Pergi Kau Dari Hidupku

Alexa – Jakarta

Kau selalu katakan rindumu padaku

Adalah rindu tak bertepi

Tak terpuaskan bak dahaga di padang pasir

Akh…tak percaya, kataku

Kau terus berusaha meyakinkanku

Tak akan ada yang lain

Bisa menggantikanmu, lanjutmu

Kamu adalah teristimewa

Kamu mengisi seluruh ruang hatiku,

Demikian kau sambung bicara hati.

Bagaimana bisa aku tanpa dirimu, lanjutmu


Kuberusaha tuk percayaimu

Walau kadang kau tiba-tiba menghilang

Kuterlalu sibuk dengan rinduku padamu

Sehingga kutak pernah bertanya-tanya

Mengapa begitu “lama” kau tinggalkanku

Ku selalu yakin akan katamu itu

Bahwa kujadi wanita satu-satunya

Di hatimu…

Penuh tuntas mengisi setiap sudut hatimu


Sayang kenyataan bicara lain

Ada kabar ditiup angin

yang keluar dari mulut seorang sobat

Kau menyimpan asa yang lain

Untuk wanita yang lain

Kutak percaya kata-kata sobat kita itu

Hingga malam itu kulihat sendiri

Seorang wanita lain bersandar mesra pada bidang dadamu

Dan kau memandangnya sendu

Tatapanmu itu…kuingat sama persis pernah menghunjam hatiku

Ku terpana tanpa kata

Sobat kita menggamitku tuk pergi

Sayang kaki ini terlalu berat tuk tinggalkan pemandangan itu

Bukankah aku yang seharusnya bersandar mesra pada bidang dadamu

Mana janji manismu tuk sabar menantiku

Mana janji manismu tuk setia sampai mati


Lunglai sudah seluruh persendiaanku

Runtuh semua benda yang kugenggam

Menimbulkan bunyi yang memecah kesunyian itu

Dan membuat kau sadar akan kehadiranku

Kita…aku, kau dan sobat kita semua jadi canggung

Sementara perempuan itu yang tak kenal aku dan sobat kita

Malah makin menggamit manja dirimu

Rasanya aku tak perlu penjelasan apapun darimu

Semua sudah terlalu jelas

Selamat tinggal Mas……

Untung belum pernah kuteriakkan kasihku padamu

Walaupun kasih ini telah tumbuh subur di hatiku

Kuyakin …sakitku ini akan tersembuhkan oleh waktu

Biarlah kau ambil dia….


Tujuh hari sudah kau coba sambangi aku,

Tapi tak pernah lagi kuangkat telpon darimu,

Tak pernah lagi kubuka sms-mu

Dan tak kan mungkin kubuka pintu rumahku

Apalagi pintu hatiku untuk kedatanganmu


Mas…kau sudah tahu Aku

Waktu kau datang bicara rasa

Aku hanya minta waktu

Apa kau masih berani bilang soal rasa yang tulus


Mas…pergilah sana bawa rasamu itu

Teriakan rasamu itu pada yang lain

Tapi jangan pernah kau datangi aku lagi….

Sembari bicara rasa yang tulus dan penuh


Mas…mungkin saat ini aku menangis

Tapi yakinlah aku ini bukan wanita cengeng

Aku menangis agar airmataku membasuh luka hatiku

Seperti alkohol membesut luka berdarah

Perih sungguh tapi menyembuhkan

Dan manakala airmata itu mengering

Kuyakin luka dihati sudah mengering pula


Mas,

Aku ingin menulis cinta sekokoh karang di laut

Tak pernah lekang dihantam gelombang dan badai

Karena disetiap jengkal dari pondasinya

Terbangun dari kasih sayang dan komitmen yang teguh

Dan kuyakin itu tak akan kudapat darimu,


Selamat tinggal Mas…

Mungkin hari ini aku hancur tapi aku segera bangkit

Mas….Pergilah dari Hidupku

Aku sudah rela sepenuh hati


Jangan Memilihku – Anang


Ilustrasi:

Google Images for www.renijudhanto.com & husnimatul


Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.