Lee Hom

Sophie

Jika kita berbicara mengenai Industri Music yang besar, salah satunya adalah America. Banyak artis yang menginginkan karirnya go International, menembus pasaran dunia, biasanya harus dimulai dari America, mereka berusaha dengan mengadu nasib ke negera Paman Sam. Ada yang berhasil tidak sedikit yang gagal.

Artis yang satu ini justru sebaliknya, karir musicnya dimulai dari Asia dan mencapai ketenaran hingga ke America, Yup inilah Alexander Lee Hom Wang. Lahir di Rochester, New York pada 17 Mei 1976. Putra kedua dari tiga bersaudara anak dari Imigran Taiwan.

Ayahnya seorang dokter anak, Ibunya adalah guru vokal. Minat musicnya telah nampak sejak umur 3 tahun. Mulai mengenal alat musik biola sejak umur 6 tahun, disambung dengan piano, dan gitar dan drum. Setelah lulus dari Sekolah menengah atas, bergabung dengan William College, mengambil jurusan kajian music Asia. Jalan hidupnya berubah ketika pada musim panas 1995. Dia mengunjungi nenek kakeknya di Taiwan, pada saat itu ia mengikuti kompetisi pencarian bakat yang diadakan oleh BMG. Bakatnya mulai dilirik dan Dia ditawari kontrak rekaman.

Sejak saat itu, karir musicnya mulai menanjak di Asia.  Saat ini Lee Hom telah meraih berbagai penghargaan International, memiliki 25 album, penghargaan yang diterima dari the best Male Vocalist award dan 4 kali pemenang Golden Melody Award ( Chinese Grammy ),  penjualan album mendapat penghargaan platinum, sampai menjadi Conductor HongKong Philharmonic Orhestra, dan terpilih menjadi The 100 Most Inspiring Asia Americas of all time. Salah satu album Lee Hom yang berjudul The one and only menembus pasaran music Jepang pada tahun 2003, di dunia music saat itu menembus masuk industri Jepang tidaklah mudah, tetapi Lee Hom berhasil dan menjadikannya salah satu idola baru di Jepang.

Keberhasilan dalam karirnya tidak menjadikannya berhenti belajar, Lee Hom terus melanjutkan sekolahnya di Berkee College of Music. Lee Hom memperluas genre musicnya yang tadinya hanya dijalur Pop, menjadi R&B, Hip Hop, Jazz, Rock. Dia juga mulai menulis lagu untuk album rekamannya.

Albumnya yang berjudul Shangri-la telah terjual lebih dari 1,5 juta copy. Album ini lain daripada yang lain, album ini adalah bentuk eksperimen Lee Hom. Pada tahun 2004, Lee Hom dan adiknya melakukan perjalanan kedaerah terpencil di china, mengumpulkan berbagai macam lagu dan suara, mencatat, menulis dan akhirnya memproduser sendiri album ini. Lee Hom mengabungkan hip hop dan R&B dengan music asli suku2 China.

Karir Lee Hom di America mulai dikenal lewat film Lust Caution pada tahun 2007 yang disutradai oleh Ang Lee. Didalan film Lee Hom berperan sebagai seorang mahasiswa patriotik. Film ini dirilis di America pada tgl 28 september 2007, dan diproduksi dengan biaya U$15 juta, meraih pendapatan U$ 64,574,876 di seluruh dunia. Pada tahun 2007, Lee Hom akhirnya berhasil menembus industri music di America, mengadakan konser natal di Las Vegas.

Lee Hom dipilih menjadi salah satu pembawa obor Olympiade Beijing, pembawa obor no 17. Salah satu lagu yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Lee Hom terpilih mengikuti kompetisi Olympiade 2008 theme song.

Dia juga bintang iklan untuk Mcdonald sejak tahun 2003, Coca Cola , Bausch and Lomb. Film terbarunya di  awal tahun 2010 adalah Little Big Soldier dengan Jacky Chan.

Lee Hom juga dikenal sebagai artis yang cinta lingkungan. Selain bernyanyi, Dia mendedikasi dirinya untuk  berbagai kegiatan amal sosial. Pada tahun 2002, ditunjuk menjadi Duta Unicef, terlibat proyek amal untuk SARS. Tahun 2003, SARS menjadi wabah penyakit yang mematikan di Hongkong, Lee Hom memproduser album yang berjudul Hand In Hand, melibatkan 85 artis, hasil keuntungan penjualan album disumbangkan untuk penelitian SARS. Ditunjuk oleh Pemerintah HongKong  menjadi duta kampanye “anti smoking”, bersama bintang jepang Tetsuya Komura ditunjuk oleh Pemerintah Jepang menjadi Duta anti drug campaign.

Waktu 15 tahun dalam karir Lee Hom bukanlah suatu perjalanan yang singkat. Pencapaiannya saat ini berkat kerja keras, dan juga tekadnya. Salah satunya adalah belajar bahasa mandarin. Sampai umur 17 , Lee Hom tidak mengenal satupun huruf aksara china, tetapi saat ini Lee Hom telah mampu menulis bahkan meciptakan lagu dengan mengunakan aksara China. Dia percaya bahwa mencapai sukses dibutuhkan kerja keras, dan juga tekad seperti yang dikatakannya pada CNN.

Mengenai Lee Hom dapat dilihat informasi lebih lanjut di www. wangleehom.com

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.