Josh Chen – Global Citizen
Terdengar asing? Ikan camcoan adalah salah satu kekayaan kuliner Tionghoa Peranakan. Kuliner ini adalah masakan rumahan, hampir tidak mungkin ditemukan di restoran, baik yang resto kecil atau besar di mana saja. Mungkin saja ada, tapi sangat jarang, apalagi sekarang ini.
Hidangan ini sering disajikan di meja makan kami berpuluh tahun lalu di Semarang. Beberapa waktu lalu, mendadak ingatan ini melayang ke masakan ini setelah melihat tulisan “Cuan-cuan Blanak” di kaca display di Waroeng Eddi waktu meliput di sana.
Segera aku konfirmasi ke si Eddi, dan ternyata benar masakan yang ditulis di situ sama dengan masakan yang di keluarga kami dinamakan camcoan. Asal kata dari mana, entahlah…sedari dulu ya demikian menyebutnya…haha… Kecurigaan kuat bahwa kata itu berasal dari dialek Hokkian.
Olahan ikan ini sangat sederhana, gampang sekali, praktis dan enak!
Bahan:
Cara memasak:
Beberapa orang lebih senang ikan yang digunakan adalah ikan belanak. Tapi karena belanak tidak mudah didapat, terutama di daerah Serpong sini, maka aku ganti dengan ikan gurame, dengan pertimbangan, daging yang tebal, duri ikan yang besar jadi mudah untuk disisihkan, memudahkan anak-anak kami dan juga resiko duri ikan tertelan juga lebih kecil.
Di Waroeng Eddi dan juga dari ngobrol dengan Peony, mereka lebih suka menggunakan ikan belanak dengan pertimbangan daya resap bumbu dari daging ikan belanak, konon dipercaya lebih mumpuni dari ikan yang lain.
Silakan mencoba…
June 3rd, 2011 at 13:25
Mu ammar: lhoooo masih ada yang mampir ke sini…
matur nuwun Mu ammar… 
June 3rd, 2011 at 13:15
Barusan masak ikan pake resep ini, emang enak walaupun tadi ngasih tauconya kebanyakan. Besok2 bisa buat andalan masak nih daripada digoreng mulu,
April 19th, 2011 at 09:31
kalau Omaku atau mamaku yang masak sukanya pakai Ikan Belanak, hmmm yummy
April 20th, 2010 at 09:13
Kalo di rumahku disebutnya ikan cengcoan, biasanya sih ikan mas, enak lageee
April 19th, 2010 at 23:26
nek nggowo guarana aku mau, jelas mau, sak truk wis, asal di jemput…!
April 19th, 2010 at 23:24
Ojo merendah…minimal sukiyaki atau ampo kerupuk lah, mosok gak iso? Atau gawa GUARANA JUICE sa’truk tanki yo?
April 19th, 2010 at 23:23
Buto: aku dudu tukang masak wis jiannnn…salah tebak, aku tukang nyekeli rantang wae…