Suara Azan Bercampur Ave Maria

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

MARYAM. MARY. MARIA. Atau Siti Maryam, bangsa Arab menyapanya. Siti adalah awalan nama untuk menghormati dan menyayangi. Orang Maroko menyebutnya Sidi. Kita mengejanya Siti.

Maryam atau Maria atau Mary adalah orang yang sama. Dia adalah seorang perempuan mulia. Paling mulia. Umat kristen memujanya dengan penuh penghormatan. Umat islam menghormati dengan penuh kesucian.

Maryam atau Maria adalah tokoh yang menyatukan dua agama besar dunia. Kristen dan Islam bisa bersatu bila menyebut nama Maria. Mereka sepaham, sepercaya, sependapat tentang Maria. Tanpa ada perbedaan dan perselisihan pada pernik perbedaan.

Banyak umat Kristen tak mengetahui betapa kaum muslim mensucikan Maria.

Banyak umat Islam tak sadar mereka menghormati sosok Maria. Dari tiga agama sama atau agama Ibrahim, hanya Yahudi yang mencelanya. Mereka menganggap Maria penuh cela bagai perempuan zinah.

 

Ajaran Islam menghormati Maria untuk nama sebuah surat dalam kitab sucinya.

Dari 114 surat dalam Quran, ada Surat Yunus (Jonah), Yusuf (Joseph), Hud (Hud)

Ada Surat Ibrahim (Abraham), Luqman, Rum (Romawi) dan Surat Muhammad

Tapi ada satu-satunya surat dengan nama wanita dalam Quran, Surat Maryam.

Dalam Islam, Maryam diabadikan penuh kesucian dalam kitab suci mereka.

Tak ada kitab atau bab bernama Maria dalam kitab suci manapun adanya.

Banyak kalangan menyebut Islam “lebih kristiani dari umat Kristen” soal Maria.

Ini tidak untuk merendahkan keyakinan non-Islam tentang Maria.

 

Maria adalah perempuan pilihan dan suci, surat 3 ayat 42

Maria adalah perempuan terpercaya, surat 5 ayat 57

Maria adalah perempuan diatas segala-galanya, sejagat se semesta.

Maria simbol kesucian dalam Islam dan juga Kristen.

Di Libanon, Maria dihormati penuh khidmat oleh umat Kristen dan Islam. Inilah negeri tempat 19 agama dan alirannya hidup bersama. Kadang mereka berseteru, berkelahi, berperang dan saling membunuh. Tapi bukan soal kepercayaan atau keimananan, tapi urusan dunia belaka.

Di negeri Liban ini, banyak bangsa Arab hidup yang tak mengikuti ajaran Muhammad.

Namun mereka tak pernah mencela, menghina Islam apalagi Muhammad. Dari antropologis, bagaimanapun Muhammad adalah orang Arab. Bangsa Liban yang Arab mustahil menghina orang yang memuliakan ras Arab di dunia.

Negeri itu mulai tahun ini, setiap 25 Maret merayakan hari suci keagamaan bersama.

Hari ketika Malaikat Jibril membisikan kepada Maria bahwa dia akan mengandung.

Mengandung bayi yang kelak bernama Isa al Masih atau Jesus Kristus. Sebuah kelahiran tanpa ayah sebuah tanda kebesaran Tuhan.

Umat Islam wajib mempercayai kelahiran suci itu, ‘virgin birth’. Sebuah keimanan yang sama dengan iman dan nurani kristiani. Orang Libanon menyatukannya dengan sebuah perayaan bersama. Mereka melantunkan suara azan bersama alunan lagu Ave Maria.

Perayaan ini bukan mencampurkan keyakinan dan keimanan. Ini adalah bentuk kesamaan dan titik temu sebuah keimanan. Dan titik temu ada pada sosok Maryam, Mary atau Maria. Mereka merenung, bergembira, bersuka cita untuk sebuah kesamaan.

Foto koleksi pribadi Penulis, gereja yang berdampingan side-by-side dengan masjid, di satu daerah di Tanjung Priok

Seharusnya perayaan ini juga dirayakan di Indonesia. Sebuah negeri yang sebangun seperti Libanon. Negeri yang hidup dan kaya dari perbedaan Tapi miskin dalam menggali persamaan.

 

Maryam adalah sosok suci dan mulia bagi umat Islam.

Maria adalah Mater Dei bagi umat Kristen.

Selayaknya mereka bersatu dalam banyak perbedaan. Karena hidup sangat indah dengan perbedaan dan persamaan.

By Tania Kassis: http://www.youtube.com/watch?v=q25fAkpXchk&feature=player_embedded

 

Syair “Ave Maria”

Ave Maria
Gratia plena

Maria

Gratia planea

Ave ave dominum
Dominus tecum
Benedicta tu in mulieribus
Et benedictus fructus ventris
Tui, Jesus
Sancta Maria
Mater Dei
Ora pro nobis peccatoribus
Nunc et in hora mortis nostrae
Amen

 

Lafal Azan

Allah Maha Besar الله اكبر

Allah Maha Besar الله أكبر

 

Saya bersaksi tak ada tuhan selain Allah أشهد ان لا اله الا الله

Saya bersaksi Muhammad adalah utusanNya وأشهد أن محمدا رسول الله

 

Marilah Kita Sholat حي على الصلات

Marilah Kita Sholat حي على الصلات

 

Marilah raih kebahagiaan حي على الفلاح

Marilah raih kebahagiaan حي على الفلاح

 

Allah Maha Besar الله اكبر

Allah Maha Besar لله اكبر

 

Tidak ada tuhan selain Allah لا اله الا الله

 

Note: terima kasih kepada Lyna yang bersedia menuliskan aksara Arab untuk lafal azan ini. Mas Iwan, menurut Lyna, ada sedikiiiittt koreksi.

 

STOP PRESS:

Kaget, senang, bangga! Jelas!

Artikel ini di’share di WALL TANIA KASSIS HERSELF di FACEBOOK’nya!!

 

241 Comments to "Suara Azan Bercampur Ave Maria"

  1. sapeaje  21 February, 2014 at 06:12

    artikel yg aneh.
    toleransi dalam islam bukan berarti mencampurkan akidah atas nama kebudayaan.
    ente kagak beres nih.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *

Image (JPEG, max 50KB, please)