Thank God – Diva Still Virgin

Alexa – Jakarta

Beberapa waktu lalu kisah ini mewarnai berita di media massa, lagi-lagi seorang remaja putri dikabarkan melarikan diri dengan pria yang dikenalnya lewat Facebook. Nama ABG putri itu Diva Erreini Lelita dengan panggilan Erin (12 tahun) dan ABG cowo bernama Purwanto dengan panggilan Empunk ( 16 tahun). Saat Reno (ayah Erin) mencari Erin lewat sekolahnya.

Teman Erin menunjukkan akun Facebooknya dimana Erin sebagai temannya terlihat berdialog dengan Empunk untuk janjian pergi. Akhirnya sejam setelah Reno mengumumkan kehilangan anaknya lewat TV-One, ketua RT di tempat Empunk tinggal mengabarkan bahwa ia telah mengamankan Erin dan Empunk.

Keesokan harinya dalam Kabar Pagi di TV-One ada Reno dan istrinya dan juga Kak Seto. Ditanya oleh pembawa acara – ayah Erin dan ibunya menyatakan bahwa selama ini mereka merasa tidak ada masalah dalam hubungannya dengan Erin.

Tak lama kemudian Erin dipanggil untuk bergabung – sosok ABG yang bongsor untuk usianya dengan muka yang polos tanpa dosa. Saat ditanya kenapa dia kabur dari rumah, apakah dia ada masalah dengan orangtuanya. Erin tampak segan menjawab sehingga dengan sabar Kak Seto menanyakan dengan bahasa yang lebih komunikatif – di situ Erin mengaku bahwa ayahnya terlalu keras dan galak.

Selanjutnya ditanyakan bagaimana dengan Ibunya? Erin tidak berkomentar apa-apa…dikejar lagi oleh si presenter, “Apa ibu galak,” Erin menggeleng tapi aku melihat bahwa Erin tidak memperlihatkan suatu kesan positif kepada Ibunya.

Kali lain ada lagi wawancara dengan Ibunda Erin dan disitu si Ibu menjelaskan bahwa Erin baru saja menjalani visum dokter dan, “Thank God she’s still Virgin – tidak kurang satupun.” Aku dan seorang teman yang juga mengikuti ternyata punya pendapat yang sama – kenapa virginity yang jadi masalah besar, kenapa sampai sudah ada kejadian anaknya kabur tidak merasa bahwa masalah terbesar adalah komunikasi antar anak dan orangtua yang tidak berada pada frekwensi yang sama?

Seandainya Erin berhubungan dengan lelaki yang salah dan bukan dengan Empunk yang sama-sama polos? Bisa-bisa seperti cerita lain dari pelacuran ABG yang berawal dari perkenalan di Facebook. Mula-mula rayuan biasa trus pacaran trus diajak berhubungan badan dan ternyata saat tubuh tergeletak telanjang difoto oleh kekasih Facebook itu. Dan tak lama kemudian kekasih Facebook mengancam akan memposting foto itu, tentu saja ABG itu akan ketakutan dan keberatan. Dan kekasih Facebook minta ABG itu melayani lelaki lain dengan bayaran dan demikianlah Pelacuran via Facebook itu akan terjadi.

Pak Reno dan isteri semoga segera menyadari bahwa komunikasi dengan si ABG perlu diperbaiki seperti Kak Seto bilang – komunikasi dengan ABG saat ini tidak bisa seperti komunikasi kita saat ABG dengan ortu jaman dulu dimana sifatnya lebih banyak komunikasi satu arah. Kita si ABG jadul selalu menurut apa kata ortu, lha ABG sekarang kalau tidak menerima sikap dan “doktrin” dari ortunya akan mencari pelarian ke tempat lain – bisa ke peer groupnya atau bahkan ke orang asing yang dikenalnya lewat Facebook.

Hari Minggu, 28 Feb. 2010 ada berita mengejutkan tentang kecelakaan mobil dini hari saat mobil ini dengan kecepatan tinggi dari Flyover Kuningan berbelok di tikungan jalan Sumenep itu. Mobil menabrak pagar rumah dan seorang teman mereka dari mobil lain menghitung korban di mobil ternyata kurang satu. Si satu itu ternyata terlempar ke canopy rumah dari balik kemudi karena benturan keras dan tidak memakai seatbealt.

