Monday, 19 April 2010
Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta
MARYAM. MARY. MARIA. Atau Siti Maryam, bangsa Arab menyapanya. Siti adalah awalan nama untuk menghormati dan menyayangi. Orang Maroko menyebutnya Sidi. Kita mengejanya Siti.
Maryam atau Maria atau Mary adalah orang yang sama. Dia adalah seorang perempuan mulia. Paling mulia. Umat kristen memujanya dengan penuh penghormatan. Umat islam menghormati dengan penuh kesucian.
Maryam atau Maria adalah tokoh yang menyatukan dua agama besar dunia. Kristen dan Islam bisa bersatu bila menyebut nama Maria. Mereka sepaham, sepercaya, sependapat tentang Maria. Tanpa ada perbedaan dan perselisihan pada pernik perbedaan.
Banyak umat Kristen tak mengetahui betapa kaum muslim mensucikan Maria.
Banyak umat Islam tak sadar mereka menghormati sosok Maria. Dari tiga agama sama atau agama Ibrahim, hanya Yahudi yang mencelanya. Mereka menganggap Maria penuh cela bagai perempuan zinah.
Ajaran Islam menghormati Maria untuk nama sebuah surat dalam kitab sucinya.
Dari 114 surat dalam Quran, ada Surat Yunus (Jonah), Yusuf (Joseph), Hud (Hud)
Ada Surat Ibrahim (Abraham), Luqman, Rum (Romawi) dan Surat Muhammad
Tapi ada satu-satunya surat dengan nama wanita dalam Quran, Surat Maryam.
Dalam Islam, Maryam diabadikan penuh kesucian dalam kitab suci mereka.
Tak ada kitab atau bab bernama Maria dalam kitab suci manapun adanya.
Banyak kalangan menyebut Islam “lebih kristiani dari umat Kristen” soal Maria.
Ini tidak untuk merendahkan keyakinan non-Islam tentang Maria.
Maria adalah perempuan pilihan dan suci, surat 3 ayat 42
Maria adalah perempuan terpercaya, surat 5 ayat 57
Maria adalah perempuan diatas segala-galanya, sejagat se semesta.
Maria simbol kesucian dalam Islam dan juga Kristen.
Di Libanon, Maria dihormati penuh khidmat oleh umat Kristen dan Islam. Inilah negeri tempat 19 agama dan alirannya hidup bersama. Kadang mereka berseteru, berkelahi, berperang dan saling membunuh. Tapi bukan soal kepercayaan atau keimananan, tapi urusan dunia belaka.
Di negeri Liban ini, banyak bangsa Arab hidup yang tak mengikuti ajaran Muhammad.
Namun mereka tak pernah mencela, menghina Islam apalagi Muhammad. Dari antropologis, bagaimanapun Muhammad adalah orang Arab. Bangsa Liban yang Arab mustahil menghina orang yang memuliakan ras Arab di dunia.
Negeri itu mulai tahun ini, setiap 25 Maret merayakan hari suci keagamaan bersama.
Hari ketika Malaikat Jibril membisikan kepada Maria bahwa dia akan mengandung.
Mengandung bayi yang kelak bernama Isa al Masih atau Jesus Kristus. Sebuah kelahiran tanpa ayah sebuah tanda kebesaran Tuhan.
Umat Islam wajib mempercayai kelahiran suci itu, ‘virgin birth’. Sebuah keimanan yang sama dengan iman dan nurani kristiani. Orang Libanon menyatukannya dengan sebuah perayaan bersama. Mereka melantunkan suara azan bersama alunan lagu Ave Maria.
Perayaan ini bukan mencampurkan keyakinan dan keimanan. Ini adalah bentuk kesamaan dan titik temu sebuah keimanan. Dan titik temu ada pada sosok Maryam, Mary atau Maria. Mereka merenung, bergembira, bersuka cita untuk sebuah kesamaan.
Foto koleksi pribadi Penulis, gereja yang berdampingan side-by-side dengan masjid, di satu daerah di Tanjung Priok
Seharusnya perayaan ini juga dirayakan di Indonesia. Sebuah negeri yang sebangun seperti Libanon. Negeri yang hidup dan kaya dari perbedaan Tapi miskin dalam menggali persamaan.
Maryam adalah sosok suci dan mulia bagi umat Islam.
Maria adalah Mater Dei bagi umat Kristen.
Selayaknya mereka bersatu dalam banyak perbedaan. Karena hidup sangat indah dengan perbedaan dan persamaan.
