Taiwan Modern Toilet

Dewi Aichi – Brazil

Wah, berita apa lagi nih? Yang namanya toilet, biarpun modern, tetap saja untuk membuang kotoran manusia. Eit….tapi tunggu dulu, yang ini sih fungsinya lain, malah toilet ini tempat untuk makan-makan lho. Coba bayangkan dulu, seandainya kita dinner di toilet, sanggupkah? Buktinya, banyak orang yang menikmati makan-makan di toilet satu ini.

Tempatnya dibuat seperti kamar mandi yang cukup besar. Di dalam ruang ini terdapat banyak tempat duduk berbentuk sanitario atau toilet duduk. Kemudian terdapat meja ukuran besar berbentuk bak mandi, dengan sebuah tutup yang dibuat dari kaca.

Orang-orang yang masuk ke tempat ini dengan santainya menikmati hidangan-hidangan sambil duduk di sanitario. Sambil asik mengobrol dengan teman atau rekan kerjanya, mereka menikmati hidangan yang diletakkan di atas bak mandi. Piring-piring berbentuk tutup sanitario atau tutup toilet duduk pada umumnya, ada juga beberapa mangkok yang berbentuk toilet jongkok.

Inilah gambaran sebuah restaurant yang berada di Taiwan dengan model yang sangat unik. Restauran yang dibuat dengan mencampurkan alam pikiran manusia, dan tempat pembuangan kotoran manusia. Seandainya anda, apakah anda sanggup makan di restaurant dengan bangunan seperti toilet? Apa yang ada dalam pikiran anda di saat menyantap makanan di tempat seperti ini?

Untuk tissue adalah sengaja disediakan gulungan tissue yang biasa digunakan di toilet. Sedangkan berbagai hidangan, dan menu-menu dessert, sengaja dibikin seperti kotoran manusia, apalagi tempat untuk menghidangkan makananpun berbentuk toilet. Hiiiiii……kayaknya ngga sanggup deh kalau harus makan di restaurant model kayak begini.

“Ide ini adalah untuk menguji indra”, kata manajer Toilet Modern Restaurant Chen Ming Kuang. Setiap pelanggan duduk di akrilik model toilet tutup bawah, yang dirancang dengan gambar bunga, kerang, atau lukisan.

Nama-nama untuk menu makanan juga unik. Dengan membaca menu-menu saja, otak kita dibawa ke alam yang menjijikkan. Sebut saja diarrhea with dried droppings (chocolate), bloody poop (strawberry), green dysentery (kiwi). Hidangan utama termasuk kari, ayam goreng, dan Mongolia hot plate. Cara menghidangkan saus atau kari, yaitu dengan cara diteteskan dari mini toilet. Sedang untuk minum dihidangkan dengan tempat urinoir.

Ide ini sebenarnya diperoleh dari sebuah film kartun robot Jepang yaitu Jichiwawa. Jichiwawa ini suka sekali bermain kotoran. Akhirnya Wang Zi Wei, seorang ex bankir memberanikan diri untuk membuat restaurant bergaya toilet. Awalnya Wang menjual es berbentuk gumpalan kotoran manusia yang dijual dengan beralaskan tissue gulungan untuk toilet. Karena sangat digemari, akhirnya terus berkembang.

Wang membuka Toilet Modern Restaurant pada tahun 2004, kemudian membuka jaringan di berbagai tempat. Di Taiwan sendiri ada 7 outlet, di Hongkong ada 1 outlet, dan di Shenzhen Cina ada 1 outlet. Rencana untuk kota-kota lain di Cina, Makau, Kuala Lumpur, Malaysia juga sedang berjalan. Dinner di toilet, siapa takut?

Sumber:

globo reporter

http://www.japaoemfoco.com/taiwan-modern-toilet/

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *