Si Mata Merah

Cinde Laras

Si anak tengah pulang sekolah dengan keluhan pegal dan perih di mata, baru saja sehari sebelumnya dia cerita beberapa temannya terkena belekan, salah satu penyakit mata paling menular di musim pancaroba kayak sekarang. Sudah dicoba tangkis dengan tetesan Insto, weee….akhirnya kena juga. Ya sudah, terima saja. Paling setelah ini langsung ditetes pake Cendo Xitrol saja.

Belekan atau sakit mata merah, apa sebabnya ? Belekan dalam istilah kerennya disebut radang konjungtivitas, disebabkan oleh serangan virus yang terkadang juga ditimbrungi oleh kuman lain seperti bakteri. Pada bayi, konjungtivitas terjadi lebih karena tersumbatnya saluran air mata yang membuat aliran air mata bayi terhambat masuk ke rongga hidung. Air yang menggenang terus-menerus di kelopak mata bayi akan membuat bakteri datang mengganggu.

Pada orang dewasa dan anak-anak yang terkena serangan penyakit ini, pertama-tama akan merasakan pegal di mata, lalu terasa perih hingga selalu mengeluarkan air. Garis-garis merah kemudian muncul di seluruh permukaan putih mata penderita, dan kotoran serupa nanah akan tak henti-henti keluar dari sudut mata. Penularannya melalui sentuhan atau kontak langsung dengan penderita, tapi selain itu juga dapat ditularkan melalui udara. Jadi, kalau sudah terkena penyakit ini, sangat dianjurkan untuk tidak beraktifitas di tempat ramai untuk alasan demi tidak tertularnya orang lain.

Ada beberapa jenis konjungtivitas yang diketahui selama ini. Jenis-jenis itu adalah :

  1. Konjungtivitas yang disebabkan oleh reaksi alergis terhadap debu, spora jamur, ketombe, atau kontak langsung dengan air or kosmetik yang mengandung zat klorine.
  2. Konjungtivitas bacterial, dicirikan dengan kotoran yang berwarna kekuningan agak mirip seperti nanah. Cara mengurangi rasa sakitnya dengan mengompres mata memakai air hangat yang sudah dibubuhi cairan anti biotik, atau dengan menggunakan obat tetes mata untuk bakteri – yang demi alasan amannya harus pakai obat tetes apa, sebaiknya kita minta advis dokter.
  3. Konjungtivitas viral , adalah konjungtivitas yang menyertai serangan flu dan pilek, biasanya menghasilkan semacam kotoran hitam, tapi lebih banyak keluar air di banding konjungtif bakteri sehingga jika bangun tidur mata akan sangat rapat dan sulit untuk terbuka. Hal semacam ini biasanya terjadi jika antibiotik yang kita asup tidak bekerja sepenuhnya, maka diperlukan 2 – 3 minggu untuk menghilangkannya.

Bagaimana mengatasi konjungtivitas ?
Tidak semua infeksi mata perlu diobati jika penyebabnya virus. Namun, jika penyebabnya kuman, baik sejak awal maupun kuman yang menunggangi kemudian, diperlukan antibiotika. Terlebih jika infeksinya oleh trachoma yang komplikasinya bisa mengakibatkan kebutaan.

Ada dua macam obat untuk penyakit ini, salep dan tetes. Untuk penyakit infeksi mata yang berat, daya kerja salep lebih bertahan lama. Sebab, sesuai bentuknya, obat berbentuk salep lebih mudah menempel dan bertahan lama pada selaput lendir mata dibandingkan dengan obat tetes. Obat tetes cepat habis masa kerjanya karena mudah mengalir keluar lagi bersama air mata. Sehingga obat tetes lebih sering dipakai daripada obat berbentuk salep, mungkin setiap 3 – 4 jam sekali. Atau bisa lebih dari itu, sesuai tingkat keparahan infeksinya.