By Tania Kassis: http://www.youtube.com/watch?v=q25fAkpXchk&feature=player_embedded
Syair “Ave Maria”
Ave Maria
Gratia plena
Maria
Gratia planea
Ave ave dominum
Dominus tecum
Benedicta tu in mulieribus
Et benedictus fructus ventris
Tui, Jesus
Sancta Maria
Mater Dei
Ora pro nobis peccatoribus
Nunc et in hora mortis nostrae
Amen
Lafal Azan
Allah Maha Besar الله اكبر
Allah Maha Besar الله أكبر
Saya bersaksi tak ada tuhan selain Allah أشهد ان لا اله الا الله
Saya bersaksi Muhammad adalah utusanNya وأشهد أن محمدا رسول الله
Marilah Kita Sholat حي على الصلات
Marilah Kita Sholat حي على الصلات
Marilah raih kebahagiaan حي على الفلاح
Marilah raih kebahagiaan حي على الفلاح
Allah Maha Besar الله اكبر
Allah Maha Besar لله اكبر
Tidak ada tuhan selain Allah لا اله الا الله
Note: terima kasih kepada Lyna yang bersedia menuliskan aksara Arab untuk lafal azan ini. Mas Iwan, menurut Lyna, ada sedikiiiittt koreksi.
STOP PRESS:
Kaget, senang, bangga! Jelas!
Artikel ini di’share di WALL TANIA KASSIS HERSELF di FACEBOOK’nya!!
Pages: « 24 … 23 22 21 20 19 [18] 17 16 15 14 13 … 1 »
Pages: « 24 … 23 22 21 20 19 [18] 17 16 15 14 13 … 1 »
June 3rd, 2010 at 06:39
eh “r” -nya ketinggalan maaf …hehe..
June 3rd, 2010 at 06:38
Liebe Iwan,
aku baru baca artikel ini…top deh
jd baru kasih komen sekarang ya.
June 3rd, 2010 at 06:33
Hahahaha….Dewi Aichi emang top.Buktinya artikel ini dishare juga oleh istriku di FB-nya, tapi biasa aja tuh.Tapi sama seorang Aichi jadi tidak biasa. Sebenarnya nggak penting angka-angka pageview seperti itu. Kita disini datang untuk menulis dan bukan untuk mengejar angka pageview. Kalau mau tinggi bisa kia lakukan tanpa ada yang membacanya seorangpun. Beberapa orang atau teman dari IT bisa melakukan “white crime” dengan meninggikan angka tanpa pertambahan pembaca. Sama saja menciptakan score pada game tanpa bermain sama sekali.
Terima kasih Ibu Dewi Aichi… Salam dari Belo Horizonte…
June 3rd, 2010 at 00:58
aku share di fb, posisi langsung nyundul yu Lani..
June 1st, 2010 at 01:52
Betul Om Sirpa. Gereja disamping mesjid itu milik dan dibangun oleh komunitas asal Sangihe. Saya terakhir sembahyang ke mesjid itu tahun 1985. Enak kok…damai… Malah nggak pernah ada kerusuhan berlatar agama di Priok yang padat itu. Yang ada rebutan lahan nafkah.
May 31st, 2010 at 23:37
Terima kasih banyak Alex…Saya tak memaksa orang untuk setuju dan tak setuju… Di mana-mana perbedaan itu indah. Kloning itu tak indah…
May 31st, 2010 at 23:32
Terima kasih Saras nan Jelita … BEDA ITU INDAH. Makanya orang yang bernama INDAH FAJARWATI sering dipanggi BEDA FAJARWATI. Jadi kalau yang namanya SARAS itu artinya INDAH yang berarti BEDA, karena BEDA itu INDAH .. Jadi SARAS JELITA boleh disebut BEDA BEDA, karena JELITA itu CANTIK, CANTIK itu INDAH …
May 30th, 2010 at 21:06
Waduh telaat nih … Iwan.. itu foto gereja yg berdampingan dengan mesjid yg di Priok … sepertinya itu gerejanya orang Sangir Talaud ya ? Thx artikel nya bro !
May 28th, 2010 at 11:58
Saya mendengarnya sangat terharu dan bangga, juga menitikan air mata. Inilah Impian yang Kita harapkan dan saya yankin akan terwujud SEGERA, bahwa ada perdamaian diantara 2 saudara besar ini. Perbedaan itu ada dan akan membuat lebih sinergi. Salam Damai
May 17th, 2010 at 16:15
Nice artikel Pak Iwan
thanks banget sudah dicerahkan lagi nich….biar semakin bertambah dan bertumbuh deh pengetahuanya bagi para pembaca yang mungkin banyak belum mengetahui bahwa perbedaan itu INDAH dan tidak perlu dipermasalahkan.