Keluarga di Turki

Dedushka – Eurasia

Teddy bear pulang ke Turki pada awal April 2009,  namun dia berjanji akan kembali secepatnya. Selama kami berpisah kami tetap online chatting, sms atau telp dan kami merapatkan barisan untuk menikah, pada saat itu kami rencana akan menikah Oktober,  namun suatu hari dia bilang pokoknya sebelum Ramadhan dia akan menikah. Akhirnya disepakatilah bulan Agustus. Berhubung pengantin prianya jauh, jadi untuk perencanaan menikah dikerjakan Dedushka sendiri dengan dibantu keluarga. Bulan juni akhir Teddy bear datang dan stay selama 3 bulan mempersiapkan segala sesuatunya.

Untuk pernikahan beda negara memang diperlukan kesabaran yang luar biasa untuk mengurus segala sesuatunya,  untuk mengurus surat surat Alhamdulillah tidak mengalami kesulitan, karena kedutaan Turki sendiri sangat akomodatif,  rupanya banyak orang Turki yang menikah dengan orang Indonesia,  jadi merasa banyak teman nanti kalo sudah di Turki

Kami menikah tanggal 1 Agustus kemudian tanggal 15 Agustusnya berangkat langsung ke Turki, honeymoon tidak ada hahaha karena setelah menikah kami mengurus sendiri legalisir buku KUA kami ke Dep.Agama dan Deplu,  ternyata justru mengurus surat surat di negara tercinta ini yang bikin kesabaran diuji. Next time mau cerita lebih detail lagi deh soal ini hehehe

Berangkat dari Jakarta sore jam 5 sore, kemudian transit di Dubai (perjalanan Jakarta-Dubai kurang lebih 10 jam) lalu melanjutkan ke Turki (Dubai-Turki 4 jam),  untungnya turbulance tidak begitu banyak, jadi sepanjang perjalanan pertama yang jauh ini bisa anteng.

Begitu sampai di Turki,  kami dijemput oleh adik bungsu suami bersama istrinya yang cantik. Mereka sangat baik dan menerima dengan tangan terbuka kedatangan Dedushka hehehe Mereka menjemput dan mengantarkan kami ke apartemen di Gebze. Selama 2 hari setelah long trip tersebut, ini jetlag ga ilang ilang, kepala serasa dipentung batu. Dikarenakan jetlag dan adaptasi dengan lingkungan baru, maka diputuskan baru akan ke rumah mertua 3 minggu setelahnya.

Kami tinggal di kota Gebze sedangkan mertua di Adapazari, seperti halnya Jakarta-Bandung perjalanan 2 jam dengan mobil,  keluarga mertua sudah tidak sabar bertemu dengan menantu baru dikeluarganya. Kehadiran Dedushka rupanya sudah dinanti nanti oleh mereka,  karena Teddy bear tidak cerita ke keluarganya kalau ke Jakarta untuk menikah,  Teddy bear bilang ingin memberikan surprise untuk keluarganya.

Dedushka sendiri deg degan menantikan pertemuan pertama itu. Kalau mendengar cerita dari teman teman di indo betapa ‘mengerikan’ yang namanya mertua dan ipar  so banyak banyak berdoalah Dedushka saat itu,  untungnya Teddy bear selalu bilang semua akan berlangsung baik,  jadi lumayan lega walaupun masih khawatir , duh parno amat ya.

Akhirnya pertemuan pertama itu terjadi dan betapa kagetnya keluarga mertua, ternyata istri surprise yang dibawa anaknya kecil, mungil dan sangat berbeda hahaha tapi yang menyenangkan mereka menerima dengan hangat kehadiran Dedushka, peluk cium ga ada abisnya hehehe lalu mereka berbicara dengan bahasanya yang tidak dimengerti,  jadi Dedushka Cuma tersenyum sangaaatttt manis hehehe karena senyum itu senjata andalan . Kesan pertama terhadap Dedushka,  mereka bilang Dedushka sangat simpatik (simpanse pake batik kekekekek).

Tidak lama kemudian Anne=Mama memberikan hadiah pernikahan untuk Dedushka,  bagi Dedushka dengan penerimaan yang sangat terbuka saja sudah berterima kasih, karena bagi Dedushka dengan jauh dari keluarga di Jakarta sudah merupakan kehilangan yang besar,  namun ditempat baru ini Dedushka mendapat keluarga baru yang sangat welcome dengan kehadiran Dedushka. Dan hal itu patut disyukuri, ternyata kekhawatiran selama ini tidak berdasar

Kakak ipar kemudian mengajak Dedushka untuk shopping, mereka ingin memberikan hadiah juga rupanya. Tempat shopping dengan rumah sangat dekat,  Cuma jalan 5 menit langsung sudah berada di pusat perbelanjaan. Kemudian kelucuan kelucuan pun dimulai karena mereka tidak bisa bahasa inggris sedangkan dedushka sendiri tidak bisa bahasa Turki,  yang Dedushka mengerti Cuma Tamam=Ok, hayır=tidak.

Toko pertama yang dikunjungi adalah toko lingerie,  Abla=kakak menunjuk semua macam macam lingerie dengan bahasa Turki, Dedushka mengerti maksudnya diminta memilih lingerie tersebut. Akhirnya dipilihlah yg Dedushka sukai,  masalah kemudian datang karena Dedushka tidak mengerti bagaimana bilang meminta ukuran yang tepat, akhirnya dengan isyarat tangan dan sedikit membuka yang Dedushka pakai didapatlah ukuran yang tepat hehehe untung semuanya cewek jadi ga sungkan deh ngintip dikit hihihi

Kemudian kami pergi ke toko perhiasan,  Abla ingin membelikan hadiah lainnya. Enaknya dikasih hadiah mulu  berhubung kakak ipar sudah kenal baik dengan pelayan toko maka lebih nyaman pada saat mereka menawarkan koleksi mereka, enaknya mereka kasih minum es limon. Mereka juga tanya tanya dari mana asal Dedushka dan begitu dibilang Indonesia mereka surprise sekali,  karena mereka pikir Dedushka dari Malay ato Thai,  haduh Indonesia kurang dikenal banget nie L. Akhirnya setelah puas shopping kami nge-teh di taman,  ini jepretannya.

Ini foto waktu diajak shopping untuk pertama kalinya (Reihan, Beyhan, Nurhan)

İni cafe nya ada di tengah taman yang asri.

İni suasana sepanjang pertokoan

Setelah puas shopping dan ngeteh akhirnya kami pulang dengan happy hehehe ternyata jalan dengan ipar-ipar yang cantik dan baik hati tidak seseram yang dibayangkan hehehe di lain waktu Dedushka akan cerita pengalaman lainnya di rumah mertua,  yang suasananya unik dan beda dari Indonesia.

Eurasia,  26-04-2010

32 Comments to "Keluarga di Turki"

  1. Dedushka  22 October, 2017 at 14:28

    Email saya; [email protected]

  2. Dede  22 October, 2017 at 14:27

    Email saya : [email protected] silahkan kalau mau tanya tanya

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.