Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Kritik Untuk Produsen Honda Megapro

Monday, 3 May 2010

Viewed 13080 times, 16 times today | 89 Comments |

Octavero – Kudus

Mega -pro…..produk Honda yang satu ini memang dirancang untuk satu kelas di bawah Tiger, motor keren empat tak ini memiliki lima percepatan yang dirasa cukup untuk melaju kencang jarak jauh pada setingan standar service resmi Honda di manapun itu berada.

Kebetulan pula saya memiliki megapro yang saya beli bulan april tahun 2008 kemarin. Dari berbagai sudut pandang saya masih menganggap motor ini lebih dari sekedar lumayan, beberapa alasan saya antara lain :

  • Irit, Rp. 18.000,00 untuk perjalanan sepanjang 110 KM non stop
  • Akselerasi yang lumayan meski tidak se galak produk milik yamaha….
  • Top speed yang stabil… meski menuju ke top speed stabil itu diperlukan tenaga dorong yang ngeden
  • Karburasi yang tidak banyak masalah
  • Mudah bongkar pasang untuk keperluan modifikasi
  • Desain yang ga ketinggalan jaman

Selama saya menjadi rider megapro ini, belum pernah sekalipun saya mengalami macet secara tiba-tiba di tengah jalan atau masalah masalah lainnya. mungkin dikarenakan saya merawat motor sesuai anjuran dari Honda yang membuat megapro saya fine fine aja sampai sekarang.

Perlu diketahui juga, untuk kampas rem belakang juga saya ganti setelah melewati jangka waktu 1,5 tahun pemakaian nonstop, maklum, rem roda belakang masih menggunakan tromol. Selain itu ban belakang  juga saya ganti setelah 1,6 tahun pemakaian dan tidak termasuk ban dalamnya, jadi ban belakang saya ganti ban luarnya saja dan belum pernah masuk tambal ban sekalipun, itupun juga dengan keadaan ban luar masih bisa dipakai tapi tidak layak jalan, karena surface yang paling sering menapak pada jalan sudah aus dan halus hehehehe

Sebelum saya lanjutkan ke paragraph selanjutnya perlu diketahui bahwa pemakaian megapro saya pakai untuk trayek Solo – Kudus maupun Kudus – Solo yang rutin dengan rata rata dua minggu sekali sejak pertama beli hingga sekarang.

Kecepatan berkendara saya rata-rata 80 KM/H dengan kecepatan putar mesin tiap ganti gigi selalu di 6000 r/m. Solo – Kudus dengan jalur yang melewati Solo – Gemolong – Gundhi – Purwodadi – Brati – Undakan – Kudus, kadang bila jalan antara Purwodadi – Kudus sedang rusak parah, saya lewat jalur lain yakni Purwodadi – Sukolilo – Kudus. Sebagai informasi saja bahwa perjalanan Solo – Kudus adalah perjalanan yang menurut saya luar biasa, trayeknya keren, banyak tikungan tajam, naik turun perbukitan, melewati hutan gundhi, berpacu dengan Rela si raja jalanan (bis Solo – Purwodadi), scenery untuk sekedar sight seeing di perjalanan juga oke punya… terutama pas musim kemarau, meski terasa gerah dan panas hehehe…

Oke deh… langsung ke inti permasalahan. paragraf di atas sudah menceritakan plus – nya…. kini sudah saatnya untuk si minus beraksi.. karena ada yin pasti ada yang, ada awal ada akhir, ada positif ada negatif,  secara pemikiran tetua tetua jaman akhir adalah agar semuanya seimbang.  deal!

Kali ini akan saya kritik mengenai berbagai kekurangan dan kelemahan yang menonjol based on my megapro, saya katakan menonjol karena PARAHH bro!!

  • Rasakanlah komstir bekerja, ketika anda melaju dengan kecepatan 110KM/H lalu anda loss gass untuk menukik tajam dengan bilangan perlambatan tertentu pada suatu tikungan, gerakan kemudi sangat tidak stabil dan cenderung membuat was-was si rider, istilah dalam bahasa jawanya nggliyer yang sangat terasa sekali. Dan hal ini tidak hanya terjadi pada megapro saya saja, beberapa milik rekan rekan saya juga mengalami hal tersebut. Bila dibiarkan dan tidak ada improvement bisa membahayakan keselamatan pengemudi maupun penumpangnya
  • Plastic part penyusun megapro ini ga se kuat yang saya kira, jauh berbeda dengan milik Yamaha maupun Suzuki, Plastic part yang ada pada Honda megapro terbuat dari resin ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene) secara spesifikasi resin bisa dibilang oke lah itu sudah cukup kuat untuk bahan body motor yang notabene berbeda dengan HIPS (High-impact Polystyrene) yang lebih murah tetapi juga lebih lemah daripada ABS. Yang menjadi permasalahan adalah desain yang kurang maksimal, beberapa saya sertakan foto sebagai gambaran problem Crack, Patah dan positioning locking plug yang kurang tepat, serta positioning antara elbow’s end dengan selebor depan yang mengakibatkan saking enaknya shock breaker depan sehingga membuat selebor bisa meluncur bebas bertabrakan dengan elbow’s end ketika melewati gundukan yang cukup tinggi dengan kecepatan tinggi…..pertanyaannya adalah…. Mengapa tidak ada stopper untuk shock breaker untuk mengantisipasi bertabraknya elbow’s end dengan selebor bagian tengah, dan itu terjadi pada motor saya.
  • Tangki yang konturnya sangat susah untuk ditutup secara full face dengan sticker tambahan (maklum, saya ga puas dengan sticker resmi megapro hehehe) sehingga sangat tidak mungkin untuk ditutup fullface dengan satu lembar sticker tanpa harus memotongnya, dikarenakan saya nafsu banget untuk ganti sticker akhirnya saya terpaksa memotong lembaran sticker dan tahukah anda apa yang terjadi??? Sticker mengkerut dan posisi sambungan menjadi kelihatan… andai konturnya smooth dan ga banyak lekukannya… pasti dah no comment.
  • Untuk roda standar (bukan cast wheel type) yang masih memakai ruji banyak material logam penyusunnya kurang solid sehingga dengan medan perjalanan Solo – Kudus yang secara annually dua minggu sekali dipake nglajo, berakibat pelek bengkong maupun oling yang harus musti segera di normal kan lagi ( di kentheng – dalam bahasa jawa) dan itu saya alami berulang kali.
  • Desain kurang sip!, cos saya tidak dapat menemukan lokasi praktis untuk menempatkan mantol/ jas hujan dan peralatan repair praktis untuk jaga jaga bilamana musin hujan datang, maupun motor tiba-tiba macet di jalan… maka terpaksa musti membawa tas ke manapun saya pergi…


