Dewi Aichi – Brazil
Dulu sekali, pada awal mengenal dunia chatting, pernah aku dijuluki semangka kotak oleh teman-teman mayaku he he, ini gara-gara aku pamer , bahwa aku baru saja beli semangka kotak di supermarket Jusco(nama salah satu supermarket di Jepang). Maklum wong ndeso yang pertama kali sampai Jepang, ketika melihat semangka berbentuk kotak untuk yang pertama kalinya,wajar saja kalau gumun (kagum).
Nah..kali ini tiba-tiba saja aku ingat tentang semangka kotak. Jadi aku pengen share sedikit mengenai semangka kotak. Tapi tolong jangan juluki aku semangka kotak ya! Karena aku sudah berantakan gara-gara kaos putih. Lagian berita tentang semangka kotak kan sudah basi.
Salah satu kota kecil di Jepang, yaitu Zentsuji (Kagawa), ini masuk wilayah Shikoku, menjadi sangat dikenal karena dari tempat inilah awal diproduksi semangka kotak. Petani setempat, yang sudah mempunyai Koperasi selama 27 tahun, sebenarnya sudah lama berhasil membuat semangka dengan format baru yaitu kotak.
Ide ini dikarenakan semangka yang tidak mungkin dihasilkan sepanjang tahun. Sehingga ketika saatnya panen semangka, mereka para petani bisa menyimpan semangka dengan lebih mudah dikarenakan bentuknya yang kotak.
Orang pertama yang mempunyai ide membentuk semangka yang bulat, menjadi kotak yaitu Takashi Yamashita(82 th), yang saat itu menjabat sebagai dirut koperasi. Untuk membentuk menjadi kotak, diperlukan beberapa tahapan, tetapi pembentukan buah dilakukan sebelum buah matang. Untuk lebih jelasnya, aku sertakan link berikut ini langkah-langkah membentuk semangka kotak:
http://www.instructables.com/id/Grow-a-square-watermelon/?download=pdf
Kenapa Jepang mempunyai ide untuk merubah bentuk semangka menjadi kotak? Alasannya, dengan keterbatasan tempat penyimpanan, dan kesulitan dalam menyimpan semangka yang berbentuk bulat, maka diubahlah bentuk bulat menjadi kotak. Hal ini akan memudahkan dalam penyimpanan buah semangka.
Harga satuan untuk semangka kotak rata-rata mencapai Y.2.200-Y.3.000(untuk harga sekarang mohon infonya bagi yang berada di Jepang). Akan tetapi banyak pendapat bahwa, semangka yang telah diubah formatnya menjadi kotak, akan kehilangan rasa manisnya. Sehingga, akhirnya kurang banyak diminati. Yang jelas, sekarang hanya dinikmati karena format yang tidak lazim, apalagi semakin banyak variasi untuk menjadikan buah semangka ke dalam berbagai bentuk.
Dengan tujuan dekoratif, penyimpanan yang mudah, dan lebih awet hingga bisa bertahan sampai 1.5 tahun. Sehebat-hebatnya Jepang mempunyai ide merubah bentuk semangka menjadi kotak, tetap saja kalah dengan Indonesia, yang bisa menciptakan semangka berdaun sirih (Broery Marantika).
November 21st, 2011 at 20:33
Mba Seroja, rasanya sama saja kok, bahkan cenderung hambar, kurang manis…
November 21st, 2011 at 19:20
wew..semangka kotak, rasanya sama mba sama semangka yg bulet? *pasang wajah lugu..gkgkgkgk
November 21st, 2011 at 17:09
Ayo para ahli, siapa yang mau diajak, Roni Lantang nih…Tia Yuliantari, pak Handoko???
November 11th, 2011 at 03:09
ide yang sangat menarik..
dari sini aku jadi punya ide “agrosculpture”
agrosculture adalah penggabungan antara ilmu pertanian dan ilmu patung
siapa yang mo diajak kerjasama ya…
March 26th, 2011 at 14:00
AneCh2 Ja ………..
TaPiE3 nGEmNg-NmEnG wRnAnYa G MnRk C5 cKlIe
April 9th, 2010 at 01:04
lani: tanya pak Iwan kui lho…..yang mulai mainan minyak hi hi hi….eh Lani, sesuk sik enak2 ojo dikandakke yo ha ha ha…mengko ndak aku pengen..!
April 9th, 2010 at 00:41
JC : turuuuuuuuuuuuuu…….rak usah ngoyak2 wong dikongkon transleeeeeeeet………translet dewe dlm mimpi…..
DA: rak usah ngajak2 wong melu kentir, kita berdua iso bikin kenthir wong sak ndonya kkkkkkkk, kok disiram lengo potro ben menggelembung??????? apane to??????