Salep kurang disukai sebab mengganggu pandangan dan memberikan rasa kurang enak di mata, selain kurang sedap dipandang. Lagi pula tidak semua pasien memakai salep mata secara benar. Mereka mengoleskan salep pada selaput lendir merah kelopak mata, bukan langsung pada biji mata, sehingga berlepotan mengenai bulu mata. Caranya mirip dengan cara mengoleskan odol pada sikat gigi. Di depan cermin, salep dioleskan pada sisi dalam kelopak mata bagian bawah dengan cara menarik kelopak mata bawah.

Di bawah ini ada beberapa tips yang bisa kita lakukan bila kita terkena konjungtivitas:

  1. Belilah obat infeksi mata sesuai dengan resep dokter, karena obat mata yang ada dipasaran belum bisa sampai membunuh bibit-bibit penyakitnya dan tidak semua penyakit mata merah sama penyebabnya dan sama pula obatnya. Pemakaian obat mata sembarangan bisa membahayakan mata. Untuk infeksi mata yang dinilai parah, dokter mempertimbangkan pemberian obat minum, selain salep atau obat tetes mata. Jangan lupa untuk selalu melihat tanggal kadaluarsa, salah-salah mata anda akan bertambah parah.
  2. Jangan menyentuh mata dengan jari, karena banyak kuman yang menempel pada jari tangan, jika terjadi gatal gunakan kain katun lembut untuk mengusapnya. Jangan gunakan tissue, seratnya yang kasar karena terbuat dari selulosa kayu akan membuat kelopak mata teriritasi.
  3. Dengan mata terpejam basuhlah kelopak mata dengan air hangat, INGAT!!! Air hangat bukan air panas jika terlalu panas justru akan menyebabkan iritasi, hal ini untuk melunakkan dempetan mata dan menghilangkan kotoran sisa belekan yang masih menempel pada kelopak mata usapkan 3 – 4 kali sehari setidaknya 5 mnt.
  4. Gunakan obat tetes mata yang tepat untuk mengurangi iritasi dan rasa gatal pada mata.
  5. Hindari riasan sekitar mata bila sedang terkena radang. Jangan dulu menggunakan kontak lens jika masih infeksi.
  6. Seringlah mencuci tangan memakai sabun karena secara tidak sadar per hari kita menyentuh daerah mata sekitar 10 kali.
  7. Jika dalam 2 – 3 hari mata semakin tidak nyaman dan sensitive terhadap cahaya, cobalah untuk istirahatkan mata anda (maksudnya tidurlah yang cukup) min 6 jam. Jika sakit berlanjut- segera kembali ke dokter. Barangkali saja keadaan sakitnya lebih parah dari perkiraan. Dokter bukan Tuhan yang tau segalanya, mereka cuma bisa mendiagnosa berdasarkan sympthom yang ada. Dan kadang perkiraan mereka meleset di saat pertama.
  8. Atau coba cara yg tradisional. Ambil daun sirih segar 4 lembar direbus, setelah dingin gunakan untuk kompres mata yg sakit. Tapi sudah dicoba, cara yang ini perih sekali : (

Bagaimana mencegahnya ?

Pada bayi, setelah infeksi teratasi, ibu dapat membantu “membuka” saluran air mata bayi dengan cara memijat dengan menggerakkan ibu jari dari pangkal hidung (tepi mata sebelah dalam) ke arah hidung (ke arah bawah). Atau, pijat dalam gerakan berputar-putar. Lakukan hal ini 2 – 3 kali sehari. Jika merasa bahwa ibu jari kita terlalu besar, gunakan jari lain untuk memijat bagian tersebut.

Virus penyakit ini biasanya ada di tempat-tempat yang kotor dan kumuh, seperti percikan air banjir. Di musim pancaroba seperti sekarang, virus ini akan dengan mudah terbawa angin. Hindari memegang dan mengucek mata jika terasa gatal. Dan hindari juga kontak langsung dengan si penderita.

Yang pasti, sebaiknya kita mulai membiasakan hidup sehat dan bersih. Karena bagaimanapun, mencegah itu lebih baik daripada mengobati.

Sumber:
adproindonesia.multiply.com/journal/item/149
www.infobunda.com/pages/newforum/posts.php?topic=9923

picture : klikdokter

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.