Botol

Julie Lulu – Tangerang

Kali ini saya ingin menceritakan tentang kebiasaan saya yang agak unik menurut teman-teman saya. Semuanya berasal dari waktu kecil saya. Kalau tidak salah ingat sekitar kelas 5 SD saya mempunyai angan-angan untuk suatu hari memiliki toko kosmetik. Kenapa kosmetik, karena toko kosmetik identik dengan botol-botol yang unik dengan beraneka warna dan rupa.

Saya sangat menikmati tiap kali saya diajak mama saya ke toko kosmetik untuk membeli sesuatu, saya melihat-lihat semua yang dijual disitu sampai puas, namun karena toko pada jaman saya kecil memakai etalase kaca, jadi saya hanya bisa mengamati barang-barang yang ada disitu namun tidak bisa menyentuh botolnya.

Sejalan dengan berlalunya waktu, karena merasa tidak memiliki bakat berdagang, hingga saat ini saya belum berani mewujudkan keinginan saya, yaitu mempunya toko kosmetik atau toko yang banyak botolnya macam Body Shop; namun kesukaan saya dengan berbagai bentuk kemasan barang dan botol masih tetap.

Ketika saya kuliah, setelah semua mata kuliah hari itu selesai dan saya merasa agak jenuh atau suasana hati kurang bagus, saya selalu mengajak teman-teman saya berjalan-jalan ke supermarket….. tujuannya ya untuk melihat susunan botol-botol yang ada di supermarket.

Entah kenapa setiap saya jenuh atau suasana hati kurang bagus, setelah mengunjungi supermarket atau toko-toko kosmetik yang penuh dengan berbagai macam kemasan dan botol, langsung perasaan hati saya jadi lebih mendingan dan membaik. Pada awalnya teman-teman saya heran dengan kebiasaan saya ini, namun lama-lama mereka akhirnya mengerti dan malahan geli melihat kebiasaan saya ini, sampai-sampai mereka sering meledek bahwa saya calon bos supermarket.

Sehubungan dengan kegemaran saya ini, browsing dan cuci mata di rak-rak setiap supermarket atau hypermarket yang saya kunjungi, saya jadi hafal letak barang-barang hampir di setiap tempat belanja :D Sekali saya datang kesitu, saya putar-putar melihat-lihat, setelah beberapa waktu kemudian saya kembali lagi, saya masih