Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Ibu…Ibu…Ibu

Sunday, 7 March 2010

Viewed 2166 times, 1 times today | 9 Comments |

Roso Daras

Sebuah hadis meriwayatkan seorang sahabat yang bertanya, ihwal kepada siapa kita harus berbakti. Nabi SAW menjawab, “Ibumu…”. Sahabat bertanya lagi, “Setelah itu, berbakti kepada siapa lagi ya Nabi?”, dan Nabi SAW kembali menjawab, “Ibumu…”, begitu sampai tiga kali, baru yang keempat Nabi menjawab, “Bapakmu…”.

Bung Karno sang proklamator, paham betul itu. Ibunda, Ida Ayu Nyoman Rai menempati tahta tertinggi di hatinya. Dalam banyak kesempatan, baik sehabis kembali dari pembuangan, atau dari tugas apa pun, orang pertama yang ia jumpai adalah ibunda. Ia bersimpuh dan “sungkem”, menghaturkan bakti kepada sang ibu, serta memohon doa restu. Itu “ritual” yang tidak pernah ditinggalkan Bung Karno, selama ibunda masih hidup.

Tidak hanya itu. Dengan ibunda, Bung Karno bisa “curhat” apa saja, mulai dari soal pergerakan, tanah air, sampai ke soal-soal percintaan (baca: perempuan). Tidak ada satu orang pun di atas bumi, yang mengetahui rahasia Bung Karno selengkap Idayu. Terkadang, hanya dengan tatapan lembut ibu, cukup bagi jiwa Sukarno yang bergolak-golak. Ada kalanya, usapan lembut telapak tangan ibu, mampu meluluhkan jiwa gundah Sukarno.

Saya, baru saja menemukan buku tua “Bung Karno, Anakku”, meriwayatkan sang ibunda Sukarno, Ida Ayu Nyoman Rai. Buku itu tadinya berjudul “Pengukir Jiwa Soekarno” yang dicetak pertama kali tahun 1949. Seperti apa isi buku itu? Tunggu postingan berikutnya. (roso daras)

Link: http://rosodaras.wordpress.com/2010/02/01/ibu-ibu-ibu/

Share This Post

Posted by Sunday, 7 March 2010 on 00:06.

Categories: Seputar Presiden Republik Indonesia. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

9 Responses to “Ibu…Ibu…Ibu”

  1. 9
    yusep bintoro Says:

    “Brebes mili” ketika membaca artikel diatas..
    akan aku lakukan trhdp ibuku mulai saat ini.

  2. 8
    Syanti Says:

    Sangat menyentuh dan membuat penasaran.com….ditunggu kelanjutannya.
    Thank’s !

  3. 7
    Kornelya Says:

    Ibu, kata lain dari cinta tak bersyarat. Salam!!

  4. 6
    SU Says:

    Menarik!

  5. 5
    bernadette Says:

    ditunggu artikel berikutnya tentang buku tersebut.. ^^ Duh..baca artikel ini jd rindu sama rumah.. huhu…

  6. 4
    Dj. Says:

    O…ibuku….hati ku pilu…..mengenang dikau….
    Ku teringat….masa yang…telah lalu…. ( Lagu )
    Manjakanlah ibu,selama masih ada waktu….
    Terimakasih mas Roso daras….!!!

  7. 3
    awesome Says:

    thanks for sharing
    ditunggu ….. ^^

  8. 2
    Mawar09 Says:

    RD: article yg menarik, terima kasih ya sudah sharing. Ditunggu posting berikutnya. Salam!

  9. 1
    handoko widagdo Says:

    Roso daras, kutunggu narasimu terhadap buku ibuku

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)