Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Suara Azan Bercampur Ave Maria

Monday, 19 April 2010

Viewed 165036 times, 12 times today | 233 Comments |

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

MARYAM. MARY. MARIA. Atau Siti Maryam, bangsa Arab menyapanya. Siti adalah awalan nama untuk menghormati dan menyayangi. Orang Maroko menyebutnya Sidi. Kita mengejanya Siti.

Maryam atau Maria atau Mary adalah orang yang sama. Dia adalah seorang perempuan mulia. Paling mulia. Umat kristen memujanya dengan penuh penghormatan. Umat islam menghormati dengan penuh kesucian.

Maryam atau Maria adalah tokoh yang menyatukan dua agama besar dunia. Kristen dan Islam bisa bersatu bila menyebut nama Maria. Mereka sepaham, sepercaya, sependapat tentang Maria. Tanpa ada perbedaan dan perselisihan pada pernik perbedaan.

Banyak umat Kristen tak mengetahui betapa kaum muslim mensucikan Maria.

Banyak umat Islam tak sadar mereka menghormati sosok Maria. Dari tiga agama sama atau agama Ibrahim, hanya Yahudi yang mencelanya. Mereka menganggap Maria penuh cela bagai perempuan zinah.

 

Ajaran Islam menghormati Maria untuk nama sebuah surat dalam kitab sucinya.

Dari 114 surat dalam Quran, ada Surat Yunus (Jonah), Yusuf (Joseph), Hud (Hud)

Ada Surat Ibrahim (Abraham), Luqman, Rum (Romawi) dan Surat Muhammad

Tapi ada satu-satunya surat dengan nama wanita dalam Quran, Surat Maryam.

Dalam Islam, Maryam diabadikan penuh kesucian dalam kitab suci mereka.

Tak ada kitab atau bab bernama Maria dalam kitab suci manapun adanya.

Banyak kalangan menyebut Islam “lebih kristiani dari umat Kristen” soal Maria.

Ini tidak untuk merendahkan keyakinan non-Islam tentang Maria.

 

Maria adalah perempuan pilihan dan suci, surat 3 ayat 42

Maria adalah perempuan terpercaya, surat 5 ayat 57

Maria adalah perempuan diatas segala-galanya, sejagat se semesta.

Maria simbol kesucian dalam Islam dan juga Kristen.

Di Libanon, Maria dihormati penuh khidmat oleh umat Kristen dan Islam. Inilah negeri tempat 19 agama dan alirannya hidup bersama. Kadang mereka berseteru, berkelahi, berperang dan saling membunuh. Tapi bukan soal kepercayaan atau keimananan, tapi urusan dunia belaka.

Di negeri Liban ini, banyak bangsa Arab hidup yang tak mengikuti ajaran Muhammad.

Namun mereka tak pernah mencela, menghina Islam apalagi Muhammad. Dari antropologis, bagaimanapun Muhammad adalah orang Arab. Bangsa Liban yang Arab mustahil menghina orang yang memuliakan ras Arab di dunia.

Negeri itu mulai tahun ini, setiap 25 Maret merayakan hari suci keagamaan bersama.

Hari ketika Malaikat Jibril membisikan kepada Maria bahwa dia akan mengandung.

Mengandung bayi yang kelak bernama Isa al Masih atau Jesus Kristus. Sebuah kelahiran tanpa ayah sebuah tanda kebesaran Tuhan.

Umat Islam wajib mempercayai kelahiran suci itu, ‘virgin birth’. Sebuah keimanan yang sama dengan iman dan nurani kristiani. Orang Libanon menyatukannya dengan sebuah perayaan bersama. Mereka melantunkan suara azan bersama alunan lagu Ave Maria.

Perayaan ini bukan mencampurkan keyakinan dan keimanan. Ini adalah bentuk kesamaan dan titik temu sebuah keimanan. Dan titik temu ada pada sosok Maryam, Mary atau Maria. Mereka merenung, bergembira, bersuka cita untuk sebuah kesamaan.

Foto koleksi pribadi Penulis, gereja yang berdampingan side-by-side dengan masjid, di satu daerah di Tanjung Priok

Seharusnya perayaan ini juga dirayakan di Indonesia. Sebuah negeri yang sebangun seperti Libanon. Negeri yang hidup dan kaya dari perbedaan Tapi miskin dalam menggali persamaan.

 

Maryam adalah sosok suci dan mulia bagi umat Islam.

Maria adalah Mater Dei bagi umat Kristen.

Selayaknya mereka bersatu dalam banyak perbedaan. Karena hidup sangat indah dengan perbedaan dan persamaan.

By Tania Kassis: http://www.youtube.com/watch?v=q25fAkpXchk&feature=player_embedded

 

Syair “Ave Maria”

Ave Maria
Gratia plena

Maria

Gratia planea

Ave ave dominum
Dominus tecum
Benedicta tu in mulieribus
Et benedictus fructus ventris
Tui, Jesus
Sancta Maria
Mater Dei
Ora pro nobis peccatoribus
Nunc et in hora mortis nostrae
Amen

 

Lafal Azan

Allah Maha Besar الله اكبر

Allah Maha Besar الله أكبر

 

Saya bersaksi tak ada tuhan selain Allah أشهد ان لا اله الا الله

Saya bersaksi Muhammad adalah utusanNya وأشهد أن محمدا رسول الله

 

Marilah Kita Sholat حي على الصلات

Marilah Kita Sholat حي على الصلات

 

Marilah raih kebahagiaan حي على الفلاح

Marilah raih kebahagiaan حي على الفلاح

 

Allah Maha Besar الله اكبر

Allah Maha Besar لله اكبر

 

Tidak ada tuhan selain Allah لا اله الا الله

 

Note: terima kasih kepada Lyna yang bersedia menuliskan aksara Arab untuk lafal azan ini. Mas Iwan, menurut Lyna, ada sedikiiiittt koreksi.

