Operasi Penghancuran Ekonomi

Iksan Purnomo

Jatuhnya perekonomian Negara-negara berkembang di Asia bukan kebetulan semata. Krisis moneter yang berkembang menjadi krisis ekonomi yang menghancurkan merupakan buah karya dari sebuah kerja sistimatis.

Siapakah yang melakukan rekayasa-rekayasa jahat itu ? John Perkins, penulis buku “Confessions of An Economic Hit Man” mengungkapkan pola operasi intelijen ekonomi dalam penghancuran perekonomian berbagai Negara. Perkins menyebut para pelakunya, dan dia sendiri termasuk salah satu pelakunya, sebagai “preman ekonomi” alias “the economic hit man”.

Preman ekonomi adalah para professional yang digaji itnggi untuk menipu Negara-negara di seluruh dunia triliunan dolar. Mereka menyalurkan uang dari Bank Dunia, USAID (US Agency for International Development) dan organisasi “bantuan” luar negeri lainnya ke perusahaan-perusahaan raksasa dan segelintir keluarga makmur yang mengontrol sumber daya alam di muka bumi.

Alat kerja mereka meliputi lspotsn keuangan palsu, pemilu yang direkayasa, penyuapan, pemerasan, seks dan pembunuhan. Mereka memainkan permainan yang sama dengan imperium masa lalu, dengan beberapa penyesuaian dengan era globalisasi.

Ada dua tujuan preman ekonomi, Pertama, memberikan justifikasi atas pinjaman-pinjaman internasional yang mengalirkan keuntungan terhadap Chas T Main dan perusahaan Amerika lainnya, seperti Becthel, Haliburton, Stone & Webster serta Brown & Root. Keuntungan itu didapat melelui proyek-proyek teknik dan konstruksi raksasa.

Kedua, membangkrutkan ekonomi negara-negara yang menerima pinjaman, sehingga mereka selamanya terikat hutang.

Ikatan ini akan membuat Negara-negare tersebut akan mudah meng-iyakan permintaan-permintaan : menyediakan tempat untuk pangkalan militer, memberikan suara dukungan di forum PBB atau memberikan akses untuk mendapatkan minyak dan sumber daya alam lainnya.

PENUH MANIPULASI

Tugas preman ekonomi antara lain membuat perkiraan dampak investasi dana miliaran dolar di sebuah Negara. Mereka membuat laporan yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dalam jangka 20-25 tahun ke depan, tentunya dengan manipulasi dan angka-angka fiktif.

Dengan analisis ekonomi manipulatif itu, preman akonomi menipu Negara-negara di dunia. Fungsi utama mereka mendorong para pemimpin di dunia agar terjerat dalam perangkap hutang yang memastikan mereka tetap loyal. Selanjutnya, para pemimpin itu akan menuruti apapun kebutuhan Amerika, baik politik, ekonomi maupun militer.

Sebagai imbalannya, posisi politik para pemimpin itu akan mendapatkan sokongan berupa investasi industry, pembangkit listrik dan bandara sebagai bukti mereka mampu membangun kesejahteraan negaranya.

Siapakah John Perkins ? Dia lulusan College of Business dari Boston University. Dia dibesarkan di tengah keluarga guru di kota kecil yang miskin. Latar belakang ini membuatnya memiliki ambisi dan obsesi untuk hidup makmur. Perkins menikah dengan Ann, kawan kuliahnya. Dari istrinya itu dia mengenal seorang pejabat National Security Agency (NSA) bernama Frank. Dia kemudian direkrut menjadi preman ekonomi.

Masa persiapan sebagai preman ekonomi dilanjutkan dengan mengikuti misi Korps Perdamaian di Ekuador, Amerika Latin. Di sana Perkins belajar mengenal karakter budaya sebuah bangsa dan bagaimana sumber daya alamnya bisa dieksploitasi.

Kedok sebagai aktifis LSM, terutama lingkungan dan budaya memang banyak digunakan agen-agen intelijen barat untuk menyusup dan menyerap informasi tentang Negara-negara yang bakal menjadi daerah operasi mereka kelak.

