Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Suara Azan Bercampur Ave Maria

Monday, 19 April 2010

Viewed 165040 times, 16 times today | 233 Comments |

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

MARYAM. MARY. MARIA. Atau Siti Maryam, bangsa Arab menyapanya. Siti adalah awalan nama untuk menghormati dan menyayangi. Orang Maroko menyebutnya Sidi. Kita mengejanya Siti.

Maryam atau Maria atau Mary adalah orang yang sama. Dia adalah seorang perempuan mulia. Paling mulia. Umat kristen memujanya dengan penuh penghormatan. Umat islam menghormati dengan penuh kesucian.

Maryam atau Maria adalah tokoh yang menyatukan dua agama besar dunia. Kristen dan Islam bisa bersatu bila menyebut nama Maria. Mereka sepaham, sepercaya, sependapat tentang Maria. Tanpa ada perbedaan dan perselisihan pada pernik perbedaan.

Banyak umat Kristen tak mengetahui betapa kaum muslim mensucikan Maria.

Banyak umat Islam tak sadar mereka menghormati sosok Maria. Dari tiga agama sama atau agama Ibrahim, hanya Yahudi yang mencelanya. Mereka menganggap Maria penuh cela bagai perempuan zinah.

 

Ajaran Islam menghormati Maria untuk nama sebuah surat dalam kitab sucinya.

Dari 114 surat dalam Quran, ada Surat Yunus (Jonah), Yusuf (Joseph), Hud (Hud)

Ada Surat Ibrahim (Abraham), Luqman, Rum (Romawi) dan Surat Muhammad

Tapi ada satu-satunya surat dengan nama wanita dalam Quran, Surat Maryam.

Dalam Islam, Maryam diabadikan penuh kesucian dalam kitab suci mereka.

Tak ada kitab atau bab bernama Maria dalam kitab suci manapun adanya.

Banyak kalangan menyebut Islam “lebih kristiani dari umat Kristen” soal Maria.

Ini tidak untuk merendahkan keyakinan non-Islam tentang Maria.

 

Maria adalah perempuan pilihan dan suci, surat 3 ayat 42

Maria adalah perempuan terpercaya, surat 5 ayat 57

Maria adalah perempuan diatas segala-galanya, sejagat se semesta.

Maria simbol kesucian dalam Islam dan juga Kristen.

Di Libanon, Maria dihormati penuh khidmat oleh umat Kristen dan Islam. Inilah negeri tempat 19 agama dan alirannya hidup bersama. Kadang mereka berseteru, berkelahi, berperang dan saling membunuh. Tapi bukan soal kepercayaan atau keimananan, tapi urusan dunia belaka.

Di negeri Liban ini, banyak bangsa Arab hidup yang tak mengikuti ajaran Muhammad.

Namun mereka tak pernah mencela, menghina Islam apalagi Muhammad. Dari antropologis, bagaimanapun Muhammad adalah orang Arab. Bangsa Liban yang Arab mustahil menghina orang yang memuliakan ras Arab di dunia.

Negeri itu mulai tahun ini, setiap 25 Maret merayakan hari suci keagamaan bersama.

Hari ketika Malaikat Jibril membisikan kepada Maria bahwa dia akan mengandung.

Mengandung bayi yang kelak bernama Isa al Masih atau Jesus Kristus. Sebuah kelahiran tanpa ayah sebuah tanda kebesaran Tuhan.

Umat Islam wajib mempercayai kelahiran suci itu, ‘virgin birth’. Sebuah keimanan yang sama dengan iman dan nurani kristiani. Orang Libanon menyatukannya dengan sebuah perayaan bersama. Mereka melantunkan suara azan bersama alunan lagu Ave Maria.

Perayaan ini bukan mencampurkan keyakinan dan keimanan. Ini adalah bentuk kesamaan dan titik temu sebuah keimanan. Dan titik temu ada pada sosok Maryam, Mary atau Maria. Mereka merenung, bergembira, bersuka cita untuk sebuah kesamaan.

Foto koleksi pribadi Penulis, gereja yang berdampingan side-by-side dengan masjid, di satu daerah di Tanjung Priok

Seharusnya perayaan ini juga dirayakan di Indonesia. Sebuah negeri yang sebangun seperti Libanon. Negeri yang hidup dan kaya dari perbedaan Tapi miskin dalam menggali persamaan.

 

Maryam adalah sosok suci dan mulia bagi umat Islam.

Maria adalah Mater Dei bagi umat Kristen.

Selayaknya mereka bersatu dalam banyak perbedaan. Karena hidup sangat indah dengan perbedaan dan persamaan.

