35 Tahun Bona dan Rong Rong di Indonesia

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

SEWAKTU saya masih duduk di bangku tahun pertama SMP di tahun 1979, saya terpana membaca sebuah artikel menarik di Kompas Minggu. Waktu itu Kompas Minggu baru setahun hadir di depan mata pembacanya. Judul beritanya sangat pendek dan saya sangat terkenang hingga kini. “Mickey Mouse 50 Tahun”.

Wah, ternyata seekor tikus saja yang telah menemani dan menghibur ratusan juta anak sejagat, bisa berulang tahun. Mickey si Tikus layaknya seperti Karl Marx atau Mao Zedong, atau seperti Soekarno maupun Abraham Lincoln atau Albert Einstein, yang usianya dirayakan besar-besaran oleh pengagumnya. Hanya bedanya Mickey tokoh fiktif dan imajinatif dari sebuah perusahaan hiburan anak yang menjadikannya sebagai logo.

Sebenarnya usia Mickey tidaklah setua itu dalam peran yang dijalani selama itu. Ulang tahunnya berawal sejak dia hadir dicipta oleh Walt Disney tahun 1929. Dia layaknya seperti Bart Simpson yang umurnya 10 tahun dan selamanya 10 tahun…

Bagaimana di Indonesia? Kita punya tokoh seperti si Mickey dan ratusan karakter imajinatif lainnya, baik berupa kartun, boneka atau dalam dunia komik. Sebutlah si Unyil, si Huma, si Gundala, si Saras 808 atau si Kuncung serta banyak lagi, termasuk tokoh import dari Belanda, Bobo si kelinci biru dan keluarganya.

Dari semua tokoh itu, yang paling berkesan bagi saya adalah Bona Gajah Kecil Berbelalai Panjang dan sahabat Rong Rong si kucing. Bona adalah seekor gajah kecil berwarna merah muda yang imut-imut cerdik serta kreatif. Nah, kreatifitasnya itu yang selalu terkenang dibenak saya, hingga sekarang. Bagaimana dengan belalainya si Bona bisa menjadi ‘troubelshooter’ untuk masalah sederhana yang terjadi dalam pemikiran dunia anak-anak.

Bona dan sahabatnya Rong Rong hadir di Indonesia pertama kali dalam edisi majalah anak-anak Bobo pada edisi 1 Maret 1975. Sejak itu dua sahabat yang tak mungkin bersahabat dalam dunia nyata itu, hadir di setiap majalah anak-anak Bobo setiap minggu hingga kini.

Bayangkan, kalau sudah 35 tahun berarti tiap tahun 52 kali hadir. Artinya sudah 1820 kali Bona dan Rong Rong selalu hadir mendatangi anak-anak dengan kisah cerita yang lucu, ringan dan mendidik.

Sebelum 1 Maret 1975, Bona dan Rong Rong sebenarnya sudah hadir dihadapan anak-anak yang tinggal bukan di Indonesia. Namun sejak mereka berdua hadir di sini, telah banyak mempengaruhi imajinasi sebigian anak-anak Indonesia dengan kenangan dan teladan yang mudah ditiru tapi sulit dilupakan.

Kecintaan saya pada Bona dan Rong Rong, sebenarnya berawal saat saya masih duduk di kelas 2 SD. Kebetulan rumah saya berhadapan langsung dengan rumah penulis cerita anak terkenal di majalah Si Kuncung, yaitu Ibu Ulkiah S.

Di rumahnya hampir setiap malam saya membaca majalah Si Kuncung, yang akhirnya membawa saya gemar membaca buku cerita dan majalah anak dan berkenalan dengan si Bona dan Rong Rong.

Saya rindukan sekali dengan majalah Si Kuncung yang kalau masih ada sudah berumur 50 tahun! Pada waktu awal masa pemerintahan Presiden Soeharto, beliau pernah merayakan dan memberikan kata sambutan pada ulang tahun majalah anak-anak tertua sejak Indonesia merdeka itu.

Nah, bagi saya si Bona dan Rong Rong itu telah berhasil mengalihkan kehidupan liar dunia binatang (gajah dan kucing mustahil berhasil hidup bersahabat) menjadi sebuah dunia penuh kerjasama saling menolong sesama dengan imajinasi kreatif.

Berbeda dengan tokoh-tokoh lain, misalnya Bobo si kelinci yang hanya bersentuhan dengan satu jenis familia, yaitu kelinci. Sudah pasti mereka selalu akrab dan sulit menemukan sentuhan permusuhan atau antagonis sesama dalam dunia perkelincian.

Bona dan Rong Rong juga melengkapi kehadiran peran tokoh-tokoh imajinatif lain yang menghibur milyaran manusia di dunia.

Saya ingat ketika calon presiden Amerika Serikat George Bush yang harus berjuang menantang lawannya dalam pemilu presiden 1992, yaitu Bill Clinton. Bush secara kasar menghina fisik Clinton dengan menyebutnya sebagai Bozo si Badut. Memang hidung Clinton secara karikaturis agak besar dan mirip hidung badut Bozo.

