Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

My Son

Wednesday, 31 March 2010

Viewed 2578 times, 1 times today | 60 Comments |

Dewi Aichi – Brazil

Note: tulisan ini sebenarnya sudah saya simpan sejak tahun 2006, ketika itu anakku masih berumur 5 tahun. Dan aku selalu bekerja 10 jam/hari. Itu berlangsung sejak anakku masih berumur 2 tahun. Dan ditambah lagi kehidupanku yang selalu pindah-pindah antara Indonesia dan Jepang, sehingga pendidikan anakkupun tersendat-sendat. Di saat hatiku galau dan bingung, akupun mencurahkan segala kerisauan ini dalam buku harianku.

“Ma, cape ya?”, tanya Nico, seorang anak yang baru berumur 7 tahun itu. Mamanya baru saja pulang dari kantornya. Malam itu jam menunjukkan jam 9 malam. Nico terbangun oleh suara pintu yang terbuka. Dan ternyata mamanya membuka pintu kamar Nico, hanya sekedar melihat dan mengecup kening anak semata wayangnya.

Nicopun kembali merebahkan tubuhnya ke tempat tidur dan tertidur lelap. Sedangkan mamanya bergegas meninggalkan Nico untuk segera mandi, dan sekedar makan untuk mengisi perutnya yang sudah menahan lapar. Setelah segala urusan selesai, mama Nico pun kembali ke kamar Nico, membuka tas sekolahnya, melihat kembali apa saja yang telah dikerjakan Nico untuk esok harinya.

Seperti biasanya, mama Nico selalu puas dan bangga, dengan anaknya. Nico sangat pintar di sekolah, tidak nakal, dan tidak cengeng. Sangat mandiri, tidak pernah meminta apapun dari orang tuanya, tidak pernah merengek ketika papa dan mamanya pulang terlalu malam. Setiap harinya Nico berada di rumah dengan kakek dan neneknya yang begitu mencintai Nico, dan seorang pengasuh yang sudah sejak bayi, mengasuh Nico.

Nico menjadi anak yang menggemaskan, dan banyak teman. Ketawa, ceria, dan senang bercanda dengan teman-temannya. Sering manja dipangkuan kakek maupun neneknya. Kadang-kadang juga suka ngeledek mbak , ketika mbak  mengobrol dengan abang sayur. Kata Nico,”mbak , mama bilang kan ngga boleh menyuruh masuk abang sayur, tidak boleh mengobrol, kan abang sayur lagi kerja, kalau diajak ngobrol nanti sayurnya layu, dan abangnya rugi, karena sayurnya ngga laku!” mbak  cuma tersenyum geli mendengar kata-kata Nico.

Pada suatu siang, di hari Minggu, Nico sangat bahagia karena bisa bersama orang tuanya sepanjang hari. Nicopun kembali dengan cerita-cerita tentang teman-temannya di sekolah. Mama Nico juga tidak pernah lupa menanyakan apa saja yang telah diajarkan oleh bapak ibu gurunya di sekolah. Nico menceritakan semuanya, pelajaran apa saja yang sudah dipahami, dan tanya seribu kali tentang apa saja yang belum dimengerti. Kadang sambil menggelayuti mamanya tanya tentang ini itu tiada habisnya. Mamanyapun dengan senang hati memberikan penjelasan yang dibutuhkan oleh Nico. Walau kadang-kadang sampai kehabisan jawaban atas pertanyaan Nico.

Sungguh bahagia Nico mempunyai keluarga yang selalu mengasihi, memberikan kasih sayang, mendidiknya hingga menjadi anak yang cepat mandiri, pintar, dan tidak manja. Pernah suatu ketika Nico menulis surat buat mamanya, ketika itu bu gurunya memberikan tugas, agar setiap anak menulis surat untuk ibunya. Maka dengan polosnya Nico menulis sepucuk surat untuk mamanya di buku tulisnya. Seperti biasanya, mama Nico selalu membuka dan melihat kembali tugas-tugas sekolah Nico.

“Halo mama, selamat malam!

Ma…bu guru hari ini memberi pr, untuk menulis surat buat mamanya, maka Nico menulis surat di buku tulis ini ya ma!

Eh..tapi mama jangan marah sama Nico ya, janji ya ma..! Mama kan sibuuukkkk banget, tiap hari pulangnya malam. jadi aku tau, kalau mama cape sekali.

Makanya ma, aku pengen cepat besar, biar bisa apa-apa sendiri, tidak merepotkan mama. Jadi mama bisa tenang kerjanya, sampai rumah bisa cepat istirahat.

