Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Lezatnya Nattou Jepang

Thursday, 25 March 2010

Viewed 3141 times, 1 times today | 73 Comments |

Ryu & Yuka-chan no mama

Dear pembaca Baltyra,

Ada banyak masakan dan makanan negeri Sakura yang cukup familiar bagi rakyat Indonesia. Sebut saja, yakiniku, shabu – shabu, okonomiyaki, sushi, dan masih banyak lagi. Tetapi bagaimana dengan nattou 納豆納豆)? Saya yakin hampir 99,9 % rakyat Indonesia tidak paham tentang nattou.

納豆 ( なっとう) adalah makanan khas yang paling merakyat bagi masyarakat Jepang. Benar-benar makanan khas yang merakyat bagi semua rakyat Jepang, nyaris tiap keluarga Jepang pasti kulkasnya terdapat nattou. Nattou begitu digemari oleh rakyat Jepang, akan tetap bagi orang luarnegeri pasti akan bilang “No nattou, please”. Memang nattou mempunyai rasa yang khas dan unik, sekaligus bentuk dan rupa yang menjijikkan karena berlendir.

Definisi tentang nattou, saya kutip dari media Jepang.

Nattou adalah makanan tradisional, khas Jepang, terbuat dari biji kedelai yang difermentasi. Rata-rata nattou dimakan saat sarapan pagi. Biasanya nattou dimakan dengan sedikit shoyu (kecap asin Jepang) dan dimakan bersama nasi hangat. Simple bukan? Hanya saja nattou ini mempunyai bau yang sangat khas, akibatnya banyak orang luar negeri yang tidak tahan dan menghindari acara makan nattou.

Nattou merupakan makanan yang menyehatkan dan mengandung banyak protein. Nattou sangat bagus terutama bagi orang yang sedang melakukan program diet. Nattou sangat terkenal di daerah Kanto Timur seperti Ibaraki.

Berbagai macam resep masakan nattou, misalnya shio nattou, nattou dimakan dengan rasa taburan garam, toast nattou, nattou sushi, nattou dalam sup miso, salad nattou, okonomiyaki dengan rasa nattou, spaghetti dengan rasa nattou, nattou yang dikeringkan sebagai makanan ringan atau cemilan, bahkan ada juga es krim rasa nattou. Memang untuk masalah kreativitas, bangsa Jepang ada saja caranya untuk melestarikan makanan tradisional seperti nattou.

Cara makan nattou yang paling simple dan mudah buat pemula adalah sebagai berikut :

Cukup makan nattou dengan sedikit shoyu. Sebelum nattou dinikmati kelezatannya, tuangkan shoyu secukupnya di atas nattou. Aduklah nattou dengan sumpit. Adukan dalam gerakan memutar. Semakin lama mengaduk maka nattou akan semakin berlendir dan berbuih seperti ada busa kecil. Kurang lebih adukan yang pas adalah sekitar 30 – 50 kali. Konon, kalau adukan nattou kurang lama maka kelezatan nattou akan berkurang. Setelah selesai mengaduk nattou, maka tuangkan nattou di atas nasi hangat dan makanlah. Lezat sekali dijamin ketagihan saking enaknya.

Bagaimana dengan orang luarnegeri yang kebetulan tinggal di negeri sakura ? Walaupun rata-rata orang luarnegeri di Jepang ngeri bahkan menolak makan nattou akan tetapi bersyukurlah saya justru menyukai makan nattou. Memang mulanya rasanya aneh dan sedikit nggilani (menjijikkan).

Saya teringat pertama kali makan nattou. Saat itu alm. mertua laki dengan seksama melihat dan sedikit was-was kalau saya menolak makan nattou, maklum beliau meyukai nattou. Jangan tanya baunya nattou, khas sekali dan menyengat, maaf, kalau saya bilang seperti”bau tempe yang belum jadi, masih dalam proses fermentasi”. Saat saya sedang menelan nattou, langsung mertua laki dengan antusiasnya bertanya,”Bagaimana ?”

Suami pun was-was, begitu pula mertua perempuan sedikit kuatir. Setelah makan nattou, saya tersenyum lebar dan berkata,”nattou makanan yang enak. Jangan kuatir saya bisa makan nattou.” Saat itu mertua laki senang sekali dan tertawa lebar melihat saya bisa makan nattou. Itulah perkenalan saya pertamakali dengan makanan Jepang yang bernama nattou.

Pembaca Baltyra, sejujurnya saat itu saya pun ingin “muntah” makan nattou untuk pertama kalinya. Tetapi tidaklah sopan memuntahkan makanan bukan? Hanya karena saya menghargai ketiga orang Jepang yang ada dihadapanku maka saya paksakan telan semua nattou.

