The Secret Garden

Rina S – Bogor

Baru-baru ini banyak buku klasik diterbitkan, beberapa bahkan berumur lebih dari 100 tahun sejak pertama kali diterbitkan. Tentunya banyak hal menarik dari buku-buku tersebut sehingga ‘tidak mati’ pun setelah banyak penulis baru bermunculan.

Dan untuk sebuah buku, klasik tidak sama dengan kuno. Hal menarik lain, beberapa buku klasik anak anak yang terbit (diterbitkan ulang),diterbitkan dua penerbit yang berbeda dalam waktu yang hampir bersamaan. Ini membuat saya penasaran, apa istimewanya buku-buku ini sampai penerbit mau beresiko menerbitkan setelah beberapa bulan sebelumnya diterbitkan penerbit lain.

Tiga diantaranya Heidi karya Johanna Spyri, The Girl Story karya Lucy M. Montgomery dan The Secret Garden karya Frances Hodgson Burnett.

The Secret Garden

Diterbitkan penerbit Qonita November 2009 dan penerbit Gramedia Februari 2010.

Buku ini berkisah tentang bersahabatan tiga orang anak yang menghabiskan waktu bermainnya di sebuah Taman Rahasia. Persabatan ketiganya membuat banyak kejutan yang tak terduga. Seperti sebuah pertanyaan yang membuat Mary terkejut; Apakah kau menyukai dirimu?

Mary. Seorang anak perempuan kurus dan bermuka masam yang lahir di India, ibunya seorang wanita cantik yang hobi berpesta. Kelahiran Mary tak diinginkan ibunya, sehingga pengasuhannya sejak bayi sampai menjadi gadis cilik hanya oleh ayahnya.

Mary tumbuh menjadi anak egois, keras kepala dengan raut muka tidak menyenangkan. Salah satu sebabnya ia tidak pernah diajari caranya tersenyum. Selama hidupnya – sampai berumur sembilan tahun – ia dilayani ayahnya. Dilayani dalam arti kata secara harfiah. Dari makan (disuapi), mengenakan pakaian, sepatu bahkan untuk mengambilkan sesuatu.

Semua itu dilakukan agar Mary senang dan tidak mengganggu ibunya. Mary hanya mengenal sosok ibunya dari jauh, seorang wanita yang diam-diam ia kagumi kecantikannya. Suatu ketika wabah kolera merajalela, dan mematikan banyak orang termasuk orang tua, ayah dan semua pelayan di rumahnya. Beruntung seorang perwira menemukannya selamat dan mengirimkan Mary pada pamannya, Mr. Craven di Inggris.

Colin, putra pamannya yang selama ini disembunyikan. Colin berperingai tak jauh berbeda dari Mary. Ayahnya, Mr. Craven, membencinya karena menilai Colin menjadi salah satu sebab kematian istrinya dan Mr. Craven pun takut Colin panjang umur dan mewarisi kecacatan dirinya, punggungnya berpunguk.

Ketakutan yang menyebabkan Colin di vonis sakit, cacat pada tulang belakang dan tak berumur panjang. Namun nyatanya sampai berumur sepuluh tahun Colin masih hidup. Kondisi kehidupan yang dijalaninya menyebabkan dia tumbuh menjadi anak yang cengeng, penakut, pesimis terhadap hidupnya dan terhalusinasi (Mary menyebutnya dengan istilah, Histeria) dengan rasa sakit dan kecacatan punggungnya yang tidak terbukti.

Colin bisa menangis, menjerit dan mengamuk sepanjang malam karena rasa takut pada benjolan di punggungnya yang sebenarnya tidak terbukti ada.

Dickon seorang anak lelaki yang cukup terkenal di padang kerangas. Semua orang meyakini jika Dickon bisa menghidupkan tanaman dan menjinakkan semua binatang. Tiupan seruling Dickon membuat binatang – binatang di padang kerangas keluar dari persembunyiannya dan duduk di depan Dickon.

Dickon memiliki seorang tupai dan burung yang biasa duduk dan bertengker di pundaknya, tikus di saku bajunya dan seekor bayi biri-biri yang digendongnya.

Dickon adalah seorang anak dari 12 bersaudara yang hidup sangat sederhana tapi ia memiliki seorang ibu yang luar biasa, Susan Sowerby. Seorang Ibu yang membuatnya tumbuh menjadi anak lelaki yang bertangung jawab, mandiri dan periang.

Walaupun buku ini berumur kurang lebih seratus tahun – sejak pertama kali diterbitkan – namun membacanya tidak akan membuat kita bernostalgia dengan masa seratus tahun yang lalu. Salah satu sebabnya karena anak-anak dan dunianya tidak berubah. Penuh imajinasi dan rasa ingin tahu, ketulusan, dan penuh tawa.

Pada awalnya buku ini ditujukan untuk dibaca anak-anak namun lebih banyak diminati orang tua (atau karena dinilai terlalu tebal – dibanding komik). Salah satu sebabnya isi novel ini sebenarnya bukan sekedar persahabatan tiga orang anak. Banyak pelajaran dari novel ini untuk para Mama dalam membangun sikap dan karakter si kecil. Sesuai tujuan segmen buku ini yaitu anak-anak, terjemahan buku ini cukup apik dan bahasanya sederhana sehingga mudah dipahami.

Salam buku,

rina s


Keterangan:

ayah, sebutan untuk pelayan di India.


Sedikit tentang penulis

Frances Hodgson Burnett (24 nov.-29 okt. 1924) adalah penulis cerita anak-anak. Salah satu karya yang membuatnya terkenal adalah The Secret Garden yang diterbitkan pertama kali tahun 1909. Beberapa karya lainnya adalah Little Lord Fauntleroy (1886), Sara Crewe (1888), dan Little Princess (1905)

13 Comments to "The Secret Garden"

  1. patricia  19 September, 2011 at 08:43

    dimana saya bisa dapetin buku ini lagi??
    tolong kasih tau….

  2. elinda  16 August, 2011 at 23:01

    the secret garden,, bacaan waktu kecil.. sangat menarik,, jadi pingin baca lagi..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.