Definisi Cinta

Syanti – Sri Lanka

Sampai saat ini, saya masih belum mendapatkan defenisi “Cinta” yang benar-benar bisa memuaskan diri saya. Selama ini arti cinta masih merupakan suatu mystery…..yang dapat berubah-ubah sesuai dengan perkembangan usia …..!

Beberapa tahun lalu, pada waktu putri kami memasuki usia remaja bertanya kepada saya.

“Mama waktu masih pacaran sama papa, dapat hadiah apa, untuk Valentine day?”

Mendengar pertanyaan putri kami, saya agak terperanggah dan setelah berpikir sejenak saya menjawab pertanyaan tersebut.

“Pada waktu itu di Indonesia, perayaan Valentine day, belum populer seperti sekarang. Jadi kami tidak merayakan Valentine day “

Jawab saya dengan jujur, karena memang pada masa itu di Indonesia belum ada valentine day…..tetapi seandainya memang sudah ada, apakah kami akan merayakannya dan dapat hadiah apa ya??? Mengingat si abang yang sekarang telah menjadi suami saya bukan termasuk orang yang romantic. Hehehe.

“Jadi bagaimana mama tahu kalau papa itu cinta sama mama?”

Tanya putri kami lagi, dengan penuh ingin tahu dan merasa tidak puas dengan jawaban yang saya berikan.

Bagi putri kami yang sedang menginjak masa remaja, “Cinta “ identik dengan sekotak coklat dan seikat mawar merah!

Seingat saya, belum pernah suami tercinta secara khusus membawakan sekotak coklat maupun seikat mawar merah. Jadi cintakah dia??? Hehehe.

Karena cinta, banyak orang yang mau berkorban apa saja…..termasuk tahta kerajaan. Karena cinta, seringkali membuat seseorang menjadi begitu egois……karena seringkali kita tidak perduli pada siapa saja yang penting kita bisa mewujudkan cinta kita..

Karena cinta seseorang harus meninggalkan orangtua serta saudara-saudaranya….contohnya saya sendiri hehehe.

Pertanyaan pertanyaan yang diajukan putri kami tersebut, membuat saya merenung

“Apa artinya cinta?” sebuah kata yang terdiri dari lima huruf yang mempunyai makna yang berbeda bagi setiap orang.

Cinta pada masa remaja, bagi saya berarti adanya perasaan saling mengagumi yang disertai rasa malu dan sering membuat tingkah laku kita serba salah. Dan pada umumnya kita masih belum berani menyatakan perasaan kita……Cukup dengan saling memandang dari jauh, merasa bahagia walaupun hanya sekedar mengetahui warna baju apa yang si dia pakai hari itu…hi hi hi hi

Pada masa ini cinta masih berdasarkan pada penampilan phisik…maksud saya kita merasa tertarik pada lawan jenis kita, karena dia cantik atau guanteng! dan popular dilingkungan kita. Baik popular karena prestasi olah raga maupun dalam berorganisasi, kadang-kadang walaupun penampilannya tidak terlalu cantik atau ganteng tetapi bila berprestasi dan popular, akan menjadi idola. Berbeda dengan yang mempunyai sifat pemalu pada usia ini , pada umumnya kurang penggemarnya, walaupun dia pintar dan penampilannya menarik.

Bagi saya pada masa remaja, “Cinta adalah perasaan saling mengagumi yang disertai perasaan ingin saling menarik perhatian”

Ini pendapat saya lho!….mungkin ada diantara pembaca Baltyra yang mempunyai pendapat lain.

Dengan bertambahnya usia, kita sudah mulai menunjukan perasaan kita, walaupun masih agak malu-malu. Mulai ada perasaan yang kuat ingin saling memiliki disertai rasa cemburu, ada perasaan ingin selalu bersama dan berusaha mengikuti keinginan pasangan kita. Walaupun sesungguhnya kita kurang menyukainya.

Saya jadi teringat pada masa tersebut, saya sedang naksir seseorang. Karena ingin bersama nya dan menunjukan perhatian saya…….sampai saya harus berdiri kepanasan di pinggir jalan dekat gedung sate, hanya untuk ikut si dia menonton balap gokard . padahal saya tidak menyukainya. Pulang-pulang sampai sakit kepala, hanya ingin menunjukan betapa saya mencintainya hehehe.

Berarti “Cinta adalah pengorbanan!”

Cinta pertama saya adalah dengan teman kuliah saya pada waktu di tingkat pertama, tetapi bukan berarti sebelumnya saya tidak pernah jatuh cinta lho! Saya sudah mulai tertarik pada lawan jenis, semenjak berumur 13 tahun, tetapi tidak ada yang serius. Hanya bagaikan cinta semusim. Tetapi jangan salah lho banyak juga pasangan yang menikah dan mereka berpacaran sejak masa di sekolah menengah pertama.

