Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Poros Beijing-Singapore-Solo

Thursday, 8 April 2010

Viewed 139095 times, 12 times today | 236 Comments |

Handoko Widagdo – Solo


Ketika Jokowi-Rudi menjabat walikota dan wakil walikota Solo, penerbangan Jakarta-Solo hanya 3 kali sehari. Itupun tidak ruitn. Dua kali penerbangan Garuda, pagi dan sore serta Lion Air yang terbang sore. Ini sangat kontras dengan penerbangan ke Jogja. Garuda saja terbang 11 kali ke Jogja setiap harinya. Belum lagi maskapai lainnya. Bisa disimpulkan bahwa Solo adalah kota mati. Solo sama sekali tak dilirik oleh para pelancong.

Sedikit demi sedikit, dua pemimpin Solo ini membenahi pariwisata Solo. Awalnya, beliau bergagas membangun poros wisata Denpasar-Jogja-Solo. Berbagai upaya dilakukan untuk ‘menjual’ Solo bersama dengan Jogja dan Denpasar. Namun rupaya gagasan tersebut tak bersambut. Nyatanya, limpahan turis dari Jogja tak kunjung datang; apalagi limpahan dari Denpasar. Padahal kebanyakan turis yang datang ke Denpasar, biasanya singgah ke Jogja dan Borobudur. Solo? Diabaikan dan dicuekin!

Program pembenahan Kota Solo sebagai tujuan wisata terus dilakukan. Pertama-tama menata Solo menjadi kota yang tidak kumuh. Kawasan Monumen 45 dibenahi. Pedagang klithikan dipindahkan. Kawasan Ngarsopuro dibangun. Pasar Triwindu direnovasi. Rel kereta tengah kota, yang adalah peninggalan Belanda, dihidupkan lagi. Event-event international diselenggarakan di Solo. Batik Carnival dijadikan momentum wisata. Namun respon tetangga (Jogja dan Denpasar) tetap dingin-dingin saja.

Dinginnya respon tetangga ini tidak menyurutkan Jokowi-Rudi memromosikan Solo. Merasa tak mendapat tanggapan dari tetangga dekat, Jokowi-Rudi mencari terobosan. Singapore! Puncaknya adalah keikut-sertaan group Batik Carnival dari Solo dalam karnaval di Singapore beberapa bulan yang lalu. Solo menjadi dikenal. Promosi di Singapore rupanya membawa hasil. Ini terbukti dari pesawat Silk Air jurusan Singapore-Solo yang hampir selalu penuh. Batik tetap menjadi ujung tombak wisata Solo, selain dari wisata kuliner tentunya.

nasi campur solo

nasi liwet solo

kuliner solo

Setelah berhasil dengan Singapore, kini Beijing mulai digarap. Beberapa pejabat Beijing diundang ke Solo untuk meliput batik dan wisata kuliner. Beberapa pembatik Solo diberangkatkan ke China. Organisasi keturunan China di Solo dilibatkan dalam promosi wisata Solo ke China. Harapannya, turis China yang ke Singapore bisa singgah di Solo barang satu atau dua malam. Atau bahkan suatu saat akan ada penerbangan kota-kota di China langsung ke Solo.

Kini, setelah hampir lima tahun memimpin Solo, penerbangan Jakarta Solo, setidaknya sudah 7 kali sehari. Garuda, Lion, Sriwijaya dan Batavia telah menerbangi Jakarta-Solo secara rutin. Air Asia membuka jalur KL-Solo. Silk Air tetap membawa wisatawan dari dan ke Singapore. Hebat bukan?

Bengawan Solo

 


Share This Post

Posted by Thursday, 8 April 2010 on 00:15.

Categories: Nusantara. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

236 Responses to “Poros Beijing-Singapore-Solo”

Pages: « 24 … 19 18 17 16 15 [14] 13 12 11 10 9 … 1 »

  1. 140
    Handoko Widagdo Says:

    Kang Iwan, lha babagan ngagem bhasa Jawa punika rak ngantos dipun liput Kompas, Tempo saha koran nasional sanesipun. Kok panjenengan mboten mangertos (maaf hari ini Hari Jumat) jadi saya berbahasa jawa).

    Soph, koreksi, itu bukan Ngadirejo, tapi Ngadirojo. Lihat komenku mengapa diberi nama Ngadirojo

  2. 139
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Biarin Sophie, Mas Han mandi junub terus sama Luna Maya, pasti masuk angin dan akan ada jabatan baru : MANTRI KEROK. Tugasnya kerokin raja…

  3. 138
    sophie Says:

    Mulai hari ini, ku relakan jadi walkot Solo, demi kepentingan warga Solo dan Ngadirejo. Mendingan kurelakan, lha mana tahan kalau pasangannya Luna Maya, tiap hari mandi junub

  4. 137
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Oh ya? Ada kebijakan harus boso Jawi tiap Jumat? Lha, gimana khotbah sholat Jumatnya? Pasti boso Jawi…. Aduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh Kanjeng Rasul…..

  5. 136
    Handoko Widagdo Says:

    Karena Lani Jawane kenthel boleh juga dicalonkan sebagai wakil walikota. Nanti bisa ditugasi mengajari para wartawan berbahasa Jawa. Soalnya ketika kebijakan berbahasa Jawa pada Hari Jumat, tidak ada wartawan yang berani mewawancarai Pak Jokowi dan Mas Rudi.

  6. 135
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Hahaha….Lani itu lucu banget kalau nulis dan komentar. Kenthel jawane…

  7. 134
    J C Says:

    Mas Iwan, dari tadi ngrasani Lani, dia bisa kejedug-jedug lho…ntar bangun fingsan n semafut…

  8. 133
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Ya harussss Sophie, mosok Raja Solo nggak mandi junub. Dari dulu udah 300 tahun, rajanya banyak selir, ya banyak mandi junub doooooooooooooooong…. Terus walikotanya mau sok-sokan nggak mandi junub, emangnya walikota Jersalem.. sana gih kalau mau alim-aliman…Jangan di Solo. Coba, dangdut erotis cuma ada dimana? Di Solooooooooooooooooo…. ueedhan to? (meniru gaya bahasa lani)

  9. 132
    sophie Says:

    Ini artinya walkot juga mesti mandi junub ?

  10. 131
    Handoko Widagdo Says:

    Boleh-boleh. Bagian dari nguri-uri budhaya Jawi

Pages: « 24 … 19 18 17 16 15 [14] 13 12 11 10 9 … 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)