Handoko Widagdo – Solo
Museum Padi
Padi Bukan Sekedar Pangan
Jika kita mendengar kata padi atau beras, maka serta merta kita akan berpikir tentang nasi. Nasi adalah jenis bahan pangan yang berupa butiran-butiran kecil yang umumnya berwarna putih. Padahal, padi bukan sekedar nasi.

Padi adalah bagian dari budaya, khususnya bagi orang-orang di Asia. Cobalah tengok beberapa fakta di bawah ini yang menunjukkan bahwa padi adalah bagian dari budaya. Banyak cerita rakyat di Asia yang berhubungan dengan padi.

Untuk menguak lebih lengkap tentang padi, mari kuajak dikau berkunjung ke Museum Padi yang berada di the International Rice research Institute atau IRRI, di Philippine.
Museum ini memuat apa saja tentang padi. Ada tentang sejarah padi.



Juga berbagai peralatan pertanian yang berhubungan dengan padi.







Atau alat-alat rumah tangga yang berbahan dasar padi.

Ada juga berbagai produk yang berasal dari padi.




Indah ya?
April 9th, 2010 at 07:57
Ooooo…Su = baik, Supadi jadinya padi yang baik. Su=baik; tiyem = ati sing ayem – hati yang damai. Jadi Sutiyem orang baik yang hatinya selalu damai. Begitulah orang Jawa (solo) memilih nama
April 9th, 2010 at 07:54
Namanya Supadi dan kini menjadi Kepalda Desa Brojol di Gemolong. Karena dia calon tunggal makan tidak dibolehkan maju sendirian. Lalu diajaklah adiknya Sutiyem sebagai sparring buat pilkades. Ya, Supadi menang, karena dia benar-benar PADI YANG ASLI, bukan padi seperti yang kamu tulis, palsu semua.
April 9th, 2010 at 07:47
Padi Gemolong itu padi apa Kang Iwan?
April 8th, 2010 at 22:57
Diskusi tentang PADI saya TUTUP dengan komentar ini. Apapun jenis padi yang dibicarakan disini adalah BOHONG dan tidak benar adanya. PADI yang benar-benar padi adalah seperti yang saya temukan di Gemolong. Inilah PADI YANG ASLI.
April 6th, 2010 at 12:14
HN, pisau-pisau itu adalah alat panen dari berbagai negara
April 6th, 2010 at 11:32
Pak Hand, yang pisau kecil2 itu alat apa? Atau alat macam pugut di kita itu? untuk menuai padi yang siap panen?
April 1st, 2010 at 08:23
Lani, menurutku untuk membangun Indonesia tidak melalui posisi presiden atau wakil presiden. Sebab posisi presiden dan wakil presiden untuk saat ini (era reformasi) disibukkan dengan menjaga posisi karena selalu digoyang. Akibatnya posisi tersebut tidak akan punya waktu memikirkan rakyat. Posisi yang tepat untuk membangun adalah jadi Bupati atau Walikota. Sudah banyak contoh di indoneisa dimana bupati/walikota berhasil membangun wilayahnya. Jadi mari kita dukung Buto menjadi Bupati Serpong