Jangan tanya rasanya nattou, perasaan campur aduk akan tetapi saya tetap mampu untuk makan nattou dengan senyum lebar. …hahahaha. Saya lebih suka menjaga perasaan ketiga orang Jepang yang melotot dengan was-was kuatir saya tidak menyukai nattou, makanan khas Jepang. Pantang bagi saya untuk memuntahkan makanan, walaupun saya tidak menyukainya? hahahaha……

Bayangkan saja makan nattou yang berlendir dan baunya seperti tempe yang dalam proses fermentasi alias setengah jadi. Kejadian ini bukan berarti saya munafik atau berpura-pura suka nattou akan tetapi saya lebih suka menjaga perasaan kedua orang tua (mertua). Tidaklah mungkin saya semburkan atau muntahkan nattou di hadapan mertua.

Saya sadar, kalau saya muntahkan nattou di depan ketiga orang Jepang ini maka kelak mereka pun sungkan mengajak saya makan makanan Jepang. Ternyata bisa juga orang luarnegeri menikmati nattou bukan? Dalam benakku”Saya sudah sampai Jepang, sudah nikah dengan orang Jepang. Jadi makanan Jepang seperti apapun harus bisa saya biasakan”.

Jadilah saya cari jenis-jenis nattou yang cocok dengan selera lidahku. Saya banyak bereksperimen, cari dan beli bermacam-macam nattou di supermarket. Ternyata memang benar, di supermarket Jepang ada banyak ragam nattou. Nattou kegemaranku adalah nattou dengan ukuran kedelai yang mini, inilah yang paling enak. Kecil bentuk kedelainya dan tidak begitu bau dan rasanya sedap sekali.

Nattou sudah jadi salah satu makanan kesukaan keluarga kami di Jepang. Harganya terjangkau hanya 78 yen – 99 yen untuk 3 porsi nattou. Biasanya dalam bentuk kotak kecil untuk 1 porsi, sekali makan (lihat gambar). Di dalam kotak nattou terdapat shoyu dan karashi (semacam cabe model Jepang, rasanya menyengat pedas).

Silakan coba nattou dijamin ada 2 kemungkinan, muntah saking jijiknya atau mungkin lidah bisa menerima dan senang makan nattou seperti saya. Jadi jangan takut dahulu untuk mencoba nattou. Memang bentuknya nggilani / menjijikkan karena berlendir akan tetapi kalau kita bisa menikmati nattou maka tidak akan bermasalah bukan?

Selamat menikmati nattou.


Salam hangat dari Jepang,

Ryu & Yuka-chan no mama

Share This Post

Posted by Thursday, 25 March 2010 on 00:08.

Categories: Food. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

73 Responses to “Lezatnya Nattou Jepang”

Pages: [8] 7 6 5 4 3 2 1 »

  1. 73
    RYc no mama Says:

    Kanakin : Maaf terlambat balas komennya …Benar , orang Jepang banyak makan makanan yang berasal dari kedelai . Tapi banyak tidaknya orang Jepang yang ada masalah dgn tyroid ini saya kurang tahu . Tapi memang segala sesuatu yang berlebihan kurang baik buat kesehatan . Tambahan pengetahuan buat saya untuk tanya kepada orang Jepang …saya koq tidak sampai kepikiran soal tyroid ? hehehe…terimakasih juga buat Om Kanakin yang telah baca dan menulis komen ….

  2. 72
    Kanakin Says:

    Saya pernah makan Nattou ini di Tokyo, waktu itu ngak tahu namanya apa dan ada bau khas (busuk?).Tapi karena tahu ini banyak gizinya saya makan juga dengan di telan2 saja dengan nasi. Ingin tanya apakah di Jepang banyak orang yang ada masalah tyroid? Karena orang Jepang banyak makan makanan yang berasal dari kacang kedelai mestinya banyak juga yang terjadi pembengkakan tyroid (goiter) yang disebabkan oleh isoflavones di kacang kedelai yang walaupun dimasak tidak akan hilang. Itu yang banyak diklaim sebagai anti oksidant/anti kanker tapi efek sampingnya juga ada seperti yang saya jelaskan diatas. Sayur2an juga banyak yang mengandung isoflavones tapi kalau kena panas akan rusak. Laki2 mungkin tidak terlalu bagus untuk makan makanan yang mengandung pytoestrogen, untuk wanita yang sudah menopause mungkin berguna sekali karena produksi estrogen nya sudah menurun. Jadi bisa dimengerti kalau pendeta2 Budha banyak makan makanan yang dibuat dari kacang kedelai, untuk mengontrol hormon laki2nya?
    Thanks untuk article anda yang memberi tambahan pengetahuan makanan Jepang.

  3. 71
    elnino Says:

    Makasih banyak kirimannya SU… Mmmm tapi kalo boleh saya pilih tahu sumedang aja deh

Pages: [8] 7 6 5 4 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)