Jon Leung – Kudus
Dear Baltyrans,
Berapa banyak di antara para pembaca yang sekarang ini masih memakai Kaset untuk mendengarkan lagu??? Ya, kaset.. alat ini dulu pernah berjaya dalam waktu yang lama, menggantikan piringan hitam untuk mendengarkan lagu dari para penyanyi favorit kita, sebelum akhirnya lambat laun terdesak digantikan oleh CD (Compact Disc), bahkan sekarang inipun CD sudah mulai tergantikan oleh MP3 walaupun secara kualitas tidak bisa dibandingkan. Rekaman di CD dijamin akan lebih bersih dibandingkan dengan MP3.
Saya tidak tahu secara persis kapan kaset ini mulai dipergunakan untuk menggantikan piringan hitam yang jelas penggunaannya sudah lama.
Beberapa hari yang lalu pada saat saya membersihkan gudang, gara-gara ada tikus yang berkeliaran di rumah, saya menemukan kembali 1 buah dos yang berisi kaset koleksi saya dulu. Satu persatu saya buka, dan saya susun kembali berdasarkan penyanyi dan jenis lagunya. Dan pikiran saya kembali terbang ke masa lalu pada saat saya masih sering menggunakannya untuk mendengarkan lagu.
Pada saat saya masih SMP dulu (waktu SD belum kepikiran nyetel lagu sendiri sih), saya mulai membeli kaset. Sebagian besar sih merupakan Soundtrack dari film. Seperti gambar di bawah ini :
Kaset di sebelah kanan adalah Soundtrack dari Film Streets of fire yang dibintangi oleh Diane Lane , Michael Pare dan Willem Dafoe.
Karena lagunya menurut saya bagus maka saya beli kasetnya. Ini adalah kaset yang pertama kali saya beli dari hasil mengumpulkan uang saku (selain untuk beli kaset sebagian besar habis untuk nonton bioskop).
Sedangkan gambar disebelah kiri adalah kumpulan OST dari beberapa film antara lain Rocky IV, Karate Kids, Ghost Busters dan lainnya.
Waktu SMA, saya masih mencari cari genre lagu apa yang paling saya sukai, makanya selain lagu-lagu Debbie Gibson, Tiffany. Saya juga menyukai Duran Duran, bahkan saking sukanya sama John Taylor, poster-posternya pun saya tempel di dinding kamar.
Pada saat itu mungkin pembaca masih ingat ada film LUPUS yang diangkat dari novel yang di karang oleh Zara Zetira, dimana disitu diceritakan Lupus ini juga mengidolakan John Taylor . Potongan rambut Lupus menjiplak habis gaya rambut John Taylor.
Selain itu, karena saat itu saya juga mengidolakan Paramitha Rusady (gara-gara film pertamanya Ranjau-ranjau Cinta), saya juga membeli beberapa albumnya. Sayang sebagian besar koleksi saya tersebut hilang entah ke mana.
Selain OST dari film juga ada OST dari film televisi, yang masih tersisa adalah OST dari film Dream yang dibintangi John Stamos.
Setelah kuliah, saya mulai menyukai juga lagunya Krakatau, bahkan hampir seluruh album Krakatau saya punya. Selain itu juga lagu-lagu Mandarin, Disco dan lagu Gospel.
Kaset-kaset ini selain beli aslinya , juga lebih banyak yang merekam lagu dari beberapa penyanyi yang ngetop pada era 80 dan 90an seperti, Madonna, Phil Collins, Richard Max, Milli Vanili ( yang lain kalo ingat di tambahkan di koment aja ya wkakkak).
Salah satunya rekaman copy dari lagu mandarin seperti gambar di bawah ini. Termasuk OST film juga. Yang dibintangi oleh Aaron Kwok dan Lie Chu Sien (bener nggak ya).
Bahkan potongan rambut dari Aaron Kwok seperti gambar di bawah juga pernah saya jiplak. Potongan ini sempat jadi trademark bintang film Hongkong macam Andy Lau, Chou Yun Fat, dll.
Selain itu para pembaca mungkin masih ingat di setiap kaset terdapat text lagu di covernya. Berikut ini saya tampilkan juga text lagu mandarin dari kaset copyan tersebut.
Kaset-kaset yang saya punyai ini terakhir saya dengarkan sebelum saya pindah ke Jakarta, tahun 1994 dan setelah itu saya tidak pernah menggunakan lagi, karena sejak pindah ke Jakarta, dan jadi anak kota (sebenarnya karena gak punya tape nya aja), pilihannya pun jadi naik kelas pakai CD lagi.
Selain kaset koleksi saya, ternyata di dus tersebut juga terdapat kaset kepunyaan ayah saya.
Entah produksi tahun berapa yang jelas sudah sangat lama, wong fotonya Muchsin Alatas aja masih kelihatan cute gitu hehehhehe, selain itu juga ada beberapa lagu mandarin yang dinyanyikan oleh Chang Shao Ying. Dia ini apakah termasuk artis dari Hongkong atau Taiwan atau bahkan penyanyi Indonesia yang menyanyikan lagu mandarin saya tidak tahu.
Mungkin bila ada dari para pembaca yang masih menggunakan kaset dapat share pengalaman di sini. Yang jelas suara desisan kalo kita memutar kaset ini tidak akan kita dengarkan lagi kalo menggunakan CD atau bahkan Ipod.
Salam
Jon Leung
Pages: [11] 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 »
Pages: [11] 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 »
May 3rd, 2010 at 07:26
JL, kirain belum ada yg protes masalah ZZ dan Lupus
sayangnya Bung HH skrg nggak tahu ngumpet ke mana
kayaknya yg tetap eksis cuman Bung AA doang 
April 30th, 2010 at 08:04
Bro JL, hehehe…koleksi kasetnya samaan kek dirumahku. Masih ada kesimpen rapih, cuma suaranya sudah nggak dijamin lagi, ujung2nya kusut itu pita kaset hehehe.
April 30th, 2010 at 04:51
dari koleksinya terbayang jaman nakalnya (ups…maksutnya jaman mudanya gitu. kan katanya manusia klo masih muda nakal2)
itu kaset2udah dicoba diputer lg belom oom jon? dulu beli kaset pertama kali albumnya Dewa19 -Kirana.. pas masih SMP..hehehe
April 29th, 2010 at 18:16
Mbak , ora usah refot2 nulis Mulan Kwok…..ora wae, preiiii…aku ora fans karo Mulan Kwok ….mendingan Paramitha Rusady, maklum selera jadoel…