Jordania, Tempat Bertemunya Barat & Timur

Edy Harjito – Doha

Saat libur sekolah anak awal April ini selama 2 minggu, kami sekeluarga berlibur ke Jordania mengendarai mobil sendiri. Jarak yang kami tempuh sejak dari depan rumah di Qatar hingga kembali adalah 5166 KM. Banyak pengalaman menarik mengendarai mobil sejauh ini , melewati kota kota besar di Saudi dan Jordan seperti  Al Khobar, Jubail, Arar, Amman, Madaba, Jerash, Aqaba, Karak, Tabuk, Madinah, Mekah, Riyadh;  kota kecil nya tidak usah disebut, banyak  banget.

Jangan bayangkan seperti di Indonesia, jalan darat jarak sejauh itu bisa dicapai waktu yang singkat karena kondisi jalan yang baik, kebanyakan dual carriage way, pom bensin banyak, jauh lebih  memadai drpd tol Jakarta- Merak.  Kecepatan saya ambil yang moderat 150- 170 km/hr, terkadang 190 km/hr, lha kalo mengikuti aturan yang 120 km/hr bisa berhari hari perjalanan sejauh itu. 2 kali ketahuan overspeed di Saudi checkpoint, ya dimaafkan karena setelah mereka tahu di dalam mobil ada keluarga, padahal kalau menurut rule harus bayar denda mahal dan menginap beberapa hari di tahanan polisi.

Memang begitulah trik dengan polisi Saudi bila mendapat masalah, mereka sangat menghargai orang ber keluarga (beda ya dengan negara kita Indonesia). Banyak teman yang bilang, sungguh berani melakukan perjalanan ini. DI Jordan saya malah bertemu dengan orang bule yang lebih gila lagi, mereka mengelilingi Jordan dan Syria naik sepeda onthel, padahal jalannya berbukit seperti kelok 99 Bukit Tinggi.

Sayangnya dalam perjalanan kali ini ada  masalah dengan hilangnya dokumentasi photo karena salah copy and paste di lap top /USB  oleh anak  saya,  jadi hilang deh  hasil jepretan, nginceng sana sini, jengkang jengking bergaya moto dan di photo, minta tolong turis ya lain.

Berikut beberapa photo tersisa dengan sedikit narasi, beberapa photo saya ambil dari mbah google.

    • Kota Amman

      Kota ini dikenal dengan nama Philadelphia di zaman kekuasaan Roman dahulu dan berubah jadi Rabath- Ammon saat Islam datang dan menguasainya. Kota nya berbukit bukit dan tampak di photo tsb ruin Roman Theather , diperkirakan dibangun 151 AD, bisa memuat 6000 penonton, dibangun kembali sebagian dan terkadang diadakan concert di sini saat ini. Naik ke atas gunung, terdapat ruin Citadel yang terdapat  temple  Hercules,  dibangun di zaman romawi, Byzantine dan awal-awal Islam. Dari sini kita bisa melihat view kota Amman dengan indah nya. Saya berencana malam nya mau kesini lagi dan memandang kerlap kerlip kota dari puncak gunung , tapi tidak jadi , krn tepar di hotel malamnya.

      Admission di Citadel dan Roman Thetaer masing2 1 JD = Rp. 12500.

        • Jerash

          Ruin Jerash ini sangat luas, dikenal dengan nama  Pompeii nya timur, dikenal juga dengan kota 1000 pilar. Lokasinya sekitar 30 km dari Amman dan  melewati  jalan berbukit bukit, indah rasanya karena saya terbiasa melihat gurun dan gurun saja selama tinggal di jazirah arab.

          Dari ruin Jerash kita bisa memandang kota modern nya Jerash, pikiran  saya bercampur aduk ketika menyaksikan dan membayangkan kehidupan ini berabad-abad lalu dan memandang kota modernya di depan sana. Pilar-pilar batu yang tinggi gagah ini disambung hanya dengan  cara di tumpuk, tanpa sambungan engsel atau perekat , mengandalkan ke simetrisan dan berat batu-batu nya.

          Di sini banyak sekali ruin yang masih tersisa, namanya kota kuno, memasuki nya terlihat Triumph, lalu menuju oval theater yang dikelilingi pilar2,selanjutnya memasuki lorong panjang yang di kanan kiri nya pilar2 batu, ada  roman theater, ada hyppodrome yang besar sekali, ada banyak bangunan gereja . Ada beberapa pilar yang bergoyang2 terkena angin, terlihat saat sebuah sendok dijepitkan di sambungan batu tsb, sendok nya akan bergoyang2 tanda batu2 tsb bergerak. Saya coba ukur dengan merenggangkan tangan saya , batu ini berdiamter lebih dari 3 meter. Arch de Triumph di Paris mengambil inspirasi dari salah satu bangunan di Jerash ini.

          Admission = 9 JD

          • Mount Nebo

            Dikenal sebagai tempat peristirahatan nabi Musa, terletak di kota Madaba. Menurut kitab Injil, di bukit inilah Nabi Musa sebelum meninggal naik ke gunung ini dan melihat holy land Palestina, tanah yang dijanjikan. Memang benar sekali, dari tempat ini kita bisa melihat berbagai kota bersejarah spt terlihat dalam photo, disertai jarak nya.

              • Dead Sea

                Bisa mengambang di air, inilah yang membuat perjalanan jauh saya selalu jadi penuh semangat. Laut mati ini terletak 400 meter di bawah permukaan laut, menerima aliran sungai Jordan dan tidak ada jalan keluar nya lagi, kecuali penguapan, alhasil air nya sangat asin dan pliket sekali. Lumpur lautnya kabarnya bia mengobati  penyakit2 kulit. Sayang sekali photo kami sekeluarga yang di lumuri lumpur hitam pekat tidak ada.

                Anak-anak sangat antusias berenang di sini..eh mengambang ding.

                (Atas permintaan PenTulis, foto yang ehem tadi di’removed)

                Saya beruntung bisa ke sini saat ini, karena diperkirakan tahun 2050 laut mati ini akan mongering. Logis saja, laju penguapan lebih besar dari air yang masuk. Jangankan di negri gersang ini yang jarang ada curah hujan, di hulu sungai Bengawan Solo saja saat ini aliran airnya hanya hanya tinggal sebetis.

                Admission = 20JD di Deas Sea Spa resort; kabarnya di public beach 9JD.

                  • Petra

                    Inilah salah satu keajaiban dunia yang tersisa di dunia ini. Kota ini dibangun di era Nabateans 2000 tahun yang lalu, sebagai jalan utama perdangan era  itu. Kota ini pernah jatuh ke tangan Romawi , lalu pada abad 16 sejak kejatuhan zaman Romawi, selama 300 tahun Petra hilang. Pada tahun 1812, Petra diketemukan kembali oleh petualang dari Swiss bernama Johan Ludwig Burchkardt. Memasuki Petra, kita akan melalui lorong batu yang dikenal dengan Sik, yang terjadi secara natural akibat gempa di jaman prasejarah, akan terlihat indah saat cahaya matahari menyembuk di balik batu-batuan.

                    Melewati lorong ini serasa melalui lorong waktu. AKhir dari lorong ini akan dikejutkan dengan bangunan monument yag dikenal nama Treasury, terlihat  di photo ada 5 pilar utama dan pintu utama, di bawahnya ada lubang / kamar sebagai tempat tinggal raja dan ratu nya. Di bagian atas terdapat 5 bidadari yang menari, terdapat juga patung 3 burung elang dan 2 patung singa. Di sinilah film Indiana Jones dibuat. Tour guide kami yang orang asli Jordania menceritakannya dengan detail arti masing-masing ornament. Entah bagaimana orang dulu membuat nya, gunung berbatu yang diukir dengan indah nya tanpa peralatan modern, terlihat juga bagaimana mana cara mereka memahat batu untuk supply air.

                    Setelah puas menikmati monument megah ini, selanjutnya kita menuju bekas bangunan theater yang dibuat pada abad 1, berkapasitas 3000 tempat duduk, ada juga Palace Tomb, banyak pahatan batu menyerupai unta, gajah, gua-gua batu sebagai tempat tinggal zaman dahulu.  Sampai di sini tour oleh guide resmi berakhir. Tapi ada salah satu monument lagi yang dikenal dengan Monasterty  yang letaknya di puncak gunung, mendaki sekitar 1000 step,  untuk menuntaskan keingin tahuan, saya mendaki nya bersama turis-turis lainnya.

                    Tidak percuma karena sesampai di atas memang sangat indah monastery tsb, dari sini kita terus mendaki hingga ke tepi tebing-tebing jurang dalam. Mereka menamakannya sangat eksotis, seperti:  end of the world, high sacrifice place`. Dari namanya saja sudah seram, dan kenyataanya memang demikian.