Mengapa saya katakana dia adalah cinta pertama saya, karena dia memang pernah mengisi relung-relung hati saya….wow romantisnya. Dan hati saya merasa begitu sakit pada waktu hubungan percintaan kami berantakan. Pengalaman tersebut cukup membuat saya merasa kehilangan rasa percaya diri saya, sedih, benci tetapi masih ada rasa ingin memilikinya.

Pada masa ini “Cinta adalah, bukan berarti harus memiliki!” hiks hiks.

Kegagalan tersebut membuat saya merasa takut untuk jatuh cinta, karena saya takut kalau gagal lagi. Bukan berarti saya tidak tertarik lagi pada lawan jenis……tetapi saya menjadi lebih hati-hati. Saya mulai mencari seseorang yang bisa saling mengerti dan saling mengisi kekurangan dan kelebihan diri kita masing-masing. Dan yang dapat membuat kita berdua merasa bahagia..

Istilah populernya, mulai mencari belahan jiwa atau soulmate……!

Sampai akhirnya saya bertemu dengan seorang yang dapat membuat saya bahagia dan menjadi diri saya sendiri…….maksud saya tidak perlu berpura-pura untuk mendapatkan perhatian darinya, dimana saya bisa bebas mengemukakan pendapat saya.

Kami berjalan beriringan besama, walaupun pada waktu itu banyak orang yang menentang percintaan kami, terutama orang tua saya….tetapi saya tidak perduli yang penting saya bahagia dan diantara kami tidak ada problem. kami masih sama –sama single….hanya kami berbeda bangsa, keyakinan dan tradisi.

Ternyata “Cinta adalah egois ! ” karena cinta bisa membuat kita berontak pada lingkungan kita, yang penting kita bahagia.


Banyak terjadi karena cinta, kita tidak perduli apakah orang yang kita cintai tersebut sudah milik orang lain….maksudnya telah berkeluarga. Pokoknya karena cinta kita ingin memilikinya bagaimana pun caranya.

Setelah melalui berbagai perjuangan akhirnya kami dapat mewujudkan cinta kami dalam suatu pernikahan. Kami berhasil meyakinkan lingkungan kami ternyata dalam cinta dapat menyatukan perbedaan-perbedaan.( dalam hal ini perbedaan suku dan tradisi )

“Cinta adalah suatu perjuangan dan tidak mengenal ras maupun religi !”

Ternyata pada tahun-tahun pertama pernikahan, kami baru menyadari sebagai individu kami berbeda. Sehingga sering timbul konflik karena kebiasaan yang berbeda, seperti cara mengatur keuangan, cara mengatur rumah sampai jam makan. Pada waktu itu, saya merasa telah menikah orang yang berbeda, bukan orang yang menjadi pacar saya sebelumnya” hehehe.

Karena pada masa ini seringkali kita ingin merubah pasangan kita sesuai dengan keinginan kita….tidak jarang pada masa-masa ini, banyak pernikahan yang gagal yang diakhiri dengan perceraian.

“Cinta harus dapat menerima keberadaan pasangan kita!”

Dengan berjalannya waktu kami berusaha untuk saling menyesuaikan diri, kadang-kadang kami bertengkar karena berbeda pendapat. Seperti bagaimana cara mendidik anak, mengatur keuangan ….dan sebagainya….dan sebagainya….sampai masalah kehidupan sexual!

Melalui berbagai perbedaan-perbedaan yang ada dan segala problem dalam kehidupan keluarga kami……..membuat kami lebih mengenal pasangan kami. Baik yang positive maupun yang negative. Akhirnya kami mulai dapat saling menerima keberadaan kami masing-masing.

Sekarang 23 tahun sudah kami hidup bersama sebagai suami istri tepatnya 22 Maret 1987 kami telah bersatu dalam kasih …didalam pernikahan yang Kudus !

Saya menyadari sebagai ibu dan istri, masih banyak kekurang saya….tetapi saya berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga saya.

Untuk suamiku sayang….terima kasih atas kasih sayang dan kesabaran yang telah diberikan selama 23 tahun ini !

“Cinta dimana bersatunya perasaan dari dua individu yang berbeda dalam mencapai kebahagiaan. Karena cinta membuat seseorang mau berkorban….cinta membuat seseorang mau saling menerima pasangan kita apa adanya !

Itulah definisi cinta bagi saya saat ini ! Mungkin ada diantara rekan-rekan yang mau menambahkan atau mengoreksinya ….silahkan !

Have a nice day!

Picture : indusladies, sodahead.com

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.