Edy – Qatar
Hallo Baltyer di seluruh dunia,
Mari kita kunjungi gedung tertinggi di dunia yang berada di Dubai , record sebelumnya dipegang oleh gedung Freedom Tower di New York, kemudian Taipei 101 di Taiwan. Entah sampai kapan lagi record ini akan bertahan, saya dengar Indonesia ada rencana juga membuat gedung tertinggi.
Dibangun sejak thn 2004 dan selesai dalam 1325 hari serta diresmikan penggunaannya sejak January 2010 yang lalu. Gedung ini semula akan di namai BUrj Dubai akan tetapi karena krisis keuangan yang melanda dunia tahun lalu, namanya harus diubah menjadi Burj Khalifa. Siapakah sang penyelamat proyek mercu suar ini? Beliau adalah presiden UAE – Syaikh Khalifa Bin Zayed Al Nahyan yang harus merogoh kocek nya sebesar 20 juta dollar untuk kelanjutan proyek tsb.
Banyak sekali record record yang ditorehkan BUrj Khalifa ini selain gedung tertinggi yang mencapai 828 meter ini, antara lain ada restaurant tertinggi, mesjid tertinggi, dll. Bahan Alumunium nya setara dengan 5 buah pesawat airbus A380. Di dalamnya terdapat 162 lantai yang diisi sebagai tempat tinggal/ appartment, hotel Armani yang interior hotel nya dilakukan sendiri oleh beliau, park, club, top deck untuk melihat pemandangan, dll. DI gedung ini juga pernah dilakukan pemecahan record base jumping.
Untuk menikmati pemandangan dari atas ini, kita harus memabayar 100 AED (Rp. 250, 000) dengan reservasi lebih dahulu atau 400 AED tanpa reservasi. Ketika saya disana, tidak sempat naik karena seminggu sebelumnya ada kerusakan lift dan sejumlah turi n terjebak di lantai 124, mungkin lift nya belum selesai di perbaiki.
Saya berkesempatan melihat tarian air yang sangat indah yang dikenal dengan Dubai Fontain yang terletak dan bagian dari park Burj Khalifa ini. Mungkin ada yang pernah melihat fontain di Pulau Sentosa Singapore? Itu tidak ada apa-apa nya, apalagi di Dubai ini bisa menyaksikannya di samping gedung tertinggi di dunia. DI sekitar gedung ini juga terdapat Dubai Mall yang siap mengeruk lebih dalam dompet kita.
Mari berandai andai, maukah anda menempati apartment yanng terletak paling atas? Kalau sekedar naik ke top deck , melihat pemandangan dubai , lalu turun kembali sih oke oke saja, tapi untuk tinggal sehari-hari di apartement tersebut, tidak mau ah. Nanti pasti di komplen orang saat saya bikin sambel goreng plus terasi.
March 6th, 2010 at 23:20
Ya Allah… Mas Edy, kalau yang kencing orang mabok, Masyaallah! Teluk Persia dan Selat Hormuz kudu ditutup… Busanya ganggu pelayaran internasional. Untung di Indonesia ‘gak ada gedung kelewat tinggi (mudah2an nggak ada). Mending bikin sawah terluas di dunia, hutan terlebat di dunia, pohon tertinggi di dunia. Misalnya, pohon duren terbesar se jagat adanya di Wates. ‘Kan enak… Bali adalah contoh yang baik untuk tidak membuat gedung pencakar langit. Yang ada beringin angker dengan sajennya… Kereen…
March 6th, 2010 at 23:08
Pak Iwan: apalagi itu kencingnya orang yg mabok bir hahahhaa.
March 6th, 2010 at 19:29
Kalau Burj Dubai diisi penuh oleh manusia sesuai kapasitas, lalu mereka pipis dan buang air bersamaan… Weleh..weleh..weleh… banjirlah Dubai. Atau langsung nyerep di pasir?
March 6th, 2010 at 10:45
Langit koq dicakar… makanya dia selalu marah… Impaslah, kita cakar langit, langit beri bencana buat kita. Amiiin…
March 6th, 2010 at 10:04
hihihi …. pengen mampir maen kesono setelah baca artikel ini, kalu sebelumnya ga minat, heuhe ….. laporan pandangan mata memang lebih menggoda. tapi aku juga setuju sama mas ISK, kalu bikin bangunan buat sendiri ya enaknya jangna tinggi2, hehe….. that’s why almost everybody loves Bali ^^
thanks for sharing mas Edy