Dunia Sudah Kiamat

Dewi Aichi Friday, 5 March 2010

| Viewed 785 times, 2 times today | 44 Comments |

Dewi Aichi – Brazil

"Sing", saking senengnya sudah bisa online!

siang malam ku selalu
menatap layar terpaku
untuk on line on line
on line on line
jari dan keyboard beradu
pasang earphone dengar lagu
aku on line online
on line on line

verse 1:
tidur telat bangun pagi pagi
nyalain komputer online lagi
bukan mau ngetik kerjaan
e-mail tugas diserahkan

tapi malah buka Facebook
padahal face masih ngantuk
beler kayak orang mabuk
pala naik turun ngangguk-ngangguk

sambil ngedownload empitri
colok i pod usb kiri
ngecekin postingan forum
apa ada balesannye? belum

biar belum sikat gigi belum mandi
tapi kalo belum on line paling anti
liat friendster myspace, youtube
me and him, everybody you too

verse 2:
nah udah mandi siap berangkat
langsung cabut takut terlambat
tak lupa flash disk gantung di leher
malah lupa sepatu jadi nyeker

flashdisk isinya bokep atau lagu
kalau ada kerjaanpun gue ragu
kalo emang berani coba pada ngaku
cek isi foldernya satu satu

di kantor online pakai proxy
walau diblok server bisa dilolosi
namanya udah ketagihan internet
produktifitaspun kepepet

jam kerja malah chatting ym
ngobrol online sama ehehem
atasan lewat langsung klik data
pura pura kerja di depan mata

bridge:
makan siangpun aku cari sinyal wifi
mengapa ku kecanduan oh why why
kadang terasa bagai tak berdaya
ingin ku berubah. . eh ada e-mail dah dulu ya

verse 3:
cek e-mail spam semua
email benerannya cuma dua
yang satu email lama
yang satu forwardan yang sama

ngarep komentar buka Friendster
loading, gue tinggal beser
pas balik ngecek komputer kok lagi maintenance server

ya udah download lagu
bajakan gratis gak pake ragu
saykoji satu album
setengah jam bisa rampung

sore sore bosen hambar
ide nakal cari cari gambar
download video dengan sabar
ketahuan pacar digampar
Kalo mau liat clip nya di youtube di sini

Kenapa sih? Ada apa sih? Nah ini dia yang mau aku ceritakan. Inilah hebatnya kota Sao Paulo he he. . . . 4 musim dalam 1 hari! Akhir-akhir ini hujan selalu mengguyur kota Sao Paulo, kota di mana aku tinggal sekarang. Dengan berakhirnya jam summer yang dipercepat jam, maka tepat tanggal 20 Februari jam 12:00 WIB, jam kembali dinormalkan. Itu artinya summer telah berakhir.

Hujan dan suasana gelap selalu menggelayuti kota Sao Paulo. Bahkan hujan yang mengguyur selama 1 minggu terakhir ini, telah mengakibatkan beberapa jalan rusak berat, dan banyak bangunan lama yang roboh. Beberapa jalur lalu lintas dialihkan. Banyak tempat yang mengalami banjir parah. Metro tidak beroperasi sebagaimana mestinya, sehingga menjadikan masalah bagi para pengguna Metro.

Mati lampu hampir hampir setiap saat. dan minggu lalupun mati lampu seharian. Saluran telepon di rumah terganggu. Modem kena petir lagi untuk yang ke dua kalinya. Dengan demikian sejak tanggal 22 Februari tidak bisa mengakses internet. Ditambah mati lampu, tidak bisa berbuat apa-apa. Mau kerja tidak bisa, karena pekerjaanku yang membutuhkan internet. Menyalakan komputer tidak mungkin, mencharge handphone juga tidak bisa, mau nonton tv tidak bisa, mau mandi tidak ada air panas, memasakpun tidak bisa karena kompor di rumahku memakai tenaga listrik. Jadi lengkap sudah penderitaan kami he he he. . . .

