Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Kinderdijk – The Forever Windmills

Tuesday, 18 May 2010

Viewed 1896 times, 1 times today | 47 Comments |

Sasayu-Den Haag

Tanggal 5 Mei, Hari Kemerdekaan Belanda, di mana Jerman memberikan kekuasaan sepenuhnya kepada Belanda. Anggaplah seperti 17 Agustusan di Indonesia, tapi yang aneh, tanggal 5 Mei ini hanya dijadikan hari libur nasional setiap 5 tahun sekali, kebetulan sekali tahun ini tahun kelima. Tidak ada lomba-lomba aneh dan ajaib (penulis sampai menjadi juara tahunan di sekolah untuk lomba menangkap belut) yang bisa kita temui di Ibu Pertiwi, palingan konser-konser gratis di Stadhuis.

Nothing special, Sasayu menghabiskan waktu untuk berleha-leha di rumah. Tiba-tiba HP berbunyi, menandakan adanya email masuk. Pas dibuka, ga ada angin ga ada hujan, ada serangan dari Buto, tiba-tiba nodong artikel. Sepertinya, si Buto lagi banci facebookan dan melihat foto-foto Sasayu. Benernya sih Sasayu malah diingatkan, karena lupa mau bikin liputan buat tempat wisata yang satu ini.

Sasayu jadi ingin mengunjungi tempat-tempat wisata di Belanda yang belum sempat didatengin, dipuas-puasin, karena kemungkinan ini tahun terakhir Sasayu di Belanda. Sehari setelah jalan-jalan di Keukenhof, Sasayu diajak berwisata ke Kinderdijk, kalau diartikan secara langsung menjadi ‘Children’s dike/anak-anak tanggul’. Kinderdijk ditetapkan menjadi UNESCO WORLD HERITAGE sejak tahun 1997.

Tujuan dibangunnya kincir-kincir angin ini (total ada 19) adalah untuk memompa air biar ga kebanjiran, karena Belanda kan di bawah permukaan laut. Dipikir-pikir hebat juga ya, dari tahun 1740, sudah bisa menemukan sistem pengeringan yang yahud. Kalau dibandingkan dengan daerah rumah yang selalu rawan banjir dan emang selalu kebanjiran, sungguh heran, kenapa ga pernah beresss T.T!! (Tanyaa Kenapaa??)

Sekarang sih, kincir-kincir anginnya sudah digantikan oleh pompa air modern. Akhirnya, kincir-kincir angin ini dirawat dan dijadikan objek wisata.

Kalau terakhir Sasayu lupa menulis bagaimana mencapai lokasi Keukenhof, kali ini Sasayu kasih tau caranya, biar semua orang ga cuma bisa lihat-lihat gambar saja.

Untuk mencapai Kinderdijk, Sasayu menggunakan Small Cruise dari Rotterdam, kapalnya berangkat dua kali sehari, jam 10.45 dan 14.15. Harga tiket per orang €13.5, disarankan reservasi dulu. Di kapal, pengunjung bisa menikmati makanan-makanan khas Belanda seperti poffertjes, appelgebak, uitsmijsters (roti pake telor ceplok dan ham) sambil ngopi-ngopi. Ternyata harga makanannya ga semahal yang Sasayu kira, standar saja, seperti harga-harga di Café €2-€10.


Sampai di Kinderdijk, kapal akan menunggu kira-kira satu jam sebelum kembali lagi ke tempat awal untuk mengangkut penumpang berikutnya. Kita waktu itu keasikan sampai lupa batas waktu dan akhirnya lari-lari ngejer kapal, pake celana melorot pula…haduh!

Info selengkapnya bisa dilihat di link-link berikut:

http://europeforvisitors.com/netherlands/rotterdam/kinderdijk-cruise-practical-information.htm

www.kinderdijk.com

Tidak lupa, foto-fotonya (cuaca agak mendung, jadinya kurang bagus hasil fotonya):

Tentunya karena berangkat dari Rotterdam, tidak ketinggalan Erasmus Bridge yang terkenal itu.

Appelgebak met slagroom

Ada juga selai kacang plus Blue Band


Terimakasih buat Redaksi yang sudah memuat artikel (hasil todongan:P) ini.

Have a nice day buat semua Baltyrans!!

Share This Post

Posted by Tuesday, 18 May 2010 on 00:56.

Categories: Jalan-jalan. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

47 Responses to “Kinderdijk – The Forever Windmills”

Pages: [5] 4 3 2 1 »

  1. 47
    ilhampst Says:

    Mbak Lani : haha… jadi gitu ya? Kalo gitu temen2ku yang teknisi komputer pada laku disana ya. Benerin windows bisa, Linux bisa, hardware bisa, instalasi jaringan mulai gelar kabel sampai konfigurasi router bisa. Cuma sertifikasi aja yang gak ada hehe

  2. 46
    nevergiveupyo Says:

    yahudd ya?? kalau gitu bisa dijadikan referensi nih… Tq yak

  3. 45
    Sasayu Says:

    @Nev: erasmus universitas? Kalo itu pasti yahuddd….terutama ekonominya…

    @SU: yuk dibikinnnn….

    @Lili: anak mami yg ini tolong ditengokin…keburu maburrr…hohohoho

    @Lani: paling canggih mah emg kita, semua bisa di hack…dibkin tiruannya…

  4. 44
    Lani Says:

    HAM : komen 40……..apa kata SA bener adanya, org indo itu lbh canggih, contoh nyatanya: disini org trima repair TV, tp nyatanya mrk bs repair sampai kulkas, kipas angin, dst…..dll…..dsb………klu di barat bule taunya cm satu, klu repair TV ya cm TV thok……mana mrk tau, mau trima repair lainnya??????? mrk itu pakai spesialisasi, spt dokter itu lo….jd org2 spt kamu itu bakal paliiiiiiiing pinter………..palinnnnnnnnng canggih, sgt……..amat dibutuhkan di LN……….malah kamu bs ngajari bule2 itu

  5. 43
    lili- Pondol Says:

    sa… kincir angine apik ya… terus foto2 yg bagus2… mumpung masih di Holland

  6. 42
    SU Says:

    Gambar terakhir asli bikin ngiler

  7. 41
    nevergiveupyo Says:

    sasayu : haaa??? ba-gul ngglindhing?? tidak salah baca neh?? wakakaka..teganya memvonis anak manusia sebegitunya…
    ehya, erasmus itu di rotterdam ya?? pernah denger2 katanya bagus….

Pages: [5] 4 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)