Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Semoga lulus ujian (kejujuran)

Friday, 2 April 2010

Viewed 2324 times, 1 times today | 29 Comments |

Sumonggo – Sleman

Oh Ibu dan Ayah selamat pagi

Ku pergi sekolah sampaikan nanti

Selamat belajar anakku penuh semangat

Rajinlah selalu tentu kau dapat

Hormati gurumu sayangi temanmu

Itulah namanya kau murid budiman

* titip jika ada link lagunya, Terimakasih

Banjir tak menyurutkan semangat siswa mengikuti ujian, meski mereka harus mengangkat kaki yang bertelanjang di kelas yang dipenuhi genangan air. Demam berdarah, juga tak mampu menghalangi siswa mengerjakan ujian meski sambil menggigil berselimut di sebuah rumah sakit. Luka-luka di sekujur tubuh akibat kecelakaan lalu lintas tak juga mencegah seorang siswa mengerjakan soal ujian. Pengapnya sel tahanan, tak mampu menahan sejumlah siswa yang sedang tersangkut perkara kriminal, mereka tetap antusias mengerjakan ujian.

Ada siswa yang pingsan, entah karena belum sarapan atau tekanan mental. Ada yang ketiduran di ruang ujian, mungkin karena begadang. Ada pula yang saking paniknya berusaha kabur dari sekolah meski akhirnya terbentur sewaktu memanjat tembok. Banyak serba-serbi ujian yang bisa kita lihat beritanya di media. Semoga tidak ada lagi siswa yang dilarang ikut ujian karena menunggak biaya sekolah. Yang sempat terdengar hanyalah berita konvoi motor siswa sehabis ujian yang terjaring razia polisi.

Bermacam persiapan sudah dilakukan pihak sekolah jauh-jauh hari sebelumnya, dari sekedar pelajaran tambahan, sampai pelatihan motivasi. Ada yang khusus mengundang hipnoterapis untuk mensugesti para siswa agar membekal kepercayaan diri yang tinggi.

Tak ketinggalan aspek spiritual pun dilengkapi dengan wejangan para rohaniwan, pengajian, istighosah, doa bersama, dan semacamnya. Ada juga yang mengadakan refreshing dan relaksasi untuk menghindari kejenuhan siswa yang sudah cukup lama di-drill dengan bermacam materi pelajaran.

Segudang try out tersedia, dari yang diselenggarakan pihak sekolah, bimbingan belajar, sampai try-out online lewat internet. Memang terasa sekali atmosfer ketegangan para siswa, wali murid, dan pihak sekolah, melebihi “sensasi Kiamat-2012″ tapi semoga saja ujian ini tak dirasakan sebagai “bencana nasional”.

Pada hakekatnya bukanlah sekedar para siswa tersebut yang mengikuti ujian. Para guru, kepala sekolah, wali murid, para pejabat terkait, pegawai percetakan, dan juga termasuk pihak keamanan. Pada tahun-tahun sebelumnya sering kita dengar, bagaimana pihak sekolah berusaha kongkalikong atau mengintimidasi pengawas ujian. Bahkan ada sekelompok pendidik yang tertangkap basah sedang mengerjakan kunci jawaban untuk siswanya. Begitu pula kebocoran di tingkat percetakan.

Di tengah-tengah gencarnya sekolah dan juga para pejabat di daerah menyatakan targetnya kelulusan sekian persen. Saya takjub dengan seorang pimpinan daerah yang tegas menyatakan, yang utama bukanlah untuk menargetkan harus lulus sekian persen, tetapi adalah pelaksanaannya harus jujur seratus persen.

Artinya kejujuran lebih utama daripada kelulusan. Jika dikatakan salah satu aspek yang penting pada pendidikan adalah pendidikan karakter. Kalau hanya sekedar mengejar nilai, jangan salahkan bila generasi yang muncul adalah orang-orang cerdik yang lihai menjadi makelar kasus, penegak hukum yang licik melakukan rekayasa kriminalisasi, dan birokrat bermental melarat.

Jangan sampai ujian hari ini justru melahirkan gerombolan kecurangan, dari siswa, guru, kepala sekolah, pengawas sampai dengan percetakan. Kita tentu tidak ingin menghasilkan “Gayus-gayus” baru. Selain itu sudah jamak terdengar kasus pemalsuan ijazah baik oleh wakil rakyat maupun kepala daerah.

Kalau ijazahnya saja bodong jangan harap program-programnya bisa terlaksana. Masa pengabdiannya hanya akan disibukkan dengan upaya menutupi kebohongan. Baik yang ijazahnya bodong, maupun yang ijazahnya asli tetapi “ujiannya bodong” perlu diwaspadai kalau nanti program kerjanya juga bodong.

Para pembaca yang berbahagia, bila ada anggota keluarga yang sedang mengikuti ujian, semoga mencapai kelulusan dalam ujian (kejujuran). Nuwun…


Picture : wartakota, media indonesia

Share This Post

Posted by Friday, 2 April 2010 on 00:01.

Categories: Nusantara. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

29 Responses to “Semoga lulus ujian (kejujuran)”

Pages: [3] 2 1 »

  1. 29
    P@sP4mPr3s Says:

    Ahhh… NEM gue (Nilai Ebtanas Murni) waktu SMA aja boongan kok…. gue tau tuh pemerintah asal tembak walau senang lulus, tapi tetep aja….

    Palsu… orang matematika gue mustinya dapet 1.2 (karena dari 40 soal cuma bener 5)… HAHAHAHAHA …. di NEM dapet 5.6… keren booo…

  2. 28
    Handoko Widagdo Says:

    Mas Sumonggo, jaman Gayus belum ada UN. Maka hasil UN pasti lebih hebat dari Gayus. Nanti kita ekspor ahli korupsi untuk mengganti TKI/TKW

  3. 27
    saw Says:

    Pak Sumonggo,… saya termasuk yg tegang karena kemarin anak sulung saya ujian SMP. Tapi tetap berusaha memberikan atmosfer ketenangan pada anak, karena toh persiapan sdh maksimal di lakukan, doa juga sdh dipanjatkan. Alhamdulillah, anak juga enjoy, tdk tertekan dan mampu melampaui ujiannya.

    2 temannya yg juara umum (beda sekolah) pingsan waktu ujian, panas tinggi, dilarikan ke rumah sakit dan setelah tes darah, tdk ada2 tanda2 sakit. kesimpulannya, mereka stress.

    Sebegitu beratkah beban murid dalam sistem pendidikan kita, shg para jawara tsb kok malah tumbang ketika genderang perang ditabuhkan?

  4. 26
    Mawar09 Says:

    Sumonggo: thanks ya articlenya. Heran ya sekarang lihat murid2 mau ujian saja sampai heboh dan mencoba utk dpt soal atau menyontek. Perasaan dulu waktu sekolah ngga berani, lagian para guru juga ngga ada tuh yang jual soal segala macam. Mungkin zaman sudah berubah sehingga pendidikanpun di anggap sebagai business.

  5. 25
    J C Says:

    Heran wis, jaman sekarang lha wong hanya ujian, kok hebohnya kayak apa…jaman itu, ada EBTA, EBTANAS, terus ada persyaratan NEM segala, gak heboh tuh…piye iki Mas Sumonggo?

  6. 24
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Aichi, itu bukan alasan tepat. Yang bener karena kualitas intelektual orang Indonesia semakin goblok. Jadi untuk UAN aja bisa heboh. Kalau sudah pinter buat apa ribut-ribut… Sejak dulu kita punya orang bernama Miss Riboet.

  7. 23
    nevergiveupyo Says:

    yak stiker SNI… 10rb dapet 3…bonus tanda tangan tante aichi…
    yak stikernya…drpd beli pelindung dengkul mahal2…

  8. 22
    Dewi Aichi Says:

    EIZT: iya karena media sekarang sudah semakin luas, perkara kecil saja bisa heboh kok, bisa terkenal sampai pelosok dunia.

  9. 21
    ElZT-ZC Says:

    kok rasanya sekarang UAN heboh banget ya…pengaruh media? jaman aku sma, tegang sih tegang tapi ya gak sampai seheboh sekarang.

Pages: [3] 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)