Istana Kertas

Wahyu Wibowo

Aku tak pernah tahu apakah aku terlahir dari dua cinta yang sempurna bertemu
Karena aku tak pernah mengenal pasti siapa kedua orang tuaku
Hanya selembar selimut lusuh kusam kenangan berharga mereka untukku
Kenyataan memaksa mereka meninggalkanku terbaring lemah di depan sebuah pintu

Aku tumbuh di antara tetesan rasa iba dan belas kasihan semata
Tak pernah menetap lama dari satu pelukan ke pelukan lainnya
Kadang kurindu belaian hangat kasih sayang yang sempurna seutuhnya
Selalu kunanti hadirnya sepasang bidadari yang tersenyum padaku dengan sayap sayap cinta

Ini rumahku, sebuah istana kertas diantara berjuta timbunan sampah kota
Sebuah bilik hidup kecil sederhana yang kutata dengan lafaz ribuan doa doa
Meski kan hancur berderai akhirnya dikala rinai hujan tiba tiba menyapa
Sebuah realita yang harus kuhadapi sendiri di rimba raya ibukota

Aku mengais asa diantara serpihan serpihan aroma khas yang menyengat di sekelilingku
Sekedarnya saja hanya untuk membeli nafasku untuk lanjutkan hidup hari itu
Meski kadang hanya tersisa makanan sisa basi yang terpaksa ku telan dengan tetes airmataku
Adakah pintu langit mendengar semua rintihan anak sekecil aku

Aku yang terkadang iri melihat ligatnya anak anak sebayaku bercanda dan bermain
Mereka begitu bersih, wangi tanpa beban, begitu beda saat diriku mencoba untuk bercermin
Aku ikhlas berdoa agar mereka dikaruniai hati sebaik malaikat malaikat disurga
Hingga takkan adalagi derita anak anak jalanan di saat mereka mulai beranjak dewasa

Mereka hanyalah korban keadaan dan ketidak berdayaan… Sisihkan sedikit kepedulian anda akan menyelamatkan masa depan mereka…. FAKIR MISKIN DAN ANAK-ANAK TERLANTAR DIPELIHARA OLEH NEGARA

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *