Cipika Cipiki

R. Siska Perez

Di tanah air tercinta bumi Indonesia, mungkin bagi sebagian orang cipika cipiki rada aneh dan sungkan ya, atau masih tabu. Contohnya bagi sebagian keluarga saya yang masih tinggal di desa kebanyakan kalau ada pertemuan ya kita kitanya untuk sapaan hanya berjabat tangan, atau mungkin karena culture adat yang masih kental.dan sampai sekarang sih itu masih kita lakukan.

Memang  sudah banyak juga orang orang sekarang yang mulai menerapkan cipika cipiki sebagai salam tapi ya khususnya saya liat orang yang sudah tinggal di metropolitan atau gaya hidup selebritis dan juga para muda mudi.

Nah di sini di tanah Eropa yang saya tinggalin sekarang khususnya Perancis, cipika cipiki adalah expressions simple comme bonjour yakni "ucapan salam atau seperti say hi".

Memang sih ada aturan aturan kita cipika cipiki ini, yang mana kalau kita belum kenal ya so pasti kita tidak akan cipika cipiki. Aturan-aturan ini  tidak tertulis cuma akan kita mengerti dengan sendirinya seperti:

*Kapan

Contohnya setiap pagi, sore, atau malam atau pada saat kita bertemu dengan teman teman ataupun saudara, jadi sambil ngucapin bonjour dengan sendirinya repleksi kita akan cipika cipiki.

*Siapa

Nah ini juga sangat penting, biasanya kalau untuk atasan(bos) kalau kita di perkerjaan biasanya tidak ada cipika cipiki ya formilnya sih berjabat tangan, dan juga didalam sekolahan biasanya para guru hanya ngucapin bonjour tidak ada cipika cipiki. Tidak kebayang saja kalau guru cipika cipiki sama semua murid yang mana ada 100 murid perkelas, habis cipika cipiki abis deh jam studynya dan pulang :) ga jadi belajar.

*Berapa banyak

Yang saya ketahui dari baca info ada pembagian beberapa kali cipika cipiki contohnya

Parisien (paris) biasanya 2 kali kiri dan kanan.

Montpellier juga sama 2 kali kiri dan kanan,

tapi ada juga daerah yang 4 kali yakni kota Turballe, jadi dua kali kiri dua kali kanan.

Oh ya ada juga aturan yang tidak tertulis tapi dengan sendirinya kita mengetahuinya, misalkan teman kita kena flu, batuk, atau sakitlah nah dengan sendirinya dia akan katakan "pas de bisous" jadi kita dah ngerti dia tidak mau cipika cipiki karena menghindari tertularnya virus tersebut he he he he he… respek betul ya?

Jadi ingat pengalaman Ibuku waktu datang ke mari dan berjumpalah dengan besan, waktu cipika cipiki dengan besan perempuan aku lihat Ibuku tidak begitu canggung nah tiba ke besan laki laki Ibuku keliatan mau ga mau, dan aku hanya senyum simpul dalam hati tentu saja aku tau apa yang dirasaikan Ibuku pada saat itu so pasti canggung dan sungkan, pasalnya kebetulan karena saya dari suku batak ya, dimana culture adat kita itu khsusunya bagi keluarga saya yang namanya cipika cipiki belum tenar. Tapi seperti pepatah mengatakan "dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung" .

So sahabat sahabat Baltyra semuanya di seluruh dunia, sharing dong gimana aja cara mengungkapkan salam untuk keseharian di tempat anda masing masing contohnya nih Pak DJ di Jerman, atau Mbak Imeii di US, Dewi Aichi di Brazil, semua teman teman yang tidak mungkin namanya saya sebutin satu satu abis ga hapal :-).

Karena pernah saya dengar tapi saya tidak yakin ini benar atau tidak katanya ada salah satu negara yang salam kesehariannya kiss in the lips o la… la…la….

Have a  nice day all :)

 

Picture :
images.com, swyaa

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.