Apa yang terjadi? Para badut beneran di Amerika Serikat marah dan membela Clinton. “Bozo adalah seorang badut yang selalu menghibur semua orang, tidak seperti politikus”.

Nah lho! Sampai sekarang saya kesal kalau banyak orang Indonesia sok berkomentar dengan kata-kata konyol, “Mereka itu badut-badut politik” atau “Dasar badut!”. Sejak kapan badut membuat orang menangis dan menderita? Kalau politikus, jangan dihitung berapa kali mereka membuat jengkel orang dan menyakiti hati siapa saja.

Bagaimana dengan badut? Oh…tidak pernah sekeji itu. Kalau ada orang yang mati karena perutnya kaku kebanyakan ketawa karena badut, mungkin saja bisa terjadi. Atau memang ada badut jahat yang diperankan oleh pembunuh anak-anak berantai di AS asal Chicago di pertengahan hingga akhir tahun 1970an, yaitu si John Wayne Gacy.

Nah, Bona dan Rong Rong memang bukan badut, tetapi seperti karakter yang menghibur dengan kerjasama menolong sesama dengan sangat jenaka dan kreatif. Mereka berdua telah membantu memberi kebaikan kepada anak-anak tanpa henti, tentang kualitas kehangatan, persahabatan, khayalan positif dan kerjasama yang semuanya mulai terkikis perlahan oleh jaman sinis dan individualis.

Selamat ulang tahun Bona dan Rong Rong. Tolong hibur anak saya, cucu atau keturunan saya di masa datang yang mungkin saya tidak akan pernah ketemu, dengan perilaku yang santun dan penuh saling menghormati antar sesama. Umur saya pasti tidak akan sepanjang umur kalian berdua. Salam sayang untukmu sahabatku, Bona dan Rong Rong. (*)

92 Comments to "35 Tahun Bona dan Rong Rong di Indonesia"

  1. rosehan  5 September, 2013 at 23:04

    Terima kasih telah mengisi masa kecil saya. I LOVE U !

  2. IWAN SATYANEGARA KAMAH  26 August, 2013 at 20:20

    Terima kasih ivo. Masih ada beberapa koleksi saya masih kecil. Kenangan dan tak akan saya jual berapa pun,

    Makasih ya…

  3. ivo  26 August, 2013 at 19:40

    Pak Hendrick, bukan jiplakan tapi saduran… kan beroyalty.. aslinya dari Belanda kan.. bahkan ada website plus game” serunya di http://www.bobo.nl .. Bapak masih koleksi majalah BoBo jadul? Keren… gambarnya lebih bagus dibanding versi barunya ya…

  4. IWAN SATYANEGARA KAMAH  28 March, 2013 at 20:59

    Halo Om Hendrick… Setuju. Tidak usah lihat dari blog atau sumber manapun. Dari visual saja sudah tampak, semua kisah dan tokoh dalam Keluarga Bobo dan cerita yang lain adalah import. Dari Eropa tepatnya. Lebih rinci, Belanda.

    Namun selama perjalanannya lebih 40 tahun, tidak pernah ada protes dan penentangan secara aktif tentang hal itu. Toh, sudah ada majalah “Si Kuntjung” yang terbit 1959. Masalah manajemen saja, majalah anak-anak tertua asli Indonesia itu mati akhirnya. Pesiden Soeharto pernah memberikan petuahnya kepada majalah “Si Kuntjung”.

    Nah, Bobo tidak sepenuhnya bisa dianggap “membawa nilai-nilai barat”, karena cerita dan kisahnya diedit dan dikemas sesuai dunia anak-anak, dunia yang sangat semesta (universal). Jadi masalah import atau tidak, bukan masalah. Untuk melihat itu kita bisa menelaah majalah-majalah lain dari grup Bobo berada, seperti majalah Donald Bebek, Princess dan sebagainya. Nilai-nilai barat sangat kental dalam majalah tersebut.

    Salam Bobo dan Keluarga Kelinci.

  5. Hendrick Mustopha  28 March, 2013 at 20:23

    Kenangan masa lalu yang begitu indah btw Aku mau tanya sama kalian semua,setujukah kalo majalah Bobo di INDONESIA disebut majalah jiplakan?
    yah begitulah artikel disebuah blog yang perenah Aku baca,
    Btw ternyata semua tokoh dimajalah Bobo yang terbit hingga hari ini tuh semuanya import ya?

  6. relaxki  19 September, 2011 at 14:05

    Bona dan Rong Rong….tak akan terlupakan kenangan manis masa kanak kanak ku..
    Maseh ada ngak seh sekarang majalah Bobo ??

  7. Teuku Faisal  1 April, 2011 at 10:05

    Nostalgia…..
    Selain Bona & Rong rong, keluarga Bobo, Oki& Nirmala ada juga cerita Paman Kikuk Husin dan Asta…..bener2 KENANGAN YG INDAH LUAR BIASA

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.