Junanto Herdiawan – Tokyo
Angin berhembus dari masa lalu,
Hujan rintik hari ini,
Musim semi mengintip malu,
Sakura ada di sini…
Pekan lalu, seorang kawan menyajikan kue yang sangat lezat dan menarik. Ia menyebutnya “Sakura Mochi”. Ini adalah salah satu jenis kue yang dibuat di Jepang menjelang musim semi tiba. Menjelang sakura merekah, berbagai tema tentang sakura memang bermunculan di Jepang. Starbucks Coffee misalnya, secara khusus mengeluarkan minuman bertema Sakura yang disebut Sakura Frappucino. Minuman ini berwarna pink sakura dengan rasa almond.
Namun secara tradisional, makanan yang paling populer di masyarakat Jepang menjelang musim semi adalah sakura mochi. Makanan ini juga dimakan saat diselenggarakannya festival boneka atau Hinamatsuri pada tanggal 3 Maret. Bentuk sakura mochi ini mungil dan indah. Keseluruhannya berwarna pink. Lapisan mukanya terbuat dari tepung beras tipis gulung.
Di dalam tepung beras, ada pasta kacang merah yang manis rasanya. Keseluruhan mochi ini dibungkus dengan daun sakura yang sudah diasinkan. Hal yang paling unik dan membedakan dengan mochi lainnya memang terletak pada daun sakura itu. Rasa daunnya asin gurih, menyatu dengan mochi yang manis dan lembut. Ketika rasa itu menyatu di dalam mulut, hmmmm… serasa musim semi bersemai di langit mulut anda.
Ada dua jenis sakura mochi di Jepang, yaitu model Kansai (Osaka dan bagian barat Jepang) dan model Kanto (Tokyo dan bagian timur Jepang). Kalau model Kansai, mochi terbuat dari beras ketan yang lengket. Model mochinya tertutup. Sementara model Kanto, mochi terbuat dari tepung beras dan bentuknya agak terbuka sehingga kita bisa mengintip onggokan kecil kacang merah menyembul di baliknya. Dan yang penting, keduanya sama-sama dibungkus daun sakura.
Kanto Style
Kansai style
Menikmati sakura mochi paling pas kalau didampingi teh hijau atau matcha. Seperti kalau kita makan singkong rebus dan kopi panas di suatu pagi. Timpalan yang saling berjalin kelindan.
Jepang adalah negara yang penuh dengan ritual dalam menghadapi hari maupun musim. Berbagai ritual itu adalah salah satu bentuk rasa syukur pada Dewa atas nikmat kehidupan yang diberikan. Membuat sakura mochi adalah juga bagian dari persembahan bagi Yang Maha.
Pagi ini, saya menyantap sakura mochi ditemani segelas matcha. Mensyukuri nikmatnya pagi.
Salam….
March 13th, 2010 at 09:07
Matur suwun teman-teman.. spring is just around the corner . Buat yang kedatangan spring, selamat menyambut dengan suka cita. Nev, beda rasanya sama yang di puncak tuh.. adonannya udah beda kayaknya hehe….
March 12th, 2010 at 10:12
pak ..bedanya sama moci2 yg dikenal disini bgmn pak ya? isinya kan juga kacang tuh pak….
tapi sama2 enak bwt lawan nge-teh…
hehehehe
March 11th, 2010 at 22:54
Wow…jadi ngeces nih……!
kelihatannya eunak sekali!
March 11th, 2010 at 21:38
Pak Jun…..enaak banget Sakura Mochinya.
March 11th, 2010 at 11:24
XA: paling-o JH ora keberatan………nek ono wong merusuh di artikelnya……ya kan JH?????? itu tanda sayang lo nek dirusuhi…….hehehhe
March 11th, 2010 at 11:14
Enak.