Diving yuuukk…!!

Nevergiveupyo – Ambon

Hello Baltyrans di mana pun anda berada. Semoga semua dalam keadaan baik dan happy selalu ya.. saya mau berbagi pengalaman sewaktu berkesempatan mengunjungi Manado selama seminggu di akhir bulan Maret 2010 kemarin. Kebetulan ada dinas/rapat koordinasi wilayah yang diselenggarakan di Manado.

Jika mas Fire pernah menulis tentang 3B-nya..dan Oom OKI pernah menulis liputan ke bunakennya (bisa dikasih link-nya ga ya??) http://baltyra.com/2010/02/27/tidak-menyelam-di-bunaken/ , maka saya mencoba melaporkan pandangan versi mata saya. (terimakasih buat Oom OKI, membantu sekali selama kami di bunaken. Spesial untuk mas fire, hanya 2B mas yang sempat saya nikmati… pengen-nya juga lebih sih.. hehehehe). Memang sejak diberi tahu lokasi rakor, kami telah bersepakat bahwa jika semua “lancar” maka kami akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengikuti kursus guna mendapatkan lisensi menyelam.

Saat ini terdapat banyak asosiasi/organisasi penyelam. Organisasi yang bersifat internasional contohnya adalah CMAS-Confederation Mondiale des-Activities Sub-aquatiques yang didirikan pada tanggal 28 September 1958 di Brussles (Belgia) namun sekarang berpusat di Roma (Italia) dan mempunyai perwakilan di 90 negara di dunia. Kemudian ada juga PADI, AUSI, BSAC, SSI maupun yang local (hanya diakui di suatu negara tertentu. Contohnya : lisensi dari TNI AL).

Di Indonesia organisasi penyelam yaitu POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) tergabung dengan KONI dan berafiliasi pada CMAS. Jadi kalau kursus dengan instruktur dari POSSI maka tidak perlu khawatir saat ingin menyelam di Negara lain ditolak. Karena lisensinya bersifat internasional. Kursus awal biasanya memerlukan waktu antara 3-4 hari. Tergantung dari kondisi calon penyelam. Jika calon penyelam sudah terbiasa snorkeling maka proses kursus dapat berjalan lebih cepat.

Hari Jum’at pagi, 26 Maret 2010, setelah sarapan kami sudah ditunggu instruktur di kolam renang. Pelajaran awal adalah pengenalan alat-alat menyelam. Peralatan utama dalam menyelam adalah kacamata khusus menyelam (goggle), pipa nafas (snorkel) dan kaki katak (fin; padahal arti harfiah sirip kan ya??) kemudian kami diperkenalkan pada peralatan utama SCUBA (Self Contained Underwater Breathing Apparatus) yang meliputi tabung (terdapat 2 model yaitu berbahan baja serta alumunium) BCD (Bouyancy Compensator Device; yang bentuknya mirip jaket pelampung. Juga sebagai tempat melekatkan tabung udara) dan regulator.

Pelajaran pertama adalah skin diving/snorkeling. Karena telah cukup sering snorkeling sebelumnya, maka pelajaran ini dapat kami kuasai dengan relatif singkat. Kemudian kami diajarkan bagaimana mengatur/menge-set peralatan SCUBA. Untuk masuk ke air, terdapat dua cara yang populer yaitu giant step (langkah raksasa) dan back rolling (jatuh ke belakang. Dilakukan saat turun ke air dari perahu. Ya seperti yang di film-film itu lah). Cukup menegangkan juga lho saat pertama melakukannya.

Kami diperkenalkan dengan kode-kode/bahasa penyelam yang dikenal dan dipahami penyelam dunia secara umum serta pelajaran yang sifatnya antisipatif kondisi darurat seperti mask clearing (‘mengeringkan’ masker dari air yang tidak sengaja masuk), melepas dan memasang regulator di dalam air, kemudian bagaimana menolong teman yang kehabisan udara. Selanjutnya kami diajari melakukan bouyancy (melayang dalam air), karena dalam penyelaman diupayakan sedapat mungkin tidak menyentuh karang. Kami juga diajarkan bagaimana menghadapi kondisi darurat jika regulator mengalami kebocoran. Pelajaran yang sangat penting disini adalah equalising (menyesuaikan tekanan dalam telinga dengan tekanan air di sekeliling) Pelajaran di kolam renang memakan waktu sekitar 3 jam.