Menderita? Ahhh. . . . tidak sama sekali. Malah aku menikmatinya. Aku tidak lagi menggunakan handphone seperti di Indonesia. Jadi handphone hanya nganggur saja. Kalau cuma tidak bisa melihat tvpun juga ngga masalah, malah ada waktu buat jogging he he. . , eh kalau jogging malah kebutuhan pokok ding! Paling tidak 40 menit/hari cukuplah. Tidak bisa memasak karena mati lampu adalah kebahagiaan lahir batin ha ha. . karena terus terang aku tidak bisa memasak, jadi kalau mau ganti-ganti menu, aku selalu buka-buka resep yang ada di Baltyra (terima kasih untuk para penulis resep di Baltyra)! Jadi selama tidak bisa memasak ya kami beli makanan siap saji. Yang repot tuh kalau urusan mandi, tanpa listrik, kami tidak bisa mandi, otomatis tidak ada air panas, memakai air dingin mana tahaaaannnnn, airnya dingin kaya air es, bisa mati beku dikamar mandi.

Telepon putus, modem kena petir. Tidak bisa mengakses internet, walahhhh. . rasanya seperti hidup di jaman batu (padahal tidak pernah tau rasanya hidup di jaman batu). Kadang bingung mau ngapain? Kalau pekerjaan rumah dan pekerjaan sambilan sudah beres, biasanya kan baca-baca berita tanah air, baca Baltyra itu pasti, baca gosip juga he he. . sehari tidak mengakses internet saja rasanya seperti ketinggalan banyak hal. Apalagi tidak membuka Baltyra, jika sehari ada 3 sampai 5 artikel baru, maka dalam 1 minggu paling tidak sekitar 30 artikel, jadi untuk mengejar artikel yang ngga sempat dibaca selama 1 minggu bisa megap-megap nih!

Luar biasa juga ya ketergantungan terhadap kemajuan teknologi jaman sekarang? Aku yakin, banyak orang akan merasakan aneh atau repot jika tidak ada listrik beberapa hari saja. Akan sangat kehilangan jika ketinggalan hp di rumah, atau kehilangan hp. Khususnya bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, yang kesehariannya tidak bisa lepas dari listrik, hp, ataupun internet.

Bayangkan jika anda seorang pegawai kantor, yang kehabisan baju untuk ngantor, mungkin dikarenakan hujan dan baju-baju tidak kering, dan yang keringpun belum sempat disetrika. Pas butuh untuk setrika tiba-tiba mati listrik, mana sudah mepet jam kerja, apa yang bisa anda lakukan? Nekat memakai baju yang tidak disetrika? Demikian juga halnya dengan hp, sepertinya akan lebih panik jika kelupaan hp dibanding kelupaan suami/istrinya he he. . . , memang manusia, sudah semakin aneh saja!

Yang sekarang sudah terbiasa mengendarai mobil, berjalan 2 km. saja sudah terasa sangat jauh, apalagi ditambah hujan atau panas terik. Maka yang sudah tidak biasa lagi jalan kaki akan sangat merasa repot. Jalan kaki jarak jauh memakai sepatu hak tinggi 15 cm, wah bisa-bisa ngga kerja sebulan gara-gara keseleo. Seandainya semua redaksi Baltyra tidak bisa online saja selama seminggu, pasti kita-kita pada tanda tanya, kok Baltyra ngga di update, kok ngga ada artikel baru, kok Baltyra mati suri dan sebagainya.

Ingatanku melayang pada saat aku masih kecil. Sampai dengan umurku 7 tahun belum ada listrik masuk desa. Jadi penerangan pada waktu itu memakai lampu petromak atau lampu teplok. Untuk penerangan di luar rumah, banyak yang memakai botol yang diisi minyak tanah, kemudian dikasih sumbu dari kain bekas. Boro-boro lihat tv, waktu itu belum punya tv, jadi kalau pengen lihat tv, bergabung dengan orang sekampung, waktu itu tv masih pakai aki, jadi hanya bisa bertahan beberapa jam saja. Salah siapa coba? Ini salah orang tuaku yang melahirkanku terlalu dini he he he. . . , coba aku dilahirkan di tahun milenium, pasti canggih, begitu lahir sudah punya akun Facebook.

