Selangkangan Hampir Diinjak Gajah

Handoko Widagdo Monday, 8 March 2010

| Viewed 812 times, 1 times today | 35 Comments |

Handoko Widagdo – Solo

Tidaklah lengkap jika ke Thailand tanpa berwisata. Sebab Thailand dikenal sebagai tempat wisata yang nyaman. Salah satu tempat wisata tersebut adalah Pantai Pattaya. Selain dari pantainya yang indah, Pattaya adalah ‘tempat wisata orang desawa’. Benar saja, ketika kami memasuki pantai Pattaya, jam 8 malam, tepi pantai telah dipadati dengan perempuan-perempuan berdandan seksi.

Mereka berdiri atau duduk menanti pasangan. Sementara di sisi jalan lainnya, bar-bar dan restoran-restoran dilayani oleh perempuan-perempuan dengan pakaian yang lebih seksi dan berani. Beberapa pelayan restoran bahkan nangkring di pangkuan tamunya.

Jika anda bukan peminat ‘night adventure’ anda akan kesulitan mencari tempat makan malam yang nyaman. Kami pun terpaksa makan di McD, restoran siap saji. Karena tempat tersebutlah yang relatif bersih dari para Sopini. (Sopini adalah sebutan untuk PSK di Thailand. Sopini berasal dari kata Sopin yang berarti cantik).

Paginya saya berjalan-jalan di tepi pantai. Sisa-sisa Sopini yang kesiangan duduk-duduk di bangku-bangku tepi pantai. Make-up tebal menutup wajah tua yang sayu. Kulitnya sudah berkerut, pakaian seksi yang menyembunyikan tubuh renta di keremangan malam sebelumnya, kini tak berguna lagi.

Kecuali kebersihannya, pantai ini tidak lebih bagus dari pantai-pantai di NTT dan NTB. Bahkan Pantai Kuta di selatan Pulau Lombok, Pantai Drini di Gunung Kidul atau Pantai Glagah di Jogja jauh lebih menarik daripada Pattaya.

Saya sampaikan kepada teman Thailand kami bahwa pantai ini membosankan dan tidak seperti yang kami harapkan. Untuk mengobati kekecewaan, kami diajak ke Taman di Chonburi dekat Pattaya. Namanya Nong Nooch Tropical Botanical Garden, semacam Kebun Raya di Bogor.

Salah satu keunggulan Botanical Garden adalah koleksi hampir semua jenis palem dari berbagai penjuru dunia. Bedanya dengan Kebun Raya Bogor adalah di taman ini juga disediakan atraksi-atraksi yang menghibur.

Mula-mula kami menyaksikan pertunjukan Thai boxing yang hanya 10 menit dan dilanjutkan dengan lima buah tarian dan pertunjukan yang masing-masing sekitar 5-10 menit saja.

Pertunjukan berbagai tarian dari pelosok Thailand ditampilkan dengan baik. Semua pertunjukan hanya memakan waktu kira-kira 45 menit saja. Pertunjukan pendek ini menyenangkan.

Keluar dari gedung pertunjukan, kami berjalan hanya kira-kira 200 meter, sampailah kami pada lapangan pertunjukan gajah. Berbagai atraksi gajah ditampilkan. Termasuk salah satu yang menarik adalah pijat gajah. Dari para penonton, yang mau membayar, diajak untuk maju ke tengah lapangan. Mereka diminta untuk tiduran di tikar. Mula-mula tengkurap. Kemudian gajah yang besar memijat mereka. Kemudian mereka diminta untuk telentang dan sekali lagi gajah memijatnya. Tentu saja dengan gaya yang kocak, seakan-akan akan menginjak bagian penting (selangkangan pria atau dada wanita) dari yang dipijatnya.

Terakhir dua gajah mengambar di atas sehelai T-shirt. Setelah gambar selesai T-shirt tersebut dijual ke penonton. Coba Way Kambas bisa kita kelola seindah ini. Pasti Way Kambas tak akan sepi pengunjung.

Selanjutnya kami berjalan menuju ke kebun bunga. Kebun bunga ini ditata dengan sangat rapi dan menyegarkan. Taman bunga ini sungguh tempat yang sangat tepat untuk membuat foto. Namun saya memutuskan untuk tidak membuat foto diri di sini. Saya takut wajahku akan menghancurkan pemandangan yang indah nian.

Dari kunjungan ini aku belajar bahwa kemampuan mengelola suatu tujuan wisata sangat menentukan keberhasilannya. Sekali kunjungan berbagai kenikmatan kita dapatkan.

Categories: Jalan-jalan
Tags:

35 Comments to “Selangkangan Hampir Diinjak Gajah”

Pages: [4] 3 2 1 »

  1. 35
    Handoko Widagdo Says:

    Kangmas DJ, terima kasih atas apresiasinya. Namun aku tidak terkesan dengan Pantai Pattaya. Pantai-pantai di Indonesia jauh lebih indah dibanding Pattaya

  2. 34
    Handoko Widagdo Says:

    Sopini kan memang unggulan bagi Pataya. Maaf ya yang namanya Sophie, atau Sopini. Sophie itu dari bahasa latin yang artinya bijaksana kok. Jadi tidak ada sangkut pautnya dengan Sopini. Sohie yang Sopin. Sophie yang cantik

  3. 33
    HN Says:

    JC: aku ngekek waktu masuk buku kesana. Isinya buku2 testi dari pada sopini….

    ada satu kejadian lucu waktu naik taksi a.k.a tuk tuk.

    Waktu kita bertiga naik kendaraan itu, kendaraan berhenti lalu menaikkan penumpang. seorang lelaki dan seorang “perempuan”. Lalu, kami menguping percakapan mereka.

    Lelaki: kamu benar-benar perempuan?
    Perempuan: Iya, aku benar2 perempuan lhooo….
    Lelaki: benarkah? *setengah ragu*

    ternyata oh ternyata, si “perempuan” berjakun. lalu, ngekek lah kami bertiga setelah kedua orang itu turun dari angkot.

  4. 32
    J C Says:

    Emon, itu namanya RELEVAN, tempat jualan (Pattaya) dan yang dijual (Jakarta Undercover)…

  5. 31
    HN Says:

    terima kasih Pak Hand, oleh2nya dari Pattaya…..

    Kemarin dulu sempat mampir di sebuah toko buku di Pattaya. Hanya ada satu penulis Indonesia yang bukunya masuk kesana, Jakarta Undercover…..

Pages: [4] 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silahkan tinggalkan komentar.

Image (JPEG, max 50KB, please)

Archives



Internet Sehat

Advanced NewsPaper customized by Team Baltyra.com