Tuesday, 30 March 2010
Junanto Herdiawan – Tokyo
Musim semi tiba lebih cepat di Jepang. Sejak pekan lalu, kuntum bunga sakura mulai menyembul dan tampak di sudut-sudut kota Tokyo. Bersemi memberi keindahan. Burung, lebah, dan kumbang, beterbangan di taman, melakukan proses penyerbukan. Aura cinta semerbak di penjuru kota. Seperti lagu Tom Jones, “Love is in the air…In the whisper of the trees…..”
Bunga sakura adalah bunga kebanggaan masyarakat Jepang. Bunga ini hanya tumbuh selama dua minggu dalam setahun. Dan puncak mekarnya, mungkin hanya beberapa hari. Badan Meteorologi Jepang memperkirakan puncak mekar Sakura tahun ini jatuh pada 1 April 2010. Karena waktunya singkat, maka penduduk Jepang tidak pernah melewatkan keindahan sakura setiap tahunnya.
Sebenarnya kalau dilihat secara individual, bunga sakura tidak terlampau istimewa. Bunga ini sangat kecil, rapuh, dan memiliki lima kelopak yang berwarna pink muda, sulit untuk dinikmati keindahannya. Namun kalau kita melihat sakura tumbuh berjama’ah dalam kanopi pohon, keindahannya baru terlihat.
Di Tokyo, banyak tempat untuk melihat bunga sakura. Tempat yang paling populer bagi warga Tokyo adalah Ueno Park. Ini adalah sebuah taman yang luas dan ditumbuhi lebih dari 1000 pohon sakura. Namun tempat ini padatnya luar biasa saat musim sakura tiba. Pilihan lainnya yang menarik juga adalah Shinjuku Gyoen Park di daerah Shinjuku. Taman ini adalah perpaduan taman Eropa dan Jepang. Selain bisa melihat Sakura, berbagai bunga lainnya juga tumbuh di sana. Kepadatannya agak terkurangi, karena taman ini tidak gratis, alias harus membayar sekitar 300 yen per orang kalau mau masuk.
Tempat melihat Sakura yang menjadi favorit juga adalah di sepanjang bantaran Meguro River. Di bantaran kali Meguro itu, kita dapat melihat deretan bunga Sakura nan indah berjejer dan menjuntai ke arah sungai, menampilkan bayang yang indah terpantul di permukaan air. Kelopak sakura yang berguguran mengalir dibawa hanyut aliran sungai. Sungguh indah dipandang. Tempat lain yang bisa dijadikan alternatif adalah Asakasa Sacas di Asakasa, Roppongi Hills, Senzokuike Park, dan Asukayama Park.
Masyarakat Jepang tidak pernah melewatkan kesempatan setahun sekali untuk berpiknik di bawah pohon sakura. Tradisi ini dinamakan hanami. Setiap keluarga, bahkan kantor-kantor mengadakan tradisi hanami di taman pada masing-masing kota. Tradisi Hanami konon dimulai pada periode Nara (710-794) untuk meniru kebiasaan masyarakat Cina yang menyaksikan pohon plum berbuah.
Pak Dubes RI di Jepang, Prof. Dr. Yusuf Anwar, setiap tahun juga selalu mengundang keluarga besar KBRI dan masyarakat Indonesia di Tokyo untuk ikut melakukan tradisi hanami di Wisma Duta KBRI Tokyo. Di sana banyak tumbuh pohon sakura yang sudah tua umurnya dan kalau berbunga sangat indah. Rupanya beliau ingin kita semua juga bersilaturahmi dan merayakan keagungan Tuhan di Jepang.
Masyarakat Jepang memang percaya bahwa Sakura adalah gerbang antara manusia dan Tuhan. Oleh karena itu mereka akan memprotes apabila ada orang yang merusak, apalagi menebang pohon sakura. Sambil mengamati keindahan sakura, tak mungkin kita melupakan keagungan Tuhan. Tradisi tafakur inilah yang menjadikan masyarakat Jepang begitu mencintai Sakura.
Selain di Jepang, sakura juga tumbuh di Washington DC. Pada tahun 1912, walikota Tokyo menghadiahkan 3000 bibit pohon sakura kepada Walikota Washington DC untuk ditanam sebagai lambang persahabatan. Orang Amerika menyebut sakura dengan cherry blossom.
Keindahan sakura di berbagai tempat tersebut menjadi pengingat akan makna kata nikmat. Sakura menjadi indah karena ia tumbuh hanya sebentar saja. Sementara manusia kadang take for granted dengan apa yang ia miliki setiap hari. Hal yang ada dan dimiliki setiap hari, dianggap biasa dan sudah merasa haknya. Sikap itu mengurangi syukur akan nikmat, seperti nikmat kesehatan, keluarga, pekerjaan, dan lainnya. Dalam kalimat Al Ghazali yang optimis,”tak ada, dalam deretan apa yang mungkin, sesuatu yang lebih bagus dan menakjubkan dari ciptaan dan pemberian Tuhan”. Oleh karena itu, kita harus selalu bersyukur.
Dalam kaitan mensyukuri keindahan Sakura, beberapa hari lalu saya berjumpa dengan sekumpulan gadis-gadis muda Tokyo. Mereka berkeliling kota, menikmati sakura, dan bernyanyi kecil. Anda pasti tahu lagu itu. Judulnya, Sakura. Masih ingat liriknya? Begini lagunya: sakura/sakura/noyamamo satomo/miwatasu kagiri/kasumi-ka kumo-ka/asahi-ni ni ou/sakura-sakura/hanazakari.
Kalau diterjemahkan ke Indonesia kira-kira artinya: sakura/sakura/di gunung dan di desa/sejauh mata memandang/tampak bagai kabut atau gumpalan awan/semerbak harum di pagi hari/sakura/sakura/merekah penuh pesona.
April 8th, 2010 at 13:55
Mas Jun salam kenal…oh iya saya tinggal di daerah Chiba kira2 60 km dari Tokoyo/KBRI,tapi kok gak pernah dapat undangan apapun dr Kedutaan ya ?bahkan untuk Idul Fitri pun gak pernah terima…(atau jangan2 kt org2 KBRI…siapa eloh….hoho…
padahal teman2 saya yg orang asing slalu dapat undangan dr kantor kedutan nya masing2^_^
March 31st, 2010 at 04:49
Terima kasih komentar dan sharing ceritanya ya. Bagus sekali tuh bonsainya pak Dj, senang melihatnya pak.
.. @ Imeii, tks ya, lihatlah sekali-kali secara langsung bunga ini, cantik kalau ramai2 di pohon… @ Sasayu, tks ya, semerbaknya ada memang…. @ Lani, terima kasih ya, ada lagi filmnya tuh “sakura dalam pelukan”, yang main Liem Swie King hehehe….
@ Mbak Dewi, duuuh cakepnya pake kimono di waktu muda
@Nadette, iya, belum sempat ke yoyogi niy… tks ya. ….@ Nia, iyaaa.. gak ada libur khusus, yang ada meliburkan diri….. @ Elnino… hihihi… cihuy…. @ Mas JC.. hehehe… lagi ketemu saja ini di jalan
@ Mas Iwan … in the whisper of the trees … @ GC, iyaa, tapi gak lamanya itu yang bikin cantik kan
…. @ Pa Hand, betul, banyak sekali lagu tentang sakura di Indonesia…. @ Pak Edy, masih banyak pak.. dari siang hingga pagi mereka duduk di taman sambil minum sake… @ mbak Sophie, betuul sekali, plum viewing juga menarik. Di Tokyo juga ada pohon plum yang nanti mekar sesudah sakura… Yang di Washington memang indah, tapi harus datang ke Tokyo untuk melihat asal usul leluhurnya loh mbak…
@ Phie, iya betul, menariknya waktu terjadi gempa dan bencana di Jepang, beberapa species sakura rusak/hilang. Nah para ahli tanaman terbang ke DC dan mengambil bibit dari DC utk ditanam kembali di Tokyo. Untung dulu sempat kirim ke DC ya..
March 30th, 2010 at 19:35
cherry blossom festival di DC tnyata bunganya dikasi jepang toh pak jun. mo ke situ blm kesampean trs pdhl cuma 3 jam driving.
March 30th, 2010 at 18:02
Soph, kalau sakura bloom di Washington aku pernah menyaksikannya. indah memang.
March 30th, 2010 at 17:19
Bang Junan, dikota yang terdahulu, Nanjing terkenal dengan Plum blossom, sampai2 ada Festival Plum Blossom.
Sakura memang cantik, kalau sudah mekar putih seperti perak diterpa sinar matahari. Di Washington DC ditepi potomac river memang ada bunga sakura sumbangan dari Jepang.
March 30th, 2010 at 17:15
Nia: ha ha ha….mau banget, ada liburan musim hujan!
March 30th, 2010 at 11:39
Pak Jun,
Saya pernah ikut party ini di Oita thn 1994 dulu. Apa masih banyak orang yg bergeletakan mabuk sake di taman2nya?
March 30th, 2010 at 10:20
Entah mengapa di Indonesia ada lagu keroncong tentang bunga sakura: Bunga sakura yang tumbuh di halaman….
March 30th, 2010 at 09:56
mb DA>> asik bener… coba ya dispore ada libur awal musim ujan hehehe…