuk kekamarku.
 
“Apa maksudmu Ionela?” aku mengernyitkan dahiku, tak mengerti dengan ucapanmu itu.
 
“Seperti kukatakan saat pertama kali kita berjumpa, aku disini karena mempunyai masalah yang lain. Kasusku tidaklah sama dengan kasusmu pun perempuan-perempuan yang ada disini” air matamu berlinang deras dari kedua kelopak mata coklatmu.
 
“15 tahun yang lalu aku mempunyai masalah di Bulgaria dan entah mengapa masalah itu muncul lagi dan aku diminta untuk memenuhi panggilan pengadilan disana”
 
“Masalah? Apa maksudmu?” semakin aku tidak mengerti dengan kata-katamu.
 
“Yah..15 tahun yang lalu ketika aku menetap di Bulgaria aku mempunyai masalah hukum di sana, hingga akhirnya kasusku itu berakhir dan aku tidak mengerti mengapa dengan tiba-tiba beberapa bulan yang lalu aku menerima surat dari Kepolisian Internasional yang mengharuskanku untuk menjalani lagi pengadilan di sana”.
 
“Lalu…lalu…” tenggorakanku kering dan aku tidak mampu untuk meneruskan pertanyaanku.
 
“Aku tidak tahu sampai kapan aku akan berada disana, mungkin 3 tahun atau lebih, entahlah….”matamu menerawang hingga ke langit-langit kamarku.
 
“Lalu..sesampainya kau di sana, di mana kau akan tinggal? Adakah rumah khusus penampungan untukmu?” tanyaku.
 
“Aku akan langsung ditempatkan ke dalam penjara,sampai kapan aku tidak tahu. Aku hanya berharap agar kasusku segera secepat mungkin untuk disidangkan”.
 
Ah..saat itu baru aku merasakan kalau kau mempunyai masa lalu yang buruk dan berat. Walau kau tidak mendefinisikan segalanya tapi logikaku dapat melakukannya. Aku menyadari kebebasanmu dalam menghirup udara di luar hanya tinggal hitungan waktu saja.
 
Kupeluk tubuhmu erat-erat dan kita menangis menumpahkan segala perasaan yang berkecamuk di dalam dada kita masing-masing, kurasakan begitu kejam dan tidak adilnya kehidupan kita. Ku tak rela kehilanganmu, kehilangan kebersamaan kita yang kita rajut di dalam beberapa bulan sejak perjumpaan kita.
 
Di saat kita menyusuri jalan-jalan di taman, aku dan kau saling mengutarakan mimpi-mimpi yang belum sempat kita raih. Begitu semangatnya kita menceritakan mimpi-mimpi itu.  Hingga akhirnya aku menyadari mimpi-mimpi itu begitu sulit untuk kita raih bersama. Mimpi-mimpi itu belum atau tidak berpihak pada kita…
 
Ionela…apapun masa lalumu aku tidak perduli, aku tetap sebagai Leidy sejak pertama kali kita berjumpa dulu. Di mataku kau tetap seorang Ionela yang ramah, baik dan ceria sekalipun segala masalah-masalahmu di masa lalu masih mengitarimu aku yakin kau tidak ingin berkubang dengan masa kelam itu.
 
Setiap kita manusia mempunyai kekhilafan tapi bukan berarti kita tidak berhak untuk memperbaikinya di masa depan. Terus berjuang dalam menjalanai masa tahananmu di Bulgaria. Aku di sini akan terus berdoa dan berharap agar Dia menolong dan menyembuhkan luka-lukamu di masa lalu.
 
Biarlah lelaki yang menikahimu 7 tahun yang lalu tidak dapat menerima duka kebersamaan pernikahan. Karena dia hanya menerima suka dan madunya pernikahan. Begitu egoisnya dia, tidak dapat menerima kenyataan bahwa kau mempunyai masa lalu yang kelam jauh sebelum kau berjumpa dengannya.
 
Yakinlah di luar sana masih banyak lelaki yang bisa menerima masa lalumu dan membuka kedua tangannya untuk menuntunmu menjalani masa depan yang cerah. Jangan pernah putus asa untuk berharap masa itu akan benar-benar hadir di depanmu kelak.
 
Dan kelak aku ingin kembali merajut mimpi-mimpi kita yang tertunda dulu. Aku masih menyimpan segalanya di hatiku dan akan terus kusematkan di sana.
 
Melihat kepergianmu satu tahun yang lalu sangatlah menggoncangkan jiwa dan ragaku. Berbulan-bulan aku tidak mampu untuk menerima kenyataan harus berpisah darimu. Terlalu dini kehilanganmu di saat aku masih menikmati kebersamaan kita.
 
Tetaplah tegar di dalam ruang sempit dan gelap di sana. Aku tidak dapat membayangkan kau dan malaikat kecilmu harus menerima kepahitan itu.
 
Aku berharap kasusmu sudah disidangkan sehingga kau tahu harus berapa lama lagi kau tinggal menjalani sisa hukumanmu. Tetap tegar di sana sekalipun masa tahananmu masih tersisa bertahun-tahun lagi. Aku masih menanti kedatanganmu kembali, dan terus berharap dengan mimpi-mimpi kita untuk kita raih bersama.
 
 
Tulisan di atas aku persembahkan untuk Ionela & Alexandra (malaikat kecilnya). Semoga mereka baik-baik saja di dalam penjara di Bulgaria.

Salam persahabatan…

Share This Post

Posted by Monday, 22 February 2010 on 21:44.

Categories: Kehidupan. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

14 Responses to “Melihat Kepergianmu”

Pages: [2] 1 »

  1. 14
    Syanti Says:

    Ceritanya sangat mengharukan……!
    Semoga semua bisa terselesaikan dengan baik.

  2. 13
    Adhe Says:

    Leidy……genggam mimpi2 indahmu dg Lonela dan Alexandria, suatu saat kalian akan berkumpul dg cara yg baik dan waktu yg tepat.

  3. 12
    SU Says:

    Smg penantiannya cepet berakhir.

  4. 11
    mawar09 Says:

    Leidy: thanks for sharing. Semoga kalian cepat kumpul kembali, siapa tahu ada berita baik segera muncul

    HN: iya nih JC mulai menhitung.

Pages: [2] 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)