Sorenya kami melanjutkan latihan di lokasi sebenarnya. Kami berlatih di pantai Malalayang, yang tidak jauh dari pusat kota Manado. Naik angkot sekitar 20 menit. Di pantai ini kami mengulang lagi pelajaran yang kami terima pagi. Setelah semua dirasa menguasai semua teknik dengan baik, instruktur mengajak kami melihat-lihat karang dan ikan yang ternyata cukup bagus kondisinya. Bahkan kami sempat bertemu penyu muda disini. Mungkin diameter karapas sekitar 40-50 cm. saat pertama kali menyelam ini kami benar2 bisa merasakan bagaimana dan mengapa equalising harus dilakukan dengan benar, karena telinga akan sakit dan bahkan gendang telinga bisa pecah. Hari Sabtu kami menyelam di Taman Nasional Bunaken.

Dari pengalaman kursus tersebut, terdapat beberapa hal yang mungkin bisa berguna untuk yang berminat menyelam dengan aman :

  1. Rileks-lah dan ikuti guide anda tanpa terburu-buru. Bergeraklah secara halus/smooth. Jika anda terburu-buru, anda rawan melakukan kecerobohan yang tidak perlu, dan bahkan bisa membahayakan rekan anda lainnya.
  2. Jangan hiperaktif di dalam air. Mungkin anda sangat kagum atau penasaran dengan ikan tertentu atau bentuk karang yang sungguh lucu. Tidak perlu sok akrobatik (lihat foto berikut), karena hanya akan memboroskan cadangan udara di tabung anda. Udara dalam tabung, dengan pemakaian normal, dapat dipergunakan untuk menyelam selama lebih kurang 150 menit.
  3. Minimalkan gerakan anda. Selama buoyancy anda bagus/stabil, maka anda tidak akan tenggelam. Gerakan yang minimal juga akan memberikan anda kesempatan menikmati panorama bawah laut dengan lebih optimal dan tidak akan menakuti para penghuni “firdaus” tersebut. Ada nemo yang akan menyapa anda ramah, ada kura-kura yang mungkin sudah puluhan tahun usianya ..dan masih banyak lagi…
  4. Jangan berhenti memonyongkan mulut anda selama anda bernafas dengan regulator. Agak capek sih, tapi kalau sering menyelam dijamin efek selanjutnya dahsyat. Karena otot pipi dan bibir terlatih…hehehehehe. Alasan sebenarnya adalah: agar tidak ada udara yang terbuang percuma selama bernafas.

  5. Ikuti petunjuk guide/instruktur anda. Karena bagaimanapun dia yang lebih menguasai medan, lebih berpengalaman serta bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan anda. Jika anda patuh, ikan-ikan cantik pun tak akan ragu memberikan kecupan kepada Anda. Double combo!!! Hehehehe…

Nah, sobat Baltyra, Mungkin itu yang bisa saya sharing-kan dari hasil. Terimakasih sudah membaca tulisan yang masih tahap latihan ini, juga terutama kepada admins yang telah mengijinkan tulisan ini ter-upload (tenang, sekarang tidak menyiksa dengan jumlah foto yang lebay koq). Intinya adalah : perhatikan instruktur/guide anda baik-baik. Ikuti setiap instruksi/petunjuknya.. dan selamat datang di eksotisme panorama bawah laut!

  • Ucapan terimakasih yang sungguh untuk suprimen yang udah minjemin Olympusnya, dan Nelson Uada yang udah melatih dan sekaligus memotret kami.

Referensi :

Scuba diving – Wikipedia, the free encyclopedia.htm

Confédération Mondiale des Activités Subaquatiques – Wikipedia, the free encyclopedia.htm

Buku Petunjuk 1 Star Scuba Diver, CMAS – Indonesia

114 Comments to "Diving yuuukk…!!"

  1. irman  10 January, 2013 at 23:34

    salam.
    Sy mau ambil lisensi menyelam di manado bulan januari atw februari 2013 dgn harga yg di bwah 2 jt. Kalau ada bisa beritahu tempatx?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.