 

STOP PRESS:

Kaget, senang, bangga! Jelas!

Artikel ini di’share di WALL TANIA KASSIS HERSELF di FACEBOOK’nya!!

 

Share This Post

Posted by Monday, 19 April 2010 on 00:01.

Categories: Diversity. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

233 Responses to “Suara Azan Bercampur Ave Maria”

Pages: « 24 … 22 21 20 19 18 [17] 16 15 14 13 12 … 1 »

  1. 170
    Je Says:

    Good artikel Pak Kamah..
    Hidup adalah pilihan manusia selebihnya prerogative Tuhan..
    Apakah saya seorang Budhist bila saya suka ajaran Srdartha?
    Apakah saya seorang muslim bila saya membaca kalimat shahadat
    Apakah saya menjadi katolik karena saya dibabtis?

  2. 169
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Hai Abhisam, emang begitu istilahnya. Sebab banyak orang kita sangat sempit cara berpikirnya dan parahnya, mereka menganggap cara mereka yang paling benar. Adalah hal wajar ada yang suka dan yang tidak suka. Yang jadi kendala asalah yang tidak tahu. Terserahlah orang mau suka apa nggak. Urusan dia. Hehehehe…

  3. 168
    Abhisam Says:

    Istilahnya asyik tu mas, ada mindless consumer, ada juga mindless commentar, xixixi…
    Terima kasih ijin dan masukannya. Kalau ada mindless commentar biarkan saja, setuju banget. Bagaimanapun pesan-pesan perdamaian harus terus disuarakan

  4. 167
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    spertilaut, silahkan dishare. Tapi hati-hati, akan banyak penolakan dengan komentar yang kasar dan tidak berpengetahuan (mindless commentar). Coba aja buktikan, seperti yang terjadi di kaskus terhadap artikel ini, kalau saya cuek bebek. Bukan urusan saya. Ini urusan orang Libanon, yang nota bene Arab asli dan asalnya Islam. Di sana nggak ribut, kenapa di sini brisik. Orang Islam di sini merasa lebih Islam dari Arab sono. Bisa-bisa Nabi Muhammad dianggap kurang islami oleh orang Islam garis keras di sini.

  5. 166
    Abhisam Says:

    Hehehe… Bisa aja mas Iwan mah.
    Oya, ijin share tulisan ini ya mas…

  6. 165
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Abhisam, emang tulisan ini serem ya, sampai merinding sekali… Hi hi hi hi hi hi..

  7. 164
    Abhisam Says:

    Mas Iwan, saya baca artikel ini sambil muter lagu2nya The Beatles, pas selesai baca pas lagu “Let It Be” mulai: When i find my self in time of troubles, mother Mary comes to me… Jadi merinding… Salut!

  8. 163
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Makasih Aichi foto tori’i nya… Wah, enak dong suamimu… Bisa kayak di Jepang, padahal jauuuuh…dari kampungnya. Di sini juga ada, di Blok M, yang disebut Burespang, Bubaran Restoran Jepang. Banyak pria Jepang mangkal tiap mahal buat esek-esek…

  9. 162
    Dewi Aichi Says:

    Pak Iwan: ketemu nih fotonya:

  10. 161
    Dewi Aichi Says:

    Pak Iwan: memang menarik sih, banyak komunitas Libanon di Sao Paulo, wanita-wanita Brazil suka iseng mengikuti mode wanita-wanita Libanon yang memakai jilbab. Cantik luar biasa he he..

    Kalau keturunan Jepang, itu ada sejarahnya, aku sedang berusaha untuk menulis, tapi referensinya bahasa Jepang semua, mumet iki, bikin lama. Brazil-Jepang seperti kalau di Indonesia itu keturunan China, atau Tionghoa. Termasuk suamiku juga keturunan Jepang, bermarga Sato(marga paling pasaran tuh hi hi), Bagusnya begitu, di Brazil, memberikan tempat tersendiri, di Sao Paulo aku sudah melihat sendiri tempat yang bernama Liberdade, tempatnya mewah, bersih, dan merasa berada di Jepang, karena semua toko, resto,dan semuanya adalah Jepang..termasuk bahasa dan penghuninya tentu saja orang-orang keturunan Jepang. Mereka menggunakan bahasa Jepang.

    masih ada lagi selain komunitas Libanon, ada tempat khusus untuk komunitas Korea, rumahnya kebanyakan ada tulisan Korea untuk menuliskan nama penghuninya.

    Foto Liberdade aku punya, nanti kalau ketemu aku share di sini.

Pages: « 24 … 22 21 20 19 18 [17] 16 15 14 13 12 … 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)