Di Ekuador, Perkins bertemu dengan Wakil Presiden Chas T Main, sebuah perusahaan konsultan teknik raksasa yang menjadi salah satu alat penghancur ekonomi Negara-negara berkembang.
Ternyata pertemuan itu tidak kebetulan. Wakil Presiden Chas T Main ternyata seorang agen penghubung bagi NSA. Perkins-pun kemudian dengan mudah masuk menjadi salah satu ahli ekonomi yang bekerja untuk proyek-proyek Chas T Main.

Setelah mendapatkan latihan lanjutan untuk mengasah kemampuan sebagai preman ekonomi, pada tahun 1971, Perkins dikirim ke Indonesia untuk tugas pertamanya. Di Indonesia dia di tempatkan di pulau Jawa, bersama sepuluh rekan lainnya yang bertugas menjadi konsultan proyek pembangunan pembangkit listrik bagi PLN.

Di dalam tim itu, Perkins bertugas membuat analisis ekonomi proyek yang akan mendapatkan bantuan dana dari lembaga keuangan seperti Bank Dunia dan IMF. Analisis ekonomi yang dia buat menjadi penentu utama apakah proposal pinjaman dana miliaran dolar untuk proyek-proyek konstruksi itu akan disetujui atau tidak.

Perkins mengaku laporan dan analisis ekonomi yang dia buat penuh rekayasa dan manipulasi. Target utamanya, proyek disetujui dan dana pinjaman bisa dialirkan. Tjuan akhirnya bukan untuk mensejahterakan penduduk di Indonesia, melainkan menjerat agar mereka menjadi pengutang abadi.

Tidak hanya di Indonesia, Perkins juga memainkan peran yang sama di banyak Negara. Antara lain Panama, Saudi Arabia, dan Negara-negara lain di Asia, Afrika dan Amerika Latin.
Dalam bukunya Perkins mengungkapkan berbagai manilpulasi yang dilakukan bersama teman-temannya di Chas T Main untuk menjerat ekonomi sebuah bangsa.
Pekerjaan ini berimbal gaji besar dan fasiitas-fsilitas hidup yanag nyaman, suatu hal yang menjadi obsesi Perkins yang berasal dari keluarga miskin.

TITIK BALIK

Namun, nurani Perkins terguncang ketika Presiden Ekuador dari Panama, Jaime Roldos dan Omar Torrijos yang dia kagumi dihabisi nyawanya dalam kecelakaan pesawat yang direkayasa CIA. Dia sangat bersedih atas kematian kedua teman dekatnya itu.

Seperti diketahui, Jaime Roldos mengkampanyekan platform anti-minyak. Sementara Torrijos membuat Washington berang karena kebijakan nasionalisasi Terusan Panama dan penentangannya terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Panama.

Kedua Presiden yang berani ini dibunuh karena menentang koalisi perusahaan, pemerintahan dan perbank-kan yang bekerja untuk membangun imperium kapitalis di muka bumi. Sebagai preman ekonomi, Perkins dan kawan-kawan telah berusaha menaklukkan Roldos dan Torrijos menggunakan cara ekonomi, namun mereka gagal. Akibatnya kekuatan lain maju menggantikan posisi mereka. Perkins menyebutnya sebagai “serigala-serigala CIA” yang menempuh cara apapun untuk mensukseskan misi mereka.

Perkins sadar, berbagai rekayasa ekonomi yang dia lakukan untuk kepentingan Amerika telah menimbulkan kerusakan di muka bumi. Eksploitasi minyak yanag tidak memperhatikan kelestarian lingkungan, penipuan terhadap rakyat berbagai bangsa, dan dukungan terhadap berbagai rezim yang justru mencekik rakyatnya sendiri. Dia mengungkapkan, “Berbagai proyek yang kami wujudkan sebenarnya bukan untuk kepentingan masyarakat yang miskin.”

Menurut Perkins, ”Kami membuat para penguasa semakin kaya dengan korupsi dan manipulasi, mengeruk kekayaan Negara mereka dan membuat rakyat yang miskin makin miskin.”
Mantam preman ekonomi Chas T Main itu semakin terpukul setelah Peristiwa 11 September 2001 terjadi. Dia melihat negaranya, Amerika Serikata, sedang menuai badai kebencian yang telah disebarkan ke seluruh dunia dengan berbagai rekayasa dan manipulasi untuk memperkaya Amerika.

Perkins melihat berbagai kasus terorisme yang terjadi dengan sasarannya warga Amerika sebagai konsekuensi logis tindakan Amerika yang menghalalkan segala cara untuk menguasai sumber daya di seluruh dunia.

Dia juga menulis buku Confessions of An Economic Hit Man yang mengungkapkan berbagai kebusukan teknik kapitalis untuk menguasai dunia. Perkins mengaku telah lama nuraninya terusik untuk membuka penyimpangan yang dilakukan negaranya terhadap berbagai bangsa. Namun ancaman dan penyuapan telah berulang kali menyurutkan niatnya.

Sebagai bentuk penyesalan, kini John Perkins menyepi di pedalaman Amazon di Amerika Latin. Dia melaksanakan kerja social bagi masyarakat Amazon yang masih terbelakang untuk memelihara lingkungan, sebuah kenangan yang telah dihancurkan berbagai proyek eksploitasi minyak untuk kepentingan Amerika.

HARTA DAN WANITA

John Perkins dilirik semenjak masih kuliah di Boston University. Jerat rekrutmen-pun dipasang ketika dia berpacaran dengan Ann yang kemudian menjadi istrinya. Kebetulan kawan ayah Ann adalah salah satu pejabat tinggi di NSA. Ann biasa memanggilnya “Paman Frank”.

Rekrutmen preman ekonomi hampir sama dengan rekrutmen agen rahasia. Perkins harus melewati berbagai tesdari intelijensia hngga psikologi. Semuanya tanpa kejelasan apa dia akan dipekerjakan, meski sadar bahwa dia akan bertugas sebagai intelijen.

Dalam tes psikologi, Perkins sempat pesimis karena menunjukkan sikap anti perang Vietnam sebagaimana umumnya mahasiswa Amerika kala itu. Dia sempat berpikir tidak diterima karena kurang nasionalis. Namun ternyata tidak berpengaruh dalam rekrutmen.

Para penguji justru memperdalam sisi-sisi lain dalamkehidupan Perkins di masa lalu. Antara lain trauma kemiskinan dan obsesinya akan kehidupan yang makmur dan wanita-wanita cantik.
Setelah diterima dan menjalani pelatihan sebagai preman ekonomi, Perkins harus rajin mempelejari ekonomi makro. Setiap hari dia harus membaca banyak buku di Perpustakaan Umum Boston.

Suatu hari di perpustakaan itu, erkins berjumpa dengan wanita lebih tua darinya namun cantik jelita. Dia grogi berkenalan dan melakukan pendekatan, namun justru wanita itu, kelak diketahui bernama Claudine, yang emendekati Perkins. Ternyata Claudine seorang agen yang bertugas menjadi mentor Perkins. Dia mendampingi dan membimbing agen muda itu memahami tugas sebagai preman ekonomi. Semuanya dilakukan dengan pola hubungan antar kekasih, bukannya antara guru dan murid.

Kelak, Perkins sadar Claudine merupakan bagian dari program pelatihannya. Dia mendapat perlakuan khusus karena para perekrut di NSA pahambetul kecenderungan psikologisnya, yaitu kemakmuran dan wanita. Seks jadi salah satu senjata utama dalam rekrutmen intelijen.

Jadi, jangan pernah berpikir bahwa Negara ini sudah merdeka !!! karena Negara ini hanya mengalami “pola penjajahan’ yang berbeda, yang banyak difahami oleh hampir seluruh rakyat bahwa yang namanya penjajahan adalah “berkuasa’nya bangsa asing terhadap sebuah Negara.

Kalau kita lihat sekarangpun, PLN sebagai perusahaan BUMN selalu menanggung rugi sehingga membuat deficit anggaran APBN, disamping korupsi yang “mengera” pula di perusahaan itu. Belum perusahaan2 BUMN yang lain…. Jadi apa yang dilakukan preman ekonomi itu, sampai sekarang-pun akibatnya masih ditanggung oleh bangsa ini.

Picture : evworld

9 Comments to "Operasi Penghancuran Ekonomi"

  1. dedy  9 August, 2015 at 19:52

    Jadi ingat dengan mafia berkeley, orang2 yg hanya memikirkan dirinya sendiri dan tidak perduli dengan kehidupan orang lain yg mereka rampok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.