Dari siaran TV kulihat saat jenazah Rio Hartanto diturunkan dari canopy – terlihat lemas dan terkatung-katung (mungkin karena seluruh anggota tubuh patah). Sangat mengejutkan bahwa tiga korban tewas itu baru berusia 17 tahun dan bersekolah di tempat yang sama serta sama-sama bertempat tinggal di perumahan Taman Ratu, Jakarta Barat.

Sebagai orangtua yang memiliki anak sebaya mereka, aku sangat prihatin dengan kejadian seperti itu –tak terbayangkan bagaimana perasaan orangtua mereka yang kehilangan anak dengan cara yang mengerikan padahal pamitnya untuk menghadiri ulangtahun teman.

Keluarga Rio Hartanto bahkan sangat terkejut karena sepengetahuan mereka Rio belum bisa mengemudikan mobil. Pihak polisi mensinyalir bahwa mereka sedang dalam pengaruh minuman keras….

Akh anak yang terlahir dari rahim sendiri, yang berambut jabrik dengan raut muka polos dan masih minta uang buat beli kado ultah teman ternyata mengkonsumsi minuman keras (?), ternyata dia yang sedang tumbuh menjauh dari ortu dan lebih dekat dengan teman-temannya, tiba-tiba pulang sebagai kejutan yang mematikan.

Aku jadi merasakan betapa beratnya tugas orangtua yang memiliki anak terutama ABG saat ini, tidak hanya bertanggung jawab secara fisik dan materi tetapi juga membina moral dan akhlak agar anak bisa tumbuh sehat lahir dan batin. Somehow rasanya seperti memainkan layangan: harus tahu kapan menarik dan mengulur tali. Anak sekarang tidak lagi hanya merujuk pada ortu, mereka sangat tergantung pada peer group mereka, nah salah-salah pilih maka berarti salah pergaulan pula.

Untungnya juga belajar dari teman kantor yang duluan memiliki anak ABG pada sigap mengulur dan menarik tali layangan masing-masing. Contohnya saat aku menemani Bibin menjemput Adinda (anaknya) yang baru berusia 12 tahun di sekolahnya yang berbasis keagamaan di Pondok Indah – Adinda cerita sembari menunjuk seorang gadis kecil lain bahwa anak itu Perek. Whaat?

Dari mana Adinda tahu istilah Perek dan bagaimana seorang anak 12 tahun bisa jadi Perek. Ternyata mama si “Perek” itu selalu membekali anaknya dengan makanan dari rumah dan tidak pernah memberikan uang jajan, sementara di sekolah jajanan itu so tempting. Dan si “Perek” yang ingin jajanpun memutar otaknya yang kecil untuk mencari uang pembeli jajanan itu- dan voila dia menemukan “ide cemerlang”. Dia menawarkan pada teman-teman lelakinya untuk memegang payudaranya yang baru saja tumbuh itu dengan imbalan bayaran Rp.5.000,- sekali pegang dan akhirnya dengan cara ini dia bisa memiliki uang jajan.

Bibin langsung ketakutan, dia langsung turun dari mobil dan menghampiri seluruh pedagang jajanan baik yang di kantin sekolah maupun yang ada di luar sekolah serta memperkenalkan sebagai Ibu dari Adinda – seraya menunjuk anaknya dan memberikan business cardnya dia meminta para pedagang itu supaya tetap memberikan pesanan anaknya kendatipun saat itu anaknya sedang tidak punya uang. Silahkan mereka menelpon dan menagih Bibin jika Adinda berhutang dengan mereka.

Aku suka bingung dengan orangtua yang memberikan uang jajan anak secara berlebihan – anak dalam satu hari bisa pegang uang ratusan ribu padahal rumahnya di gang kecil. Aku sendiri jadi sulit mengukur uang saku yang layak diberikan pada anak dan memang ukuran CUKUP itu sulit. Untung suatu hari tercipta juga ukuran cukup manakala teman anakku yang beruang saku ratusan ribu/hari itu menelponku untuk pinjam uang bagi pembayaran SPP (?).

