Anoew – Sumsel
Gara-gara artikelnya Vicky Laurentina (haaaaiii…. Salam kenal yaaa ihik..) yang menyelipkan tentang kata ‘ngoyo’ dan malah ditambahi JC kosa kata dari ngoyo menjadi mengoyokan diri, mengoyo, terkoyo-koyo dan sekoyo-koyo, saya jadi gatel pengen ngutak-ngatik huruf ‘a’ yang bisa berubah menjadi ‘o’ atau sebaliknya dalam beberapa pengucapan. Memang saya juga bingung antara mana yang benar atau dibenarkan, karena mungkin sudah menjadi kebiasaan dan terlanjur salah tapi tetap dipakai karena dianggap ‘sesuai selera’ sehingga menjadi wajar adanya.
Seperti contoh diatas, kalau mau jujur dan mengikuti kaidah bahasa jawa seharusnya ngoyo dibaca seperti kita membaca ‘loro’ yang artinya = dua (2) dan bukan ‘lara’ yang artinya = sakit. Justru sebaliknya jika ingin mengucapkan ‘ngoyo’ seharusnya ditulis ‘ngaya’. Kenapa? Karena penulisannya memakai huruf ‘o’ dan bukan huruf ‘a’, maka harus diucapkan seperti kita mengucapkan angka dua dalam bahasa jawa (loro) dan bukan sebaliknya.
Tapi yang membingungkan, ada dua kata serangkai yang kedua penulisan dan pengucapannya sungguh berbeda, dimana yang satu memakai huruf ‘o’ tapi yang satunya dengan huruf ‘a’! Contoh paling jelas dalam penggunaan adalah dalam pengucapan lagu yang berjudul “Bojo Loro” karya Didi Kempot.
Kroso Sepet Empinge Mlinjo
Sirah Mumet diek duwe bojo loro
Mikir sing enom
Mikir sing tuwo
Ro’ karone podo olehe tresno
Cekut-cekut mumet tumenan
Ati bingung diek olehe mbagi katresnan
Butuhe akeh duwit pas-pasan
Tanggal Enom wis kebingungan
Mrono-mrene sak bendino
Iki mrene sesuke mrono
Bojo Enom mung sedelo
Bojo tuwo Nggondeli Clono
Lebih jelasnya lagi dalam penulisan adalah:
bojo loro = istri dua
Bojo lara = istri sakit
Bojo tuwo = istri tua
Lihat, sangat jauh berbeda kan?! Dalam lafal Jawa, huruf dan tulisan ‘a’ seharusnya dibaca ‘a’ seperti contoh di atas. Begitu juga huruf ‘o’ akan dibaca ‘bulat’ seperti pada kata-kata ‘bakso solo’, bukan seperti ‘sala’ seperti kata ‘lara ati’ (sakit hati). Atau memang sudah menjadi kebiasaan orang Jawa dalam melafalkan ‘a’ menjadi ‘o’ dan juga sebaliknya ‘a’ menjadi ‘o’ seperti dalam kata-kata ‘nggodog’ (memasak air) atau sega (nasi)??
Sedikit Kuis untuk Baltyrans, mana yang benar dan mana yang dibenarkan karena kebiasaan:
Buta dibaca Buto (raksasa)
Kutha dibaca Kutha (kota)
Sedelo dibaca sedela (sebentar)
Atau,
Sumonggo dibaca Sumonggo (halo pak.. hehehe..)
Kelara-lara dibaca keloro-loro (tersakiti)
Bata Lima dibaca Boto Limo (batu bata berjumlah lima)
Kembali ke masalah ngoyo perngoyoan. Memang, akan menjadi aneh bila kata ‘ngoyo’ dituliskan sebagai ‘ngaya’, yang maksud dan tujuannya sama yaitu berusaha keras dan cenderung melampaui batas.
Pusing?
Hehehe…. Sama!
Dear Baltyrans,
Penulisan kata-kata seperti itu sering membingunkan saya ketika dulu, sewaktu SD diajarkan tentang HANACARAKA DATASAWALA PADAJAYANYA MANGGABATANGA, yaitu huruf Jawa yang mendasari penulisan dan pengucapan sehari-hari. Tapi, kok ada juga yang mengatakan bahwa pengucapan yang benar adalah HONOCOROKO DOTOSOWOLO PODOJOYONYO MONGGOBOTONGO, mesikipun penulisannya semua memakai huruf ‘a’?
Apakah bisa dipergunakan sesuai selera kita, sesuai dengan pengucapan bahasa jawa yang rata-rata memakai ‘o’ dan bukan huruf ‘a’? Malah ada yang bilang bahwa, pengucapan dengan huruf ‘a’ adalah biasa dalam bahasa Sunda, seperti dalam bahasa Indonesia yang dibaca apa adanya dan nggak ada perubahan suara?
Makin pusing??
Sama!!
Tapi ada kejadian tragis juga gara-gara huruf ‘a’ yang berubah menjadi ‘o’ ini, dan telah memakan korban tak berdosa di dunia kerja. Nggak percaya? Coba simak setelah yang berikut ini..
*Red, tolong selipin iklan dong… kalau bisa tentang dunia koyo perkoyoan, atau youtube Bill Gates / George Bush yang lagi ngomong jawa juga boleh*
Seorang calon pegawai baru ketika dinyatakan lolos tes wawancara diam saja ketika namanya dipanggil berulang kali, sehingga yang bersangkutan dinyatakan gugur. Merasa kurang puas, si calon pegawai tadi memberanikan diri menemui petugas yang mewanwancarinya tadi dan bertanya,
“maaf pak, nama saya kok belum dipanggil? Apakah memang saya tidak dinyatakan lulus?”
“Nama Saudara siapa?”, selidik petugas sambil membolak-balik berkas di mejanya.
“Cokro Birowo”
“Nama Anda sudah saya panggil berulang kali, tapi tidak ada respon”
“Lho?! Kapan, pak?”, dia terkejut.
“Tadi saya panggil Saudara Cakra Birawa berulang kali tapi tidak ada respon, maka saya nyatakan yang bersangkutan gugur.”
Wah! Kalau memang kejadian itu terjadi di dunia nyata, konyol juga kan? Bagaimana jika nama “Mawar” dipanggil “Mowor”, sesuai dengan aturan di atas? Atau kalau dibalik, Joko Paisan (hehehe…, ampuuuun Pakdhe, ampun duka nggih.. ~~> tranlet = maaf pakdhe, jangan marah yaaa..) dibaca Jaka Poison?
Masih Pusing??
Sama!!!
Untungnya, nama saya bukan Jaka Sentosa atau Agung Laksono yang kalau menurut kaidah othak-athik Jowo bisa saja diplesetkan menjadi Joko Sentoso atau malah Ogong Loksono…
Wislah… mendingan kita kembali kerja aja tapi jangan ngoyo yooooo….. Karena saya nulis ini juga nggak sampai ngoyoooooo, apalagi terkoyo-koyoooooo….
Salam ngeyel.
Sophie’s note :
Bang Anoew, memang ngeyel ja…itu menurut Bang Wiki, ngoyo adalah sebuah kerajaan di Cabinda, Republic of Congo and Angola. Bentar lagi diserbu sama Raja Ngoyo, diangkat jadi mantu, ojo ngoyo Bang, kalau wis jadi menantu’e Raja..
http://en.wikipedia.org/wiki/Ngoyo
Picture : diviarsa.wp
Pages: « 9 8 [7] 6 5 4 3 2 1 »
Pages: « 9 8 [7] 6 5 4 3 2 1 »
April 8th, 2010 at 15:00
Mbak Lani : Turn Off sih gak, cuma kaget aja. Lha jebule ngapak kiyeh? Sekali cakep tetep cakep pokoknya

Nia : hoho.. kampusku jauh dari unsoed, kuliah ning undip (universitas DI Panjaitan) hehe…(ribet pake ngapak, dialekku nyampur soale, brebes, banyumas dll gara2 gak ada patokan belajarnya, dari pergaulan aja).
