Menunggu Smes Silang

Sumonggo – Sleman


Setelah cukup lama “berpuasa”, akhirnya dahaga para pemirsa bulutangkis Indonesia terobati. Tidak seperti pecinta bola yang dimanjakan dengan berbagai tayangan dalam maupun luar negeri, jarang sekali event bulutangkis dunia yang tersaji di layar kaca. Padahal pada era 90-an, di mana jumlah stasiun televisi belum sebanyak sekarang, kita tak pernah terlewat gelaran akbar semacam All-England, kejuaraan dunia, maupun turnamen kelas satu lainnya.

Ada juga yang berseloroh, “Boleh jadi sponsornya takut rugi. Nanti bila terlanjur menyiarkan langsung, ternyata di semifinal dan final tidak ada atlet Indonesia yang bertanding, berapa banyak yang tertarik menonton?” Memprihatinkan memang bila di babak penyisihan awal saja sudah bertumbangan. Meski harus jujur dalam peta persaingan sekarang beda keunggulan antara peringkat 1 dengan peringkat 10 tak terlalu jauh.

Baiklah kita bersemangat saja, bahwa meski prestasi di nomor individu belakangan ini kurang begitu menggembirakan, tetapi atmosfer di nomor beregu dengan membawa nama bangsa dan negara, tentu berbeda. Memang “stok” amunisi yang dimiliki di nomor putra dari tahun ke tahun belum banyak pergeseran. Masih mengandalkan trio Taufik-Sony-Simon di nomor tunggal. Taufik Hidayat tentu tak diragukan lagi pengalamannya, meski menurut sejumlah orang, bila sedang “tidak niat” permainannya bisa melorot menjadi sangat “menggemaskan”.

Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso juga pemain yang komplet kemampuan teknisnya, dan sempat menjungkalkan pemain nomor satu dunia Lee Chong Wei di sejumlah event perorangan. Tumpuan utama ganda memang pasangan nomor satu dunia Markis Kido/ Hendra Setiawan, meski dalam realitanya pertarungan ganda putra saat ini cukup ketat dan saling mengalahkan. Persaingan masih tetap sengit meski pemain muda bertalenta luar biasa, Lee Yong Dae dari Korsel absen.

Duo Maria akan menjadi pilar tunggal putri Indonesia. Maria Febe Kusumasti sebagai debutan baru semoga bisa menjadi ujung tombak yang handal. Meski prestasi Maria Kristin (yang sempat meraih puncak penampilannya dengan medali perunggu Olimpiade 2008) sekian lama agak meredup karena termakan cedera, posisinya di tunggal ketiga bisa menjadi penentu dan faktor penggetar bagi tim lawan. Pemain senior Lilyana Natsir masih menjadi motor di ganda putri.

Jujur memang hegemoni tim China tak bisa dibantah. Bahkan untuk tunggal putri saja masih sekian pemain berperingkat atas yang tak bisa dibawa karena sudah “surplus” pemain. Konon di tingkat provinsi di China sudah mengantri pemain-pemain putri sekelas Wang Yihan dan Lu Lan. Dengan absennya Tine Rasmussen dari Denmark, praktis hanya tim putri Korsel yang berpotensi menjadi sandungan Wang Yihan dkk.

Sudah lama sekali rasanya tak menyaksikan kocokan rally dari Maria Kristin, smash tajam Adrianti Firdasari, atau serobotan di depan net Lilyana Natsir. Yakinlah tim putri Indonesia bukan sekedar penggembira.

Bahkan penampilan tim putri pada dua tahun lalu menjadi runner-up sempat “menampar” tim putra yang notabene ditargetkan lebih baik. Tembok China bukannya tak bisa diruntuhkan.

Untuk tim putra, Malaysia sebagai tuan rumah, tentunya akan sangat termotivasi untuk merebutnya di negeri sendiri. Selain, tentu saja tim Korsel yang dua tahun lalu memupuskan harapan Indonesia menuju final dan bermain sangat gigih meski dalam peringkat tertinggal, terutama pemain tunggalnya. Tidak boleh lengah, tak boleh meremehkan lawan lagi.

“Indonesia … prok…prok…prok …prok …. Indonesia….” Begitu supporter menyemangati. Kalah atau menang, tetaplah berjuang penuh semangat, sehingga bisa pulang dengan kepala tegak.

Para pembaca Baltyra, semoga jadwal siaran langsung Piala Thomas dan Piala Uber 2010 di stasiun televisi Trans 7 bisa membantu:

1. Piala Thomas: Indonesia vs Australia , Minggu, 9 Mei 2010, Pkl. 10.45 WIB

2. Piala Thomas Indonesia vs India , Senin, 10 Mei 2010, Pkl. 10.45 WIB

3. Piala Uber Indonesia vs Denmark , Selasa, 11 Mei 2010, Pkl. 10.45 WIB

4. Babak Perempat Final Piala Thomas, Rabu, 12 Mei 2010, Pkl. 10.45 WIB

5. Babak Semi Final Piala Uber, Kamis, 13 Mei 2010, Pkl. 10.45 WIB

6. Babak Semi Final Piala Thomas, Jumat, 14 Mei 2010, Pkl. 13.15 WIB

7. Babak Final Piala Uber, Sabtu, 15 Mei 2010, Pkl. 12.45 WIB

8. Babak Final Piala Thomas , Minggu, 16 Mei 2010, Pkl. 12.45 WIB

Jangan ketinggalan ya, dukung atlet-atlet kita berlaga, di Kuala Lumpur kita berjaya.

“Indonesia … prok…prok…prok …prok …. Indonesia….”

Ilustrasi: pbdjarum.com

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.