Note Redaksi:

Selamat datang dan selamat bergabung Octavero! Terima kasih kepada Lembayung yang sudah “menyeret” dan memperkenalkan Baltyra kepada Octavero…semoga kerasan ya…

Share This Post

Posted by Monday, 3 May 2010 on 00:00.

Categories: Info. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

89 Responses to “Kritik Untuk Produsen Honda Megapro”

Pages: [9] 8 7 6 5 4 3 2 1 »

  1. 89
    yudha Says:

    betul banget bro, parah banget mega pro, saya aja nyesel, dah tanki cepet pudar warnanya, spedo getar kayak ada yg pecah, dan kurang mantap pas d kendarai….

  2. 88
    IRUL Says:

    TARIKAN AWALNYA KURANG GRENG+KOPLINGNYA KEJAUHAN

  3. 87
    arif Says:

    waaaah sama megapro saya juga nggliyer mas bro ,klo saya sebulan sekali nglajo kudus – wonogiri

  4. 86
    abong Says:

    enakan pke supra fit new.

  5. 85
    arnol Says:

    saya pengguna megapro th 2008. Secara umum saya sangat puas walaupun motor bekas. Sangat irit, 160 km hanya Rp16000,-, tapi tetap bertenaga, enteng banget utk ke 100 km/jam. Simple servis, dah 30000 km (2 th) blom pernah servis, hanya ganti oli, tukar busi dan karbunya disemprot pake pembersih aja. Aki nga pernah soak, cukup tambah air setelah 5000 km, dll. Kelistrikan bagus, blom pernah ganti lampu depan belakang juga sein (dah 2 th lebih ato 30000 km lebih). Dipake utk bukittinggi- solok kira2 80 km, 3 kali seminggu. Salut ma honda, mega pro aja begini hebat, apalagi tiger, muaaaantap banget.

  6. 84
    octavero Says:

    Ledox: matur nuwun atas sumbangan kritiknya…. memang artikel yang saya tulis ini belum menyebutkan semua kekurangan yang saya temukan pada produk honda megapro. tapi saya setuju dengan anda mengenai cairan aki yang merusak plastik partnya. setelah saya bongkar, ternyata punya saya lebih parah… wkwkwkwk saya buka cover akinya, dan saya temukan air aki menciprat tidak hanya di plastic part saja, tapi sudah sampai ke holder foot step . hiks…. dan itu susah dibersihkan. mengingat holder footsted terbuat dari bahan besi tuang. hiks. salam kenal juga bung.

  7. 83
    octavero Says:

    Arya: fiuh…. ternyata kita senasib mas…. punya saya juga nyendat nyendat, beberapa kali saya amati, terlebih ketika habis saya kasih octane booster pada bahan bakarnya. analisa saya mungkin hal ini disebabkan karena karburasi kotor, apung apung yang kurang responsif (telat respon), atau sistem perkabelan yang kurang licin (seret). soalnya ketika sesudah saya servis… masalah nyendal nyendal tersebut teratasi, tapi setelah pemakaian 2-3 hari menjadi balik kembali nyendat nyendat. bikin saya bingung sendiri mencari solusinya. mohon maaf belum bisa membantu. anyway….. thanks untuk atensinya.

  8. 82
    octavero Says:

    inxan: yes….. tangki sering bocor….. itu keluhan yang udah saya dengar dimana mana. sepertinya produsen honda sudah tidak lagi memikirkan masalah yang timbul dari bawah dengan serius, lebih fokus pada bagaimana menjual produk sebanyak banyaknya serta melakukan pembaruan model…. lihat saja keluar model baru mega pro. tapi tahukah anda? ternyata masih ada masalah yang belum di improove? HAHAHAHA… baik megapro old maupun new…. kalo jalan di genangan air selalu nyiprat sehingga celana panjang bagian lutut ke bawah belepotan air deh…….. alhasil ketika wet season, kebanyakan cincing celana….. hiks……. salam kenal dan thankyou buat atensinya.

  9. 81
    LEDOX Says:

    sedikit kucewa eh maksudna kecewa…tentang motor honda megapro yang kurang swiipp….
    dari yang sudah saya lakoni, honda megapro sering banyak kendala pada rotasi gear yang sering kendor alias kendo dari situlah tarikan gas sllu merengek dan tidak nyaman dalam berkendara, dan lagi dari batere sumber atau aki, sllu menguapkan cairan elektrolit yg bikiin plastic part jadi rusak. coba saja lht pada balik tutup plastic part batere ato aki, mstinya udah ga jaman lagi klu motor pake batere basah sprti ini…..terima kasih Om salam kenal

Pages: [9] 8 7 6 5 4 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)