BBQ Idar Oberstein Spießbraten

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

Hallo Sobat di Baltyra semua, salam jumpa di oret-oretan Dj. ini.

Kali ini Dj. ingin menceritakan kampoeng asal-usul istri Dj. (Susanne = Susi). Benar dia dari kampoeng yang saat Dj. kenal tahun 1975 hanya beberapa saja penduduknya. Tidak sampai 150 orang, namanya Hammerstein (Batu untuk hamer = palu), sangat kecil ini kampung.

Tapi 7 Km. dari situ, juga ada kampoeng yang sedikit lebih besar, dengan nama IDAR – OBERSTEIN… Maaf..ini foto kota Idar-Oberstein, Dj. ambil tahun 1983.

Nah kota kecil ini sebenarnya sangat terkenal dengan hasil batu permata. Maaf kali ini Dj. tidak ingin bercerita tentang hasil batu permata dari Idar-Oberstein. Sebenarnya juga tidak hanya kota ini saja, tapi juga di daerah sekitar kota ini juga, termasuk Hammerstein.

Setelah batu permata ini banyak digali, maka lama-lama hasilnya makin sedikit, tapi karena kwalitet penggosokan batu permata di Idar-Oberstein ini sangat terkenal, maka mereka mendatangkan batu permata dari Brazilien, tempat mbak Dewi Aichi sekarang tinggal.

Nah dengan banyaknya pekerja yang juga dibawa dari Brazil , maka mereka juga membawa kebiasaan mereka dalam hal makanan, terutama dalam membuat BBQ. Lantas orang-orang Jerman di Idar Oberstein, mereka belajar membuatnya, sehingga sampai sekarang…

Sangat terkenal BBQ atau  “Oreginal Spießbraten aus Idar-Oberstein” (BBQ asli Idar-Oberstein).

Pendek kata, saat Dj. berkenalan dengan mertua, ayah Susi langsung memperkenalkan ini BBQ dan mengajari Dj. bagaimana memanggang daging dan kayu apa yang boleh untuk bakar daging…

Nah ya….sekarang Dj. sendiri sudah beranak-cucu…maka sekarang waktunya Dj. turunkan ilmu bakar daging ini kepada anak-anak. Dan hari ini Dj. kasi ajar anak Dj. yang ragil. Memang sih tidak sulit dan dia juga sudah sering bikin di sekolah, tapi dia juga bilang, sedikit lain.

Dari sedikit lain ini, maka rasanya juga sangat lain….Kalau ada yang ingin juga bikin, maka ini yang bisa Dj. kasi tau.

  • Pertama cari kayu dari pohon yang berbuah, jangan kayu pohon cemara (misalnya) , boleh juga yang sudah jadi arang.
  • Kedua, dagingnya jangan dibumbui yang aneh-aneh, maksudnya, tanpa Ngoh Yang atau kecap atau madu.
  • Tapi hanya bawang merah, sedikit bawang putih (kalau suka), sedikit garam dan merica, lain tidak.
  • Hanya saja, bawang merah putih dipotong tipis dan ditaburkan di atas daging, lalu di remes-remes dengan tangan.
  • Kalau sudah merata, maka daging yang diwashkom bersama bawang, ditutup dan disimpan di Kulkaas semalam.
  • Besoknya baru dibakar di atas kayu yang sudah membara tanpa bawangnya…

Nah..silahkan lihat foto-foto di bawah ini…

Daging yang sudah direndam bawang merah dan putih.

Hanya Daging yang dibakar, tanpa bawang.

Tapi bawangnya jangan dibuang, bisa dimakan dengan daging yang sudah matang (dibakar).

Dari asap yang mengepul di udara, bisa tercium aroma yang harum dan tetangga bisa noleh semua….

Kami suka makan BBQ dengan sambal kecap, tomat dan bawang bombay….Maaf jarang dapat bawang merah yang kecil, seperti yang di Indonesia.

Salad…??? Jangan lupa, jangan pakai minyak kelapa (kurang sehat). Pakai minyak zaitun (Olive Oli) dan juga Balsamiko cuka.

Nah…ini porsinya, tidak besar..silahkan ambil, jangan rebutan, masih buanyak…

Orang Idar-Oberstein makan BBQ ini dengan sisa bawang yang untuk merendam daging.

Hanya kami sekeluarga, makan dengan sambal kecap….hahahaha….!!!

O ya… daging yang akan dibakar, terserah kesukaan anda…

Mau daging B2, daging sapi, daging ayam atau sosis….

Tapi kami membakar daging B2 atau daging sapi saja yang direndam bawang. Daging ayam dan sosis atau ikan, tidak kami rendam di dalam bawang merah (bawang bombay) dan bawang putih.

Jujur…Dj. sudah mengurangi makan daging, jadi lebih suka makan ikan bakar saja…Ikan laut / ikan dorade adalah ikan kesukaan Dj.

Oleh Susi dibikinkan sambal daun jeruk…. (maaf bukan sambal jeruk). Daun jeruk yang cukup buanyak, sereh, sedikit jahe di blender dengan cabe dan sedikit tomat. Tapi jangan diblender terlalu halus….

Juga sayur Brocoli dioseng dengan bawang juga enak dan dimakan dengan nasi yang masih panas…

Jangan makan dengan sendok, kurang nendang, tapi makan dengan jari tangan… hahahaha…!!! Siapa suka, silahkan ambil…

Nah sobat semua…itu tadi, BBQ ala Idar-Oberstein, dan ikan bakar ala mbok Susi…

Kalau anda suka dan ingin coba…silahkan ya…

Yang jelas teman-teman kami banyak yang suka, bahkan suka pesan ke Susi, kalau mereka merayakan ultah mereka atau pesta yang lainnya….hahahahaha… (sok_tau.com)

Semoga oret-oretan ini layak muat dan ada gunanya bagi anda semua….

Terimakasih buat pengasuh BalTyRa…atas kebaikan anda.

Semoga kebaikan anda semua, akan selalu diingat oleh TUHAN  Yang Maha Pengasih. Mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan.

Salam manis dari Mainz.

Dj. 813 ([email protected])


About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *