Makanan yg murah, meriah dan nggenah ada di mana-mana siang dan malam. Untuk urusan lidah, walau sudah melanglang buana tetap saja sambel terasi tidak ada yg menandinginya.
Bisa makan rambutan, duku, duren, mangga, manggis sekenyangnya di saat musimnya.
Bisa bersama-sama dengan keluarga besar.
Bisa menghadiri kondangan, sunatan, kawinan saudara/teman.
Kalau ada apa-apa dengan keluarga, tidak repot dan mudah mencapainya
Banyak dan mudah didapat dvd film/ music bajakan
Ke salon, kepala di’creambath sekaligus kaki dipijat refleksi oleh 2 orang yg berlainan dengan biaya yang murah, bisa juga tangan dipijat oleh orang ketiga sekalian dgn tambahan 15,000. Jadi serasa jadi raja minyak , dipijat oleh 3 orang sekaligus dengan biaya tidak sampai 100,000.
Ngomong dengan mudah karena 1 bahasa, jadi kalau lagi marah dengan orang bisa bicara apa adanya dan puas, coba kalau marah pakai bahasa inggris kan agak susah.
Tidak bayar pajak tinggi
Mau minum teh botol sosro bisa didapat di mana-mana
Nonton sepak bola kelas dunia/ F1/ NBA di TV gratis
Bisa hire pembantu dengan murah
Banyak concert music dan murah tiketnya
Banyak tempat pemancingan di darat maupun di laut dengan biaya murah dan hasil yang menggembirakan
Dalam bekerja tingkat toleransinya tinggi, maksudnya kerja nyantai pun bisa mencapai sampai usia pensiun.
Mau jalan-jalan luar kota tidak perlu repot ngurus visa dan terjangkau.
Banyak tempat rekreasi gunung, pantai, laut, mall dll.
Dll, diteruskan ya menurut versi dan acceptance masing-masing..
Yang membuat Indonesia tidak enak ditinggali adalah:
Jalanan macet dan banyak yang tidak mulus
Banyak motor, ada teman di FB bikin status ` andai motor boleh di tabrak` saking stress nya nyetir mobil saat ini di Jakarta.
Tidak bisa driving mobil ngebut, kecuali mau tengah malam.
Transportasi umum tidak comfortable
Mau gak mau ikutan budaya korupsi, entah bikin KTP, SIM dan urusan-urusan dengan pemerintah lainnya
Banyak demontrasi
Banyak tayangan TV yang tidak mendidik spt shitnetron, film horror, kriminalitas
Intrik politik ditayangkan di TV
Internet mahal dan lelet
Kriminalitas tinggi dan was-was di jalanan saat tengah malam
Suka kebanjiran , kalaupun rumah aman paling tidak mobil harus menerjang banjir di jalanan
Banyak ancaman kena demam berdarah, diare.
Ancaman narkoba tinggi.
Kasian melihat anak-anak sekolah memanggul buku sampai deyek-deyek saking beratnya bawaan.
Ancaman terorisme tinggi, suka was-was kalau di tempat keramaian.
Ke dokter mahal dan suka terancam dapat obat palsu di apotik.
Banyak yang mau tau urusan orang lain saja alias usil.
Banyak pedagang asongan, pengemis, preman saat di jalan/lampu merah.
Gaji kecil.
Bensin mahal.
Dapat jatah cuti cuma sebentar.
Dll, diteruskan ya menurut versinya masing-masing.
Lho ternyata banyak gak enaknya tingal di Indonesia. Point-point di atas menurut versi saya ya, bisa jadi ada yang suka nonton check and recheck dan itu justru membuat hidup di Indonesia enak.
Salam…
Picture : eztravelasia, merdeka, prima online, dspeedking, kaskus
Hai Linda: Syukron, masih numpuk email kerjaan yg belum dibuka hehehehe. Nanti kalo email rumah sudah ok, bisa diinfokan ke mas Budi untuk contact saya.
Ijah; Saya baru saja jalan2 ke green canyon, tempat wisata yg indah, bisa dikembangkan jadi wisata perahu seperti damuang saduak di thailand sana, di jawa kan belum ada tuh perdaganagn diatas perahu.
Anita: Saya baru saja mudik sebulan di Indonesia, sempat jalan2 nyetir keliling pasundan ( tasik, garut, ciamis, pangandaran, green canyon), kesan yg saya dapat selama 5 tahun terakhir ini, jalanan makin banyak motornya. Setiap saya mengunjungi saudra, saya perhatikan tiap rumah punya 4-5 motor sesuai jumlah anggita klg nya. Saya tidak tahu akan bagaimana 10 tahun yad kondisi lalu lintas.
October 28th, 2010 at 11:38
setuju tuh sama yang gaji kecil! ^^
October 5th, 2010 at 13:18
Mas Edy : lupa bilang “ahlan wa sahlan” hahahaha. iya, nanti Mas Edy harap info saya saja, ya, kapan e-mailnya Mas Edy boleh dikontak. wassalam
October 5th, 2010 at 13:12
Hai Linda: Syukron, masih numpuk email kerjaan yg belum dibuka hehehehe. Nanti kalo email rumah sudah ok, bisa diinfokan ke mas Budi untuk contact saya.
October 5th, 2010 at 13:08
selamat kembali ke “peradaban” tulis-menulis lagi Mas Edy.
October 5th, 2010 at 12:56
Ijah; Saya baru saja jalan2 ke green canyon, tempat wisata yg indah, bisa dikembangkan jadi wisata perahu seperti damuang saduak di thailand sana, di jawa kan belum ada tuh perdaganagn diatas perahu.
October 5th, 2010 at 12:53
Anita: Saya baru saja mudik sebulan di Indonesia, sempat jalan2 nyetir keliling pasundan ( tasik, garut, ciamis, pangandaran, green canyon), kesan yg saya dapat selama 5 tahun terakhir ini, jalanan makin banyak motornya. Setiap saya mengunjungi saudra, saya perhatikan tiap rumah punya 4-5 motor sesuai jumlah anggita klg nya. Saya tidak tahu akan bagaimana 10 tahun yad kondisi lalu lintas.