Tidak Menyelam di Bunaken

Osa Kurniawan Ilham

Setelah hari pertama berlalu dengan mengunjungi Pasar Tomohon, Waruga dan Taman Nasional Tangkoko, inilah hari yang kami tunggu-tunggu. Bagaimana tidak, pada hari Minggu itu kami akan mengunjungi obyek wisata yang sudah terkenal ke seluruh penjuru dunia. Apa lagi kalau bukan Bunaken ?

Jam 7 pagi kami meninggalkan Onong Palace menuju pantai Manado. 1,5 jam perjalanan kami pun sampai pula ke pantai Manado yang sudah dipenuhi dengan kapal-kapal yang siap disewa untuk membawa kita ke Bunaken. Nah di sinilah masalahnya. Kalau kita tidak mengenal betul Manado, Anda lebih baik minta tolong kepada teman-teman yang memang sudah tinggal lama di Manado untuk mencarikan kapal yang bisa dan layak dipercayai untuk membawa Anda ke Bunaken dengan nyaman.

Seingat saya harga sewa kapal ke Bunaken memang sudah distandarkan, sayang saya sudah lupa harga sewanya karena saat itu sudah diatur semuanya oleh pemilik vila tempat kami menginap. Kalau tidak salah sih kira-kira sekitar Rp 300 – 400 ribu. Tapi ini ada tips dari kami kalau mau ke Bunaken:

  1. Pastikan ke pemilik kapal apakah biaya sewa kapal itu bersih atau tidak. Maksud saya, pastikan apakah Anda masih harus membayar tips kepada operator kapalnya sepulangnya nanti. Jangan sampai seperti yang kami alami, sepulang kami dari sana operator kapal masih meminta tips dari kami padahal saat berangkat tadi tidak bicara apa-apa mengenai tips.
  2. Pastikan apakah Anda harus menanggung biaya makan siang para operator kapal, karena terus terang biaya makan siang di Bunaken lumayan mahal. Yang jadi masalah kalau mereka hanya menjawab terserah penyewa, akhirnya tergantung Anda sendiri.
  3. Kadang-kadang para operator kapal sangat ramah dengan menemani Anda berenang. Lebih baik Anda sudah bertanya dari awal apakah dengan memberikan pelayanan seperti itu ada ongkos tambahan yang harus dikeluarkan untuk mereka.
  4. Kalau Anda mau berenang, snorkeling atau diving alangkah baiknya kalau Anda membawa peralatan sendiri karena biaya sewa peralatan di Bunaken lumayan mahal dan sulit ditawar.
  5. Jangan lupa membawa minuman sendiri, kalau tidak Anda harus membeli minuman di Bunaken dengan harga di atas rata-rata di darat.
  6. Siapkan uang saku Anda karena di Bunaken banyak dijual cindera mata seperti kaos T-shirt yang kualitasnya terentang antara yang yang jelek sampai mahal tergantung kualitas dan kepandaian Anda menawar. Terus terang untuk urusan ini, isteri sayalah ahlinya, he..he….
  7. Pergi ke Bunaken secara berombongan tentu hitungannya lebih murah dibanding kalau hanya berempat saja, seperti pengalaman kami saat itu.
  8. Sebenarnya banyak paket yang ditawarkan kalau ke Bunaken. Anda bisa memilih apakah Anda mau diantar untuk snorkeling saja, diving saja ataukah diantar ke wilayah Bunaken yang biasa dikunjungi oleh lumba-lumba atau oleh ikan duyung. Semuanya tentu ada harganya, terserah persiapan dompet dan waktu Anda. Tapi kalau Anda tidak menginap di sana, rasanya mustahil dengan waktu sehari Anda bisa menjelajahi semuanya.

Singkat cerita, kami pun berangkat ke Bunaken. Kira-kira butuh 1 jam untuk sampai ke Bunaken. Dalam perjalanan kami singgah ke sebuah pulau resort yang bernama Siladen. Pantainya indah dengan pasirnya yang putih. Ada resort di sini kalau Anda mau tinggal beberapa hari di sana. Setelah berjalan-jalan di pantainya dan mengambil beberapa gambar sebagai bukti sudah pernah menginjakkan kaki di Pulau Siladen, kami pun melanjutkan perjalanan.

Dari kejauhan kami melihat tinggi menjulang Gunung Menado Tua, kalau nggak salah gunung ini masih aktif, berada di Pulau Menado Tua, salah satu jajaran pulau di wilayah Bunaken. Semakin dekat ke area penyelaman dan snorkeling, semakin banyak kami melihat para penyelam sedang menikmati keindahan bawah laut Bunaken.

Tapi terus terang, di Bunaken inilah penyesalan saya menjadi semakin sempurna. Saya sebenarnya tidak bisa berenang dan melihat surga bawah laut yang sekarang tepat di bawah saya rasanya kok bodoh sekali kalau melewatkannya begitu saja. Akhirnya dengan semangat 45 saya menyewa 2 set peralatan snorkeling, untuk saya dan untuk Laksmana. Sementara isteri saya cukup melihat bawah laut lewat kaca di dasar kapal saja katanya.

Benar saja, baru pertama kali nyemplung ke laut, air laut pun sudah masuk ke mulut dan hidung he…he….Untungnya pak operator kapal mau memegangi tangan saya untuk membawa saya snorkeling melihat keindahan bawah laut bahkan sampai tepat di pinggir jurang laut. Wah indah sekali, kayak yang di tivi-tivi itu lho he..he…

Isteri saya tertawa melihat suaminya dipegangi saat berenang, persis sama dengan anaknya yang juga dipegangi operator kapal lainnya saat berenang. Bapak dan anak sama saja, tidak bisa berenang tapi ngotot mau berenang he..he…

Puas menikmati pemandangan bawah laut kami pun memesan ikan bakar di salah satu rumah makan di Bunaken, setelah itu membeli beberapa T-shirt bergambar Bunaken.

Daripada buru-buru pulang ke Manado, Anda pun masih bisa menikmati arena edukasi kelautan yang ada di sana. Anak-anak senang melihat gambar-gambar ikan yang sebelumnya tadi sudah mereka lihat di bawah laut.

Menjelang sore kami pun memulai perjalanan pulang. Beberapa meter meninggalkan pantai Bunaken terlihat 2 ekor lumba-lumba sedang melintas di belakang kapal kami, seakan-akan mau mengucapkan selamat tinggal dan berterima kasih kami sudah mau mengunjungi habitat mereka.

Memang, di wilayah Bunaken ini nelayan dilarang melakukan aktivitas menangkap ikan. Sebagai kompensasi, mereka diijinkan untuk mengelola obyek wisata ini dan tentu saja mendapat persentase pendapatan dari pengelolaan obyek wisata ini.

Menjelang Magrib, kami pun sampai di Manado kembali. Sementara di kapal, tampaknya para operator sedang berdebat keras mengenai pembagian pendapatan hari itu, hasil mengantar kami seharian.

Sayang, mungkin inilah anomalinya. Saya tidak menyelam di surganya para penyelam. Ya gimana lagi, wong memang tidak bisa berenang he..he….

Balikpapan, 11 Feb 2010

Picture : OsaKI, Rod A, Vince

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.