Tapi dengan keadaan seperti itu, kita tidak akan pernah berkata, "yah. . mati lampu, yah. . ngga bisa lihat sinetron, yah ngga bisa sms, hp lowbat, ngga bisa online, dan lain-lain. Dulu, juga ngga ada rekening tagihan listrik, tilpon, kartu kredit, setiap hari bisa masak, belajar, setrika, tanpa terganggu dengan adanya mati lampu. Dulu bekerja, dapat gaji untuk membayar sekolah dan membeli sayuran, titik! Sekarang kerja lembur-lembur, dan kadang ditambah stress dengan kemacetan di jalan, giliran gajian, malah disetorin lagi ke telkom, ke PLN, ke bank. Kasihan deh lo he he. . . apalagi yang di luar Indonesia, rinduku terkatung-katung tidak bisa pulang kampung, tiket mahal ik!

Banyak dilema, tapi tidak bisa dipungkiri hasilnya dari kemajuan teknologi jaman sekarang ini. Benar-benar canggih. Sekarang segalanya online, apa-apa online, dikit-dikit online, bayar utang online, sekolah online, beli tiket dan belanja online, cari pasangan hidup, pacaran, menikah , sampai-sampai ML pun online . Nah. . . kalau lagunya Saykoji itu aku suka, itu lho yang" online-online", he he. .

Perkembangan teknologi ibarat lari, kita selalu mengejarnya untuk meraihnya, ternyata setelah bisa diraih, ada lagi yang baru, yang lama belum juga belajar, sudah muncul yang baru. Apakah kita selalu ingin berusaha untuk bisa meraih yang tercanggih? Silahkan saja. . . ! Yang penting sekarang aku bisa online lagi, mudah-mudahan modemnya ngga kena petir lagi, amin!

 

Ilustrasi: seeklogo.com

Categories: Kehidupan
Tags:

44 Comments to “Dunia Sudah Kiamat”

Pages: « 5 4 3 [2] 1 »

  1. 20
    J C Says:

    Wis tho, pokok’e ning Medan tuna-kabeh…ora cuma sepisan pindo, tapi 2tahun on-off ngonooooo teruuuussss…ampun wis…

  2. 19
    Lani Says:

    JC : aaaaaah, mosok seh wes ngalami semua TUNA, njuk nek ngono tuna-wisma, tuna-susila, tuna-wacana, tuna-wicara, sing paling enak dan jelaaaaaaaaaas IKAN TUNA halah opo hubungane….yooooooooo

  3. 18
    Lani Says:

    DA : bener kuwi and se7777777……….mmg itulah kebahagiaan klu msh bs ngakak2 dan mentertawai diri sendiri…..biar kdg dianggep wong gemblung, tp cuek bebek aelah…..

  4. 17
    J C Says:

    Dewi Aichi, wah, kalo gitu, aku wis ngalami entah berapa kali kiamat yo…jaman ning Medan, sedina modiar lampu 4x @ 3-4jam…uediaaaaannn…tuna-segalanya, tuna-lampu, tuna-ac, tuna-koneksi, tuna-TV, tuna-kabeh-lah…

  5. 16
    bernadette Says:

    @Dewi Aichi san –> Iya.menurutku orang Jepang terlalu tertutup..hahaha.Mungkin karena banyak orang yg aneh2 di sini, jadi daripada mereka kena masalah mendingan dicuekin.. lah..lama2 jd gitu deh sikapnya terlalu cuek..
    Tapi memang ga semua seh.. Ada yg klo dah berbaur dengan orang asing.jd agak terbuka.. ^^

    Kalo pelayanan publik seh memang ramaaahhh banget.. Saking ramahnya..klo ke Hong Kong atau Macau yg pelayannya agak ketus (itu kayanya perasaan sendiri kali ya..) atau tanpa senyum , membuat nadette dan teman2 merasa. “lah..ini pelayan kog galak banget…. Mau ada pengunjung ga seh?? ”
    wakakakak.
    Tapi terlalu ramah jg repot.. jd merasa “terpaksa” buat belanja.. ribet deh.. waakkakaa..

    Kalo irasshaimase itu dah budaya?? kali ya.. wahaha..abis restoran sushi di jakarta jg banyak kan yg kaya gitu.. ikut2 an.. Irasshaimaseeee !!!! hehehe..

  6. 15
    Dewi Aichi Says:

    SU: kirain cuma aku aja yang ngerasain repotnya ngga ada listrik. Padahal dulu asalnya juga aku di kampung yang ngga ada listrik. Wah…dulu aku ngga kenal telpon, apalagi megang gagang tilpon. Aku butuh tilpon tuh setelah di Jakarta tahun 1991. Dan punya hp pertama kali tahun 1997, abonemen, hp Nokia yang gede banget, harganya waktu itu 1 jutaan.

  7. 14
    SU Says:

    Bisa ngerasain banget apa yang Dewi rasakan. Langsung terbayang jaman dahulu pas nelpon kudu ke operator pusat. Kadang operatornya malas, sudah berkali2 ditelp ga diangkat2. Kenapa saya tau ini? Karena pernah rumah sewaan ortu pas saya masih kecil deket kantor telp. Jadi pas operator ga angkat2, saya suka disuruh pergi ke kantor telp ngecek ada orang ga di kantor tersebut

    Sekarang saya sudah terbiasa banget sama saluran internet yg super cepet. Kalo pas bepergian ketempat yg kecepatan internetnya alon2 asal kelakon, kudu bilangin diri sendiri…..”Yg sabar ya……bayangin mereka yang kudu tinggal disini. Kamu kan cuma berkunjung aja.”

    Tp enak juga loh kalo sekali2 lepas tanpa internet dan hp. Cuma kalo tanpa listrik, ampuuuun deh. Jadi inget pas tinggal di Indonesia dulu. Kalo sudah hujan gede, sudah tinggal nunggu aja berapa lama lagi listrik mati. Makanya dirumah ortu dulu sedia genset.

  8. 13
    Dewi Aichi Says:

    Nadette: setuju, menurutmu masyarakat Jepang gimana ya tentang hidup bersosial? Kalau menurutku, kebanyakan(jadi ngga semua ya..), orang Jepang itu terlalu tertutup, acuh, cuek, ngga mau tau urusan orang,
    Tapi dalam kerja misalnya di bank, atau pelayanan publik, ramahnya ampunnnnn deh ngga ketulungan, sampai diujung jalan aja mereka masih nunduk2 bilang terima kasih..
    Kalau di resto harus tahan kuping, para pegawai resto pasti teriak irassaimaseeeee….kenceng banget deh..
    dulu ketika anakku masih 3 tahun, suka niru2 teriak, jadi malu aku hi hi hi…

  9. 12
    bernadette Says:

    wahahahaha…artikelnya lucu..hihihi.. Iya ya..klo di jakarta mandi air dingin mampu..Klo di sini..buset.. dingin nya kebangetan… kaya es….>__<" bisa encok..hahaha.. Teknologi…. semakin maju semakin membuat orang menjadi asosial?… hummmm…….

  10. 11
    Dewi Aichi Says:

    Lani: disinilah kebahagiaan kita setiap hari, bercanda, saling tukar pikiran, tukar ilmu, dan pengalaman hidup. Baltyra jadi tempat kita berkumpul….iya ngga?

Pages: « 5 4 3 [2] 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silahkan tinggalkan komentar.

Image (JPEG, max 50KB, please)

Archives



Internet Sehat

Advanced NewsPaper customized by Team Baltyra.com