Anu : menyambung silaturahmi
April 8th, 2010 at 13:51
@Ilhampst & Nia: wah wahaha.., malah jadi ajang temu kangen wong puertorico tho? Ayo siapa tau memang nyambung hehe.. (mbuh nyambung apane)
@Lani: Salam kenal juga yo, lhadalah, ternyata habis hanimun tho..?! Hepi wulan legi wae nek nuh.
Iya memang begitu, penulisan dan cara baca kalau diturutin apa adanya malah jadi wagu, kalau kamu bilang kehilangan rohnya.
Itu avatar nyomot dari ‘wet clothes’.. jan ngoyo nan kiy haha..
@DA: wah, kalau terjemahan kata-kata itu ke bhs indonesia ya jelas susah nyari padanannya. Apalagi ‘kamisosolen, ndepipis, kedanggrangan, cenunak-cenunuk’… waaah… Jian angel nan..!
April 8th, 2010 at 07:52
bu elnino… ya sy tau ilhampst org banjarmasin tp mesti ngapak2 hahaha… soalnya temen2 sy org banjar sy ajari bhs jawa jg ngapak2 susah ngomong yg lbh halus kyk org jogja hehehe…
nevergiveupyo… nyong hudu seko purworejo ato westprog… jal tebak seko ngendi…
ilhampst… mbiyen kuliah ning pwt tah? unsoed mesti hehehe… (ngertine mung unsoed tok)
April 8th, 2010 at 02:59
Anoew: aku ngoyo-oyo, nggoleki neng kamus boso jowo-indonesia kok ora ono yo. Nek bahasa Indonesiane unyeng2, ndilalah,keplengkang,kunduran truk,kami sosolen, minggrang minggring,cenunak cenunuk,ndepis,ingah-ingih,kemlinthi,gedhangkrangan????? bonus untuk penulis artikel ngoyo..! jangan cuma sekali lagi tentang ngoyo…tapi ngoyo terus he he..
April 8th, 2010 at 01:15
DA : bener kuwi 65…….sak-jane balik soko hanimun relax2 sek yooooooooooo ik kok malah langsung ngoyooooooooooo…..la wes kangen abissss sama sing gemblunk2 di baltyra je……….
April 8th, 2010 at 00:55
Lani: koe bali seko hanimun langsung translet? Kui jenenge ngoyo….he he…
April 8th, 2010 at 00:51
XA : itulah yg aku komen ke Ham……..cakep2 begitu ngomong keluar NGAPAK2 jd gak banget lah………hehehhehe……
April 8th, 2010 at 00:49
EL-NANO-NANO:endhog bebek ora diemek-emek mlethek dewek…
——————
waaaaaaaaakakakkakak……..aku kemekelen, wes jan begitulah boso jowo……coba klu di translet…….ora bikin geli meneh to?????????
April 8th, 2010 at 00:47
JC : heheheheh situkang transletttttttt wes balik soko HANIMUN
April 8th, 2010 at 00:44
Anuh-nuh……….salam kenal, itu gambar avatarnya kok asoooooooi geboiiiiiiii………..njupuk soko endi? mmg gitulah boso jowo, kdg klu ditranslet malah gak nyambung kehilangan roh nya gitu……..
Ham : heheheh cewe cakep ya di PWKT? jebul setelah ngomong keluar ngapak2nya……malah cakepnya ilang blasssssss………turn you off kah?????????
XA : wah kowe iki lo malah copy papahmu, sll bilang NGANU2……….. whohoooooooo kakkakakk dadi kelingan dewe aku