Poros Beijing-Singapore-Solo

Handoko Widagdo – Solo


Ketika Jokowi-Rudi menjabat walikota dan wakil walikota Solo, penerbangan Jakarta-Solo hanya 3 kali sehari. Itupun tidak ruitn. Dua kali penerbangan Garuda, pagi dan sore serta Lion Air yang terbang sore. Ini sangat kontras dengan penerbangan ke Jogja. Garuda saja terbang 11 kali ke Jogja setiap harinya. Belum lagi maskapai lainnya. Bisa disimpulkan bahwa Solo adalah kota mati. Solo sama sekali tak dilirik oleh para pelancong.

Sedikit demi sedikit, dua pemimpin Solo ini membenahi pariwisata Solo. Awalnya, beliau bergagas membangun poros wisata Denpasar-Jogja-Solo. Berbagai upaya dilakukan untuk ‘menjual’ Solo bersama dengan Jogja dan Denpasar. Namun rupaya gagasan tersebut tak bersambut. Nyatanya, limpahan turis dari Jogja tak kunjung datang; apalagi limpahan dari Denpasar. Padahal kebanyakan turis yang datang ke Denpasar, biasanya singgah ke Jogja dan Borobudur. Solo? Diabaikan dan dicuekin!

Program pembenahan Kota Solo sebagai tujuan wisata terus dilakukan. Pertama-tama menata Solo menjadi kota yang tidak kumuh. Kawasan Monumen 45 dibenahi. Pedagang klithikan dipindahkan. Kawasan Ngarsopuro dibangun. Pasar Triwindu direnovasi. Rel kereta tengah kota, yang adalah peninggalan Belanda, dihidupkan lagi. Event-event international diselenggarakan di Solo. Batik Carnival dijadikan momentum wisata. Namun respon tetangga (Jogja dan Denpasar) tetap dingin-dingin saja.

Dinginnya respon tetangga ini tidak menyurutkan Jokowi-Rudi memromosikan Solo. Merasa tak mendapat tanggapan dari tetangga dekat, Jokowi-Rudi mencari terobosan. Singapore! Puncaknya adalah keikut-sertaan group Batik Carnival dari Solo dalam karnaval di Singapore beberapa bulan yang lalu. Solo menjadi dikenal. Promosi di Singapore rupanya membawa hasil. Ini terbukti dari pesawat Silk Air jurusan Singapore-Solo yang hampir selalu penuh. Batik tetap menjadi ujung tombak wisata Solo, selain dari wisata kuliner tentunya.

nasi campur solo

nasi liwet solo

kuliner solo

Setelah berhasil dengan Singapore, kini Beijing mulai digarap. Beberapa pejabat Beijing diundang ke Solo untuk meliput batik dan wisata kuliner. Beberapa pembatik Solo diberangkatkan ke China. Organisasi keturunan China di Solo dilibatkan dalam promosi wisata Solo ke China. Harapannya, turis China yang ke Singapore bisa singgah di Solo barang satu atau dua malam. Atau bahkan suatu saat akan ada penerbangan kota-kota di China langsung ke Solo.

Kini, setelah hampir lima tahun memimpin Solo, penerbangan Jakarta Solo, setidaknya sudah 7 kali sehari. Garuda, Lion, Sriwijaya dan Batavia telah menerbangi Jakarta-Solo secara rutin. Air Asia membuka jalur KL-Solo. Silk Air tetap membawa wisatawan dari dan ke Singapore. Hebat bukan?

Bengawan Solo

 


About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

250 Comments to "Poros Beijing-Singapore-Solo"

  1. Handoko Widagdo  7 September, 2014 at 20:46

    Demikian pula dengan saat Jokowi jadi Gubernur DKI. Beliau menjadi gubernur di bekas Jakarta.

  2. makinuddin  25 July, 2014 at 09:19

    jokowi sebenarnya bukan memimpin kota solo, tapi BEKAS KOTA SOLO. sebab pada 1998 solo merupkan tumpukan kota yg terbakar.

  3. Handoko Widagdo  3 May, 2014 at 09:00

    Sambil menyecek apakah sudah bisa komen normal, saya mengingatkan kepada Lani bahwa kamarnya sudah siap.

  4. Lani  11 February, 2014 at 21:21

    HAND, HENNIE : aku tambahi aku sdh pernah tidur BUKAN hanya sekamar akan ttp sak-tempat tidur/sak kasur ngono……..
    Untung tdk ada jaran dikamar…………klu ada?????? wakakakak………the rest use your imagination………ngekel karo ngetik! Krn jd spt diingatkan oleh Handoko, “jarane mlebu pawon”

  5. Handoko Widagdo  10 February, 2014 at 18:15

    Oh Lani kalau tidur ada temannya pasti tidak jalan-jalan. Tapi kalau sendiri jalan-jalan. Makanya daripada saya harus menemani, lebih baik saya sediakan dua kamar saja.

  6. HennieTriana Oberst  10 February, 2014 at 17:56

    Mas Hand, Lani tidurnya anteng, nggak pake pindah kamar. Soalnya aku sudah pernah tidur sekamar dengan Lani

  7. Handoko Widagdo  10 February, 2014 at 17:36

    Halo Lani, sudah aku siapkan dua kamar tidur untukmu. (Mengantispiasi kalau Lani jalan dan pindah kamar saat tidur.)

  8. Lani  20 June, 2013 at 11:53

    Wadoh…….malah dibatalkan ndak boleh nginep to……pilihan yg berat ini, bak makan buah simalakama………wedew!

  9. Handoko Widagdo  20 June, 2013 at 10:48

    Kalau aku jadi walikota Solo aku akan bersikap seperti Ahok. Tidak ada teman dan tidak ada kompromi.

    Karena aku belum jadi walikota, jadi silahkan Lani datang ke Solo dan menginap di rumah saya.

  10. Lani  20 June, 2013 at 10:46

    HAND : mudik yad aku pastikan kudu mampir, nginep dan menikmati kota Solo didampingi calon walikota Solo……..opo ora gayenk??????

Terima kasih sudah membaca dan berkomentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Image (JPEG, max 50KB, please)