Mama kan kerja cari duit, duitnya untuk Nico. Terima kasih ya ma….muachhhh!

Ma, boleh ngga Nico cerita. Tapi rahasia ya ma, jangan bilang-bilang..! Kemarin mbak ngobrol di teras sama abang tukang sayur , Nico ngga di temani sama mbak, malah Nico sendirian saja. Si mbak itu kan harus menemani Nico, bukan malah ngobrol saja, bener ngga ma? Mbak jangan dimarahi ya ma, dikasih tau saja, nanti kalau dimarahi kan mbak jadi ngga mau kerja lagi. Kalau mbak ngga kerja kan Nico ngga ada yang jagain. Trus kalau ngga ada yang jagain, mama ngga bisa kerja.

O iya ma…nanti hari Sabtu temani Nico berenang ya ma! Nico ngga mau diantar mbak kali ini. Kan setiap les juga mbak terus yang nganter. Lagian aku mau kasih tau teman-teman kalau mamaku tuh cantik banget, jadi kan Nico bangga punya mama yang cantik. Apalagi mama jarang banget bisa menghadiri rapat wali murid. Setiap ada rapat, juga mbak yang hadir. Trus, kapan dong giliran mama?

Ma…bulan depan kan Nico ulang tahun, mama ngga usah beli hadiah buat Nico ya, lebih baik uangnya di tabung saja. Nico kan sudah punya banyak mainan. Nico juga akan jaga mainan agar tidak rusak. Nico juga akan rajin mencuci sepatu dan  tas Nico agar mama tidak beli yang baru buat Nico. Pokoknya Nico pengen mama punya duit, jadi kalau mama punya duit kan ngga perlu kerja lagi sampai malam. Kalau mama ngga kerja kan mama bisa menemani Nico setiap saat.

Nico senang kalau dirumah setiap hari ada mama, bantuin bikin pr yang susah-susah. Nico senang kalau mau beli buku, yang antar mama.

Salam kangen ya ma….sekian dulu surat dari Nico, udah ngantuk. I love you ma..!(hi hi hi….Nico tanya sama bu guru, katanya artinya aku cinta padamu). Boleh kan ma..Nico bilang i love you sama mama?

Sambil memasukkan kembali buku pelajaran milik Nico ke dalam tas , mama Nico begitu terharu oleh suara hati anaknya. Bagaimanapun Nico adalah anak kecil yang jujur dan apa adanya. Dan apa yang terungkap dalam surat Nico yang sederhana itu, adalah ungkapan hatinya tentang keinginannya yang terpendam.

sumber inspirasi: my son

sarikata.com

Share This Post

Posted by Wednesday, 31 March 2010 on 00:04.

Categories: Kehidupan. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

60 Responses to “My Son”

Pages: [6] 5 4 3 2 1 »

  1. 60
    J C Says:

    Dewi Aichi: semua juga bisa kalo ngomong Portugese, pertama ora bisu, kedua apa susahnya: POR-TU-GIS… mlayuuuuu…

  2. 59
    Dewi Aichi Says:

    Ryo no mama, thank you, sama to? Anakmu juga pasti cepat mandiri, aku tau bagaimana anak2 yg tumbuh di Jepang he he…

  3. 58
    RYc no mama Says:

    wah …jempol tenan buat Nico …いい子ですね…..salut lho ama mamanya Nico juga ….

  4. 57
    Dewi Aichi Says:

    Terima kasih semuanya, terutama yang sudah menjadi mama “Our Child is everything … “!!!

  5. 56
    Dewi Aichi Says:

    Bernadette: thank you, iya, aku juga bersyukur, anakku mandiri banget, malah lebih cepat dibanding anak sebayanya dulu, kaya anak2 Jepang yg cepet bisa mandiri.

    Sophie, Alexa: mbok nyulik mbokne wae, dipelihara tapi, kalau cuma nyapu, ngepel, dan nyuci …masih sanggup kok he he…

    HN: wah…emoh ahh ratu amazon, ratu plaza saja he he…belum tau to? gini-gini mantan ratu sejagad nih…ehem..

    wah..yang menyinggung koteka siapa nih he he…

    Me:duh…kangen ya klo ninggalin anak sepanjang hari? Kalau udah pulang, peluk dan ciumlah sebanyak mungkin, itu sudah menjadi obat manjur, aku selalu melakukan itu.

  6. 55
    Dewi Aichi Says:

    Alexa: bener Alexa, apalagi sudah menginjak abg ya he he..aku saja masih meraba-raba bagaimana anakku kelak, selalu berpindah dan berganti cultur, ta sendiri kan bagaimana Brazil itu negara liberal geral, bebas basssssssss…..Alexa, untung rupane anakku ora koyo mbokne, opo meneh bapakne hi hi….,

    mas JC wah..musiknya, Top and Klop….matur suwun,

    Ilham: nah kan….udah bisa belajar dari pengalamanmu, jika kelak punya anak he he..

    Nev ha ha ha…njur melu-melu sejuta umat menyelamatkan Slamet he he…

  7. 54
    Dewi Aichi Says:

    Pak Iwan: wah..anakku juga kadang stress tuh..kalau aku diminta menjelaskan sesuatu, tp bahasaku ngga nyambung, karena sekarang aku belajar sama anakku berbahasa Portugues dengan grammar yg benar, kalau sekedar ngomong Portugues, aku bisa, tinggal memperbaiki grammarnya saja. Lukisan anakku sudah nambah beberapa lembar nih, akhir2 ini milih pakai krayon, kalau yg di foto itu pakai cat minyak.

  8. 53
    Dewi Aichi Says:

    Non Sibi, Imeii: thank you, aku kira harapan semua orang tua sama terhadap anaknya ya.
    Pak Iwan: benr sekali, Melati dan Mawar pasti happy banget ya, bisa ada banyak waktu yang pak Iwan berikan kepada anak2. Memang kalau sudah terlewatkan ya kita tidak bisa me rewind lagi, kehilangan itu pasti. Dulu aku hanya punya waktu 2 jam per harinya, meski sudah cape sekali, aku berusaha memberikan yg terbaik dalam 2 jam itu.
    Untuk foto dan rekaman, wah ini…memang tidak aku sia-siakan, dari lahir, sampai saat ini, selalu aku abadikan lewat foto maupun rekaman. Yang fot cetak aja sama rekaman sudah segudang, apalagi sekarang cuma disimpan dalam memory card yg kecil dan tipis.

    Pak Iwan..siapa tau suatu saat bisa main bareng sama Mawar dan Melati he he…

    Lani: wis, dirimu kebagian untuk mencintaiku saja ya hi hi…

    Elnino: begitulah anak-anak, pasti pengen selalu bersama ibunya, apalagi kalau punya mama yang super sibuk, sebisa mungkin waktu yang ada dijadikan waktu yang berkualitas untuk anak, menurutku itu lebih penting, banyak juga anak2 cerdas dan mandiri meskipun ortunya sibuk. contohnya Ilham sama Nev he he…
    Darpada sepanjang waktu bersama ortunya, tapi ortu tidak pernah berbuat yg terbaik untuk anak2 kan sama saja boong.

    Kornelya: my hubby juga pernah bilang seperti itu he he…aku sering merasa berdosa karena dulu ngga mau terima sarannya. Jadi setiap waktuku yg ada sekarang, ngga pernah lagi kulewatkan, aku sebisa mungkin ikut berpartisipasi jika anakku butuh aku , ke mana saja aku sanggup untuk mengantar.

    Nice: salam kenal ya, terima kasih sudah sharing di sini, aku tau apa yg kamu rasakan itu he he..namanya juga ibu ibu ya, apalagi harus berbagi waktu , meninggalkan anak yg masih kecil sungguh menyedihkan, aku dulu sering nangis melihat anakku kuantar ke mobil daycare..sampai di tempat kerja kadang2 masih keluar air mata he he…

    EIZT: kalau aku perhatikan, anakku paling merasa bahagia saat di Jogja,ada kakek nenek, dan om2nya sih..!,bisa bermain sama teman2nya di kampung, sampai ke sawah2, meski dulu bahasanya ngga nyambung, anakku PD banget he he..ngomong Jowo nya aja salah2, tapi klo ngomong kenceng banget…bikin geli yg denger he he..

    Ocha: wah, jadi inget penyanyi Rosa, Tegar ya…., aku sudah sebut tadi, yang penting maksimalkan waktumu yg ada dengan memberikan yg terbaik, waktu sedikit tapi berkualitas, daripada banyak waktu tp tidak pernah berbuat apa-apa.

  9. 52
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Dari gambar yang dilukis Nico, terbukti Nico itu anak cerdas dan penuh percaya diri dengan kepribadian kuat penuh inovasi (lihat gambar). Beda dengan anak saya, yang selalu stress dan pemalu, karena bapaknya jadi penulis.

  10. 51
    nevergiveupyo Says:

    oom buto kan emang innocent..polos..tak berdosa…

Pages: [6] 5 4 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)