                    Dari tempat ini kita juga bisa melihat peristirahatan Nabi Harun (kakak Nabi Musa) di Jabbal Harun namanya, dibangun oleh Sultan Mamluk pad abad ke 13. Saya tidak terpikir untuk naik sampai puncak nya, hanya melihat lewat teleskop di sana dibangun sebuah mesjid.

                    Admission: 35JD untuk 1 hari, 38JD untuk 2 hari.

                      • Aqaba

                        Kota terakhir di Jordan yang saya kunjung adalah Aqaba, di ujung Jordan dan berbatasan dengan Israel, Palestina,  Saudi Arabia dan Mesir. Di kota ini tourisme  utama nya adalah diving. Hanya 30 menit sudah mencapai Palestina, dan Israel, ada keinginan sih mengunjunginya tapi tidak berani alasan keamanan.  Terlihat photo anak saya dengan latar belakang  laut merah dan negri Palestina yang selalu dilanda perebutan dan pertikaian dari awal zaman sampai akhir zaman nantinya.

                          • Catatan Penutup

                            Setalah hampir 10 hari berpetualang di Jordania, akhirnya saya harus kembali ke Qatar. Untuk itu saya pilih jalur berbeda  dan menginap di Madinah, lalu Umroh dan menginap di Mekah, kemudian menginap di rumah teman di Riyadh sebelum kembali ke Doha.

                            Sejak lepas border Jordan, tampak penunjuk jalan menyebut Mekah  1125KM, Tabuk 400KM, Madinah 800 KM, kami sudah  menghitung mundur kota tujuan  Madinah tsb. Selama perjalanan tsb sambil mendengar lagu2, obrolan tidak lepas dari khayalan tentang makan bakso, teh botol, cuanki, pempek yang tidak kami jumpai di sepanjang perjalanan selama 10 hari ini. Begitu sampai di Madinah Munawaroh, tentu saja restorant Indonesia jadi tujuan kami, bagai orang pulang perang,  semua di order dan di icip-icip. Perut dan lidah tidak bisa dibohongi, di manapun berada, yang bau-bau terasi tetap menjadi pilihan pertama.

                            Banyak pelajaran sejarah saya petik dari perjalanan kali ini, di masa muda dulu saya memang sangat kurang belajar sejarah, maklum SMA saya jurusan IPA dan kuliah pun malah sibuk menghapal rantai/ rumus  kimia .

                            Melihat Jordan dengan ruin2nya jadi memudahkan saya belajar sejarah, kapan itu zaman besi dimulai, zaman Romawi, Kristen,  Islam dan seterusnya. Secara geography memang Jordan jadi semacam pertemuan dua budaya besar barat dan timur. Kota Karak yang saya lewati  adalah kota di mana pertama kali pasukan Islam dari Madinah mendapat perlawanan dari tentara Romawi.  Dari yang saya baca, banyak nabi yang pernah singgah di sini antara lain: Nabi Musa, Nuh, Harun, Isa, dan Muhammad saat  kecil berdagang oleh pamannya AbuThalib  ke Damaskus tentu akan melewati kota2 di Jordan ini.

                            Bagi yang hobby photograpy, ruins Jordan pasti akan sanagt menarik dan jadi tempat hunting yang menantang. Saya perhatikan banyak turis yang berani menyusuri tebing2 curam demi mendapatkan angle photo yang disukai.  Pengalaman naik gedung 2 tinggi di dunia akan kalah excited dengan menaiki Petra.

                            Terlihat speedometer mobil saat sebelum memasuki border Qatar lagi menjadi 5061 KM dan masih 100 km menuju rumah. Saya photo sambil menunggu imigrasi sebelum memasuki Qatar, melihat pakaian kotor dan muatan di belakang saat itu saya berpikir akan terlalu sibuk begitu sampai di rumah nantinya.

                            Rute lengkap:

                            Mari kagumi dan syukuri ciptaanNya dengan mengunjunginya.

                            April 2010.

                            Edy -Doha

                            16 Comments to "Jordania, Tempat Bertemunya Barat & Timur"

                            1. Edy  8 February, 2011 at 23:04

                              Alliah: Wah pengalamana anda sangat menarik, bisa sampai palestina segala, saya hanya bisa memandang dan berkhayal dari mount nebo.

                            2. Edy  8 February, 2011 at 23:03

                              Windy: saya juga penganut aliaran backpacker kok, hotel dan makanan di jordan cukup murah, saya makan roti sobek di restorant tertua di Aman hanya 6JD, rasanya enak dan tidak habis oleh berlima.

                            Leave a Reply

                            Your email address will not be published. Required fields are marked *

                            This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.