88 Tahun Numpang di Negara Indonesia

Andie Makkawaru

Saya memanggilnya “Engkong Soleh” 88th dan ‘Emak Omi” 77th. Saya mengenalnya setahun yang lalu…waktu itu tiba-tiba insomner CC [Freddy “kampret” Wijaya, Tedy Tie, Benny “Nchuk” ] ngajak hunting ke Serpong subuh-subuh….Lokasinya di tepi sebuah danau di samping Perumahan Elite di Serpong….Pertemuan pertama belumlah sempat ngobrol banyak..yang pasti hanya sebatas senang bisa dapat obyek Human Interest….

Pertemuan yang Kedua kira-kira 3 minggu yang lalu…bersama [Bro Raymond Hutabarat, Sist Visca Vania], kita brangkat lagi ke sana…Dengan harap-harap cemas, akhirnya berhasil menemukan mereka berdua lagi…Kali ini lebih banyak ngobrol dan mereka berdua bisa berbagi pengalaman dan cerita….

ENGKONG SOLEH: 88 tahun. sosok yang ternyata Ceria dan asyik banget…gaya bicaranya kadang diselipin humor-humor yang kadang membuat kami tertawa….beliau tidak pernah mengenyam pendidikan [alias Buta Huruf], tapi yang menarik adalah dia sangat hafal dengan lagu2 Jepang sejak tahun 1945. Hal yang paling menarik adalah beliau menikah sebanyak 9 x dan Mak Omi adalah Istri yang ke 7. “Istri yang paling sayang dan setia sama aku” Ujar Engkong Soleh.

MAK OMI: 77th, Sosok pemalu dan sabar…Setiap kali saya bertanya dan ingin tahu siapa Engkong di mata beliau, Mak Omi selalu tersenyum tersipu malu sambil nunduk dan tidak bicara apa2…bahkan saat kami meminta untuk photo berdua Mak Omi terkesan malu-malu. Engkong Soleh adalah Suami Mak Omi yang ketiga, dan dia adalah istri yang ketujuh. loh? “Lalu kemana istri engkong Soleh yang 8 dan 9? Apakah Mak Omi tau dan mengijinkan Engkong Soleh beristri lagi?”. Mak Omi hanya menjawab: Nggak apa apa…yang penting syaratnya nggak boleh nginep. Maksudnya setelah Nikah balik ke rumah Mak Omi….

Mereka berdua menikah kira2 40 tahun yang lalu. Mereka Bahagia…ya, setidaknya itu terpancar dari ke empat mata mereka…Selama bercerita tak satupun kata “keluhan” yang keluar dari bibir mereka tentang hidup yang mereka jalani…

Engkong Soleh bekerja sebagai pencari ikan di danau setiap pagi sebelum mencangkul sawah sawahan dekat danau. Ya, saya menyebutnya sawah-sawahan, tanah kering yang tak berbentuk sawah tapi dimanfaatkan sebagai sawah oleh mereka berdua…

Ada Hal yang sangat mengagetkan saat mereka bercerita tentang mereka baru kenal dengan lembaran uang seratus ribuan dan lima puluh ribuan baru dua bulan yang lalu. Engkong Soleh sendiri awalnya menganggap itu uang mainan dan nggak laku, dan Mak Omi menganggap 4 lembar Lima Puluhan Ribu sebagai 4 ribu. What? Saat Anda ikut mendengarnya Apa Yang Ada dalam Pikiran Anda? Percayakah?

Ada banyak hal dari kehidupan mereka yang membuat perasaan tidak enak hati dan merasa bangga kenal denga mereka berdua….setidaknya banyak hal yang menjadi pelajaran yang sangat berharga bahwa;

>>Senyum dan Tertawa nya dalam menjalani hidup yang sulit dan kekurangan, setidaknya memberi contoh tentang bagaimana menjalani hidup dan mensyukuri apa yang ada….

>>Pada akhirnya Cinta lah yang membuat mereka langgeng, saling menerima apa adanya, dan saling mendukung satu sama lain….

>>Begitu sulitnya kehidupan mereka, tapi mereka tidak pernah “Mengemis” dan “Mengeluh”, Mereka tetap yakin bahwa dengan terus berusaha dan berdoa mereka masih bisa makan dan hidup, dan tentu saja merasa “cukup”.

TENTANG JUDUL NOTE*
Hanya sebuah catatan kecil kepada siapa yang percaya bahwa mereka berdua adalah Rakyat Negara Indonesia.

Dedicated to: Engkong Soleh dan Mak Omy. [Terima Kasih atas segala inspirasi, Pelajaran Hidupnya…Terima Kasih atas segala keramahan dan kisahnya…I Love You]

Special Thanks to: My Bro Raymond Hutabarat, Freddy “Kampret” Wijaya, Tedy Tie, Beny “nchuk”, Viesca Vania [Ayo Mencangkul Lagi….hehehehe].

Title: I Love You
Dedicated to: Engkong Soleh dan Mak Omy
Location: Serpong

Title : Better Day Will Come
Dedicated to: Engkong Soleh [88th]
Location: Serpong

Title: “Conversation With You”
Dedicated to: Engkong Soleh [88th]
Location: Serpong

Usianya 88 tahun, sebagai petani biasa beliau tidak bisa berharap banyak…bersyukur telah memiliki anak yang sudah dewasa dan mandiri…

Coba bertanya Hal yang membuatnya lebih bahagia saat ini apa? beliau menjawab “ketika hasrat dan keinginan menimang cucu telah terpenuhi”…sederhana seperti hidupnya yang sangat sederhana…

Terima Kasih atas waktunya kek…
Terima Kasih atas moodnya…
Terima Kasih atas kesederhanaannya…
Terima Kasih atas semuanya…

Title: Bring Me To Life
Dedicated to: Engkong Soleh [88th]
Location: Serpong

Title: R A K Y A T

Beliau R A K Y A T Indonesia
Dia yang hanya bisa mendesah saat semua harga-harga menjulang tinggi…

Dia yang hanya bisa menggeleng saat wabah melanda sepetak tanah kering tak bertuan tempat dia menyandarkan sisa hidupnya….

Dia yang selalu tersenyum mengayun pacul dari badannya yang telah renta…

Dia yang selalu bersujud syukur saat menuai hasil jerih payahnya meski tak pernah cukup dia nikmati seutuhnya…

Dia yang terpinggirkan…
Dia yang terlupakan…
Dia yang tak pernah “MERDEKA” meski dia sangat “HEBAT”…
Semua karena Dia hanya seorang R A K Y A T …
—————————————
Huntin g Bareng bro Freddy Wijaya, Tedy Tie suatu pagi di Serpong…[makasih bro atas pengalaman yang hebat]

Dedicated to: Engkong Soleh [88th]
Location: Serpong

Title: Think About Me?
Dedicated to: Engkong Soleh [88th]
Location: Serpong

Title: I’m Still Here
Location: Serpong

Title: Mbah Omi Serpong
Location: Serpong

Title: Mbah Omi Serpong
Location: Serpong

Title: Merdeka Not For Me
Location: Serpong
[Dedicated to Engkong Soleh]

17 Agustus 1945 usiaku baru 19 tahun
17 Agustus 1955 aku tidak memiliki apa-apa…
17 Agustus 1965 aku menikahi gadis yang menyayangiku hingga kini walau aku hanya memliki sebidang tanah kering…
17 Agustus 1975 aku masih seperti 10 tahun sebelumnya…
17 Agustus 1985 nasibku belumlah berubah….
17 Agustus 1995, aku sudah mulai renta dan dimakan usia, namun aku belum jua memiliki apa2…
17 Agustus 2005 Aku masih tetap mencangkul tanah kering harapanku…
17 Agustus 2008, Badan renta masih bersandar di gubuk sederhana ini mengucapkan Selamat Merdeka buat Republik yang aku tumpangi….Terima Kasih atas Tumpangannya, mohon maaf atas segala kekurangan saya sebagai penumpang selama ini…

Makasih udah mampir…
Makasih atas kritikan dan sarannya…

salam Merdeka….


Note Redaksi:

Andie Makkawaru baru dikenal Redaksi. Kenalnya juga diperkenalkan teman SMP Redaksi, karena sama-sama senang fotografi. Artikel di atas sudah jauh lebih banyak mewakili kira-kira kemampuan fotografi beliau ini sampai di mana…hehehe…

Welcome Bang Andie! Make yourself at home…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.