By Tania Kassis: http://www.youtube.com/watch?v=q25fAkpXchk&feature=player_embedded

 

Syair “Ave Maria”

Ave Maria
Gratia plena

Maria

Gratia planea

Ave ave dominum
Dominus tecum
Benedicta tu in mulieribus
Et benedictus fructus ventris
Tui, Jesus
Sancta Maria
Mater Dei
Ora pro nobis peccatoribus
Nunc et in hora mortis nostrae
Amen

 

Lafal Azan

Allah Maha Besar الله اكبر

Allah Maha Besar الله أكبر

 

Saya bersaksi tak ada tuhan selain Allah أشهد ان لا اله الا الله

Saya bersaksi Muhammad adalah utusanNya وأشهد أن محمدا رسول الله

 

Marilah Kita Sholat حي على الصلات

Marilah Kita Sholat حي على الصلات

 

Marilah raih kebahagiaan حي على الفلاح

Marilah raih kebahagiaan حي على الفلاح

 

Allah Maha Besar الله اكبر

Allah Maha Besar لله اكبر

 

Tidak ada tuhan selain Allah لا اله الا الله

 

Note: terima kasih kepada Lyna yang bersedia menuliskan aksara Arab untuk lafal azan ini. Mas Iwan, menurut Lyna, ada sedikiiiittt koreksi.

 

STOP PRESS:

Kaget, senang, bangga! Jelas!

Artikel ini di’share di WALL TANIA KASSIS HERSELF di FACEBOOK’nya!!

 

Share This Post

Posted by Monday, 19 April 2010 on 00:01.

Categories: Diversity. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

233 Responses to “Suara Azan Bercampur Ave Maria”

Pages: « 24 … 19 18 17 16 15 [14] 13 12 11 10 9 … 1 »

  1. 140
    Dewi Aichi Says:

    pak iwan, kalao roma yang itu bangun setiap hari….

  2. 139
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Aichi, inget ‘khan pepetah “Roma tidak dibangun dalam sehari?”. Kok Roma melulu…

  3. 138
    Dewi Aichi Says:

    roma itu cuma ada pabrik biscuit kok pak…

  4. 137
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Kata Oma Irama dalam sebuah judul lagu dangdutnya, “Banyak Jalan Menuju Roma”… Kayaknya Roma itu negeri apaan sih? Emangnya kita mau ke sana apa?

  5. 136
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Ha? Ternyata pada merhatiin numerik di sini ya? Viiewer kesekian, komentar ke sekian? Emang ada hadiah apa? Kalau di kasih hadiah, apa bedanya baltyra dengan Dunia Fantasi?

  6. 135
    nevergiveupyo Says:

    yippiee…viewer nomer 1900 hehehe

    yak.. setuju pak. memang, dengan dengan membiarkan orang lain memilih jalannya sendiri, kita bisa lbh punya waktu n energi untuk memastikan jalan kita masih jalan terang yg kita yakini kebenarannya

  7. 134
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Nev, biarkan setiap orang memilih jalannya sendiri. Saya yakin semua orang merasa benar arah jalannya. Namun saya bisa pastikan, saya selalu membawa lampu ketika hari sudah gelap, agar tetap bisa berjalan sesuai jalan yang saya yakini benar. Karena jalan saya jalan terang.

  8. 133
    nevergiveupyo Says:

    wah..mantap banget pak ISK. memang tidak perlu dipaksakan, karena ketika ikut memaksakan, itu artinya ga ada bedanya. sama saja dengan yg playgroup..

    mungkin kalau boleh berpendapat pak, katanya agama itu adalah jalan, tuntunan hidup, nah oleh karenanya, akan lebih baik dan kiranya sudah lebih dari sekedar layak dan pantas untuk kita “meributkan” cara kita berjalan (apakah sesuai dengan tuntunan tersebut??) ataukah justru kita mengotori jalan dan mengacaukan “kaidah tuntunan” tersebut ?? (secara sadar ataupun tidak)
    menyampaikan dan menunjukkan kepedulian kepada sesama adalah suatu langkah mulia. namun tetap saja tidak boleh membabi-buta..

    terimakasih juga emailnya pak ISK.. semoga indonesia esok semakin cerah dan lebih baik..
    salam,

  9. 132
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Yaaa…nggak tahulah Nev. Hampir kebanyakan membenci artikel ini. Pengamatan saya kebanyakan yang tidak menyukai adalah orang-orang pemahaman agamanya masih play group. Jadi saya tidak bisa memaksakan kehendak saya seperti mereka dan memang bukan hak saya untuk berbuat seperti itu.

    Namun ada satu hal yang membuat saya sedih, bahwa dalam melihat suatu persoalan, kita tidak berpikir koimprehensif dan integral. Selalu setengah-setengah…

    Contohnya, mereka menganggap sebuah kejanggalan bila suara azan dilatunkan secara bersamaan dengan lagu Ave Maria. Padahal mereka tidak pernah berpikir ada hal yang lebih aneh lagi, ketika melantunkan suara azan saat mau menguburkan orang. Mau manggil siapa untuk sembahyang? Pocong?
    Hehehehe…

    Di Arab tidak dipermasalahkan hal itu, yang menjadi tempat asalnya Islam. Lalu kenapa kita (kaum muslim) yang tidak Arab justru ribut dan menjadi sok tahu? Bagi saya ini aneh dan memperlihatkan betapa bodohnya cara berpikir kebanyakan orang kita.

    Terima kasih Nev, emailnya.

  10. 131
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Hai Mawar… terima kasih sudah memperlihatkan tulisan ini sama hubbymu. Mudah-mudahan bisa bermanfaat…

Pages: « 24 … 19 18 17 16 15 [14] 13 12 11 10 9 … 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)