Vera Ernawati – Jakarta
Jangan tanya kenapa
Demi siapa aku datang pada mentari pagi
Dan, pada apa aku gelisah menanti
Ketika rindu menyergap
Tatapan hening potret lelaki sederhana tanpa pigura
Selalu saja menggoda
Kubiarkan potret wajahmu membayang
Anggaplah sebagai titisan puisi yang pernah hilang
Akan cintaku yang tertunda
Dan kelak, kau akan melihatnya dengan: sempurna
May 3rd, 2010 at 07:48
hadeuuuh…….ini lagi satu
……..syuh-syuh-syuh…….
bang ilham gawang dijaga sana, ntar kemasukan semut looh….
May 3rd, 2010 at 07:46
what? mbakter again? *sigh
satpol pp masih sembunyi ya? baiklah, kita ngupi bersama dulu sejenak *siul2
May 3rd, 2010 at 07:45
Master, mbakter, kapster? Hahaha…
Lha ide bagus tapi nggilani dari Nev, sweatdrop refraction hiiiiiiiiyyy…
May 3rd, 2010 at 07:43
wah..mbakter jangan gitu dong. ini kopi-nya baru mau disruput…mosok udah disuruh bubar… lagian kan satpol PP lagi pada sembunyi tuh… tunggu kopinya hbs ya?
May 3rd, 2010 at 07:40
……*&*^&^$$%#$%@^*&^*…….Heegh….syuh-syuh-syuh…..ayo bubar, bubaaaar……