Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Ikan Camcoan

Sunday, 18 April 2010

Viewed 3051 times, 1 times today | 87 Comments |

Josh Chen – Global Citizen

Terdengar asing? Ikan camcoan adalah salah satu kekayaan kuliner Tionghoa Peranakan. Kuliner ini adalah masakan rumahan, hampir tidak mungkin ditemukan di restoran, baik yang resto kecil atau besar di mana saja. Mungkin saja ada, tapi sangat jarang, apalagi sekarang ini.

Hidangan ini sering disajikan di meja makan kami berpuluh tahun lalu di Semarang. Beberapa waktu lalu, mendadak ingatan ini melayang ke masakan ini setelah melihat tulisan “Cuan-cuan Blanak” di kaca display di Waroeng Eddi waktu meliput di sana.

Segera aku konfirmasi ke si Eddi, dan ternyata benar masakan yang ditulis di situ sama dengan masakan yang di keluarga kami dinamakan camcoan. Asal kata dari mana, entahlah…sedari dulu ya demikian menyebutnya…haha… Kecurigaan kuat bahwa kata itu berasal dari dialek Hokkian.

Olahan ikan ini sangat sederhana, gampang sekali, praktis dan enak!

Bahan:

  • Ikan gurame seekor (bisa diganti ikan apa saja, asal jangan ikan paus atau hiu ya….)
  • Tauco (berapa banyak sesuai selera lidah seberapa kuat rasa ketaucoan anda)
  • Cabe merah besar (kalau suka pedas, jangan buang biji dan bagian putih di tengah cabe, kalau tidak suka pedas, buang biji dan bagian putihnya).
  • Bawang putih
  • Kecap manis (dalam hal ini aku pakai merek khas Semarang, yaitu Mirama)

Cara memasak:

  • Goreng ikan sampai agak kering (kali ini, karena aku beli di supermarket di Gading Serpong, gurame hidup, minta sekalian digorengkan, supaya tidak repot di rumah).
  • Tumis bawang putih sampai harum
  • Masukkan tauco aduk bersama bawang putih
  • Masukkan cabe yang sudah diiris
  • Masukkan ikan
  • Tambahkan air
  • Tambahkan kecap
  • Setel rasa dengan garam dan gula

Beberapa orang lebih senang ikan yang digunakan adalah ikan belanak. Tapi karena belanak tidak mudah didapat, terutama di daerah Serpong sini, maka aku ganti dengan ikan gurame, dengan pertimbangan, daging yang tebal, duri ikan yang besar jadi mudah untuk disisihkan, memudahkan anak-anak kami dan juga resiko duri ikan tertelan juga lebih kecil.

Di Waroeng Eddi dan juga dari ngobrol dengan Peony, mereka lebih suka menggunakan ikan belanak dengan pertimbangan daya resap bumbu dari daging ikan belanak, konon dipercaya lebih mumpuni dari ikan yang lain.

Silakan mencoba…

Share This Post

Posted by Sunday, 18 April 2010 on 00:00.

Categories: Recipe. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

87 Responses to “Ikan Camcoan”

Pages: [9] 8 7 6 5 4 3 2 1 »

  1. 87
    J C Says:

    Mu ammar: lhoooo masih ada yang mampir ke sini… matur nuwun Mu ammar…

  2. 86
    Mu ammar Says:

    Barusan masak ikan pake resep ini, emang enak walaupun tadi ngasih tauconya kebanyakan. Besok2 bisa buat andalan masak nih daripada digoreng mulu,

  3. 85
    Lulu Says:

    kalau Omaku atau mamaku yang masak sukanya pakai Ikan Belanak, hmmm yummy

  4. 84
    kucingbelang Says:

    Kalo di rumahku disebutnya ikan cengcoan, biasanya sih ikan mas, enak lageee

  5. 83
    Dewi Aichi Says:

    nek nggowo guarana aku mau, jelas mau, sak truk wis, asal di jemput…!

  6. 82
    J C Says:

    Ojo merendah…minimal sukiyaki atau ampo kerupuk lah, mosok gak iso? Atau gawa GUARANA JUICE sa’truk tanki yo?

  7. 81
    Dewi Aichi Says:

    Buto: aku dudu tukang masak wis jiannnn…salah tebak, aku tukang nyekeli rantang wae…

Pages: [9] 8 7 6 5 4 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)