Waktu Bocah masuk SMP – mulai deh dia merasakan naksir/ditaksir lawan jenis untung saat itu pacaran cuman pacaran SMS. Jadilah si Bocah berganti pacar seperti ganti baju – bisa pacaran tiga hari, seminggu paling lama sebulan. Semua hanya komunikasi SMS – amaaaan.

Hingga suatu hari dia kenalan dengan teman sebaya dari sekolah lain yang kebetulan tinggal di kompleks tetangga. Nah mengerikannya si anak 2 SMP (sebut saja Kevin) ini main ke rumah dengan mengemudikan mobil keren. Secara halus kutanyakan gak papa tuh nyetir mobil sendiri, apa lagi dia juga menyetir mobil ke sekolah yang berarti melewati jalan raya. Eh dengan enteng Kevin menjawab, “Kan polisinya anak buah Papa semua,” (lha iya sih kompleks sebelah itu Kompleks Polri which mean Bapake Polisi).

Aku masih berkeras dengan cara halus, “Gimana kalau kesini naik kendaraan umum saja (ojek atawa mikrolet),” eh si Kevin bilang kalau mamanya tidak mengijinkan dia naik kendaraan umum….walah.

Sampai suatu hari si anak menelponku dengan gundah, bertanya bagaimana cara menghadapi orangtua yang berantem terus? Tiap hari mereka cekcok, walaupun dilakukan di kamar tapi kedengaran juga. Abis itu mama akan pergi sampai malam dan papa menangis…whaaat? Polisi yang gagah itu bertekuk lutut di bawah kaki si isteri. Aku hanya bisa menasehati supaya dia bersabar karena untuk saat itu nothing that he can do….menyedihkan sekali; bergelimang harta tapi harus menyaksikan ortu cekcok.

Begitulah banyak kejutan yang kujumpai dalam berhubungan dengan ABG – baik si Bocah maupun teman-temannya. Pernah juga saat itu aku bersama teman makan di suatu warung makan, tak lama datanglah segerombolan ABG dari sekolah berbasis keagamaan. Ternyata besok mereka dapat raport bayangan dan di warung itu mereka mengatur strategi membicarakan bagaimana menjelaskan ke ortu mereka soal nilai-nilai yang jeblok…aku hanya bisa senyum mendengarnya.

Dalam hal Facebook – adik-adikku punya akun facebook dan jadi teman dari si Bocah- jadi selalu ada siaran pandangan mata, pernah suatu saat seorang teman Bocah menyarankan untuk menerima “tembakan” teman mereka. Adikku langsung nulis di wall Bocah…”Bocah, tidak boleh pacaran dulu, tertanda Tante.” Kata Bocah, teman-temannya di sekolah langsung heboh tapi banyak juga yang minta di Add jadi teman adikku.

Aku tidak tahu formula yang pas antara orangtua dan anak dalam berhubungan tapi paling tidak kuusahakan selalu keep in touch dan tahu kapan menempatkan diri sebagai teman dan kapan menempatkan diri sebagai orang tua – berusaha untuk mengikuti irama mereka, the rest…serahkan semuanya pada yang Kuasa…dan pastinya sangat tidak siap jika harus menghadapi kejutan seperti yang terjadi pada ortu Diva, Rio dll.

Teriring ucapan turut berduka cita kepada orangtua Rio Hartanto, Alvin Januar dan Nikita – semoga diberikan ketabahan dalam menerima kehilangan putra/putrinya.

Ilustrasi: beritajakarta.com

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

112 Comments to "Thank God – Diva Still Virgin"

  1. Anymous  6 March, 2011 at 13:25

    tolong forum ini di benar kan….. kalo dia ngerem sambil membanting setir…. mobil low gravity seperti RaV4 bakal terguling… gw ga setuju kalo si ts bilang…. dalam pengaruh alkohol…. sebelum kecelakaan gw ama mereka jalan… gw balik sendiri…. si rio aja tau kalo di banting setir… semua yang didalem mobil pasti tewas…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *