Penyerangan di Sekolah

Cakrawala Meazza – China

Satu lagi berita tentang penyerangan brutal di sekolah. Hari Jum’at 30 April yang lalu seorang lelaki menyerobot masuk ke sebuah sekolah di Weifang-Shandong, kemudian melakukan penyerangan dengan palu pada beberapa murid dan berakhir dengan membakar dirinya sendiri.

Akibat aksi brutalnya ini 5 siswa terpaksa dilarikan ke rumah sakit dengan keadaan kritis. Pelaku yang kemudian diketahui bernama Wang Yong ini menyiramkan minyak ke tubuhnya sendiri dengan niat akan membakar diri. Parahnya di saat akan menghidupkan api Wang Yong memeluk erat dua orang siswa. Untungnya pihak sekolah berhasil menyelamatkan kedua siswa ini sebelum Wang Yong membakar diri. Tak diketahui apa penyebab aksi brutal Wang Yong, namun berita terbaru menyebutkan korban penyerangan telah berangsur pulih.

Seperti dilansir dari Xinhua dan Reuters China, peristiwa penyerangan terhadap siswa di Weifang ini merupakan yang ketiga setelah dua hari berturut-turut terjadi peristiwa serupa di Guangdong dan Jiangsu.

Di kota Leizhou-Guangdong pada hari Rabu tanggal 28 April sekitar pukul 15.00 waktu setempat, seorang laki-laki separuh baya melakukan penyerangan dengan menggunakan pisau di sebuah sekolah dasar. 18 siswa dan 1 orang guru mengalami luka bacok. Meski kemudian pelaku diamankan pihak kepolisian, namun tak diketahui kelanjutan berita dari siswa dan guru yang terluka maupun sang pelaku penyerangan.

Sehari berikutnya giliran sebuah taman kanak-kanak di kota Taixing-Jiangsu yang menjadi sasaran amuk pelaku kekerasan. Seorang laki-laki 47 tahun bernama Xu Yuyuan dengan pisau sepanjang 20 cm mengamuk di sekolah yang menyebabkan 28 anak-anak yang rata-rata berusia 4 tahun, 2 guru dan seorang petugas keamanan terluka. 5 di antara siswa itu kritis.

Pelaku kekerasan bernama Xu Yuyuan kemudian diketahui sebagai salah seorang mantan karyawan di perusahaan asuransi. Dan karena baru saja di-PHK, Xu Yuyuan dengan alasan untuk melakukan “pembalasan sosial” dengan brutalnya menyerang anak-anak tak berdosa itu.

Masih dari Xinhua dan Reuters China, Departemen Pendidikan China menanggapi kasus-kasus di atas dengan serius. Dalam minggu ini Departemen Pendidikan membentuk suatu badan khusus untuk menganalisa sekaligus menyusun langkah-langkah pencegahan agar peristiwa serupa tak lagi terulang.

Dilansir dari http://www.xinhuanet.com/ dan http://cn.reuters.com/ edisi 29-30 April 2010, ilustrasi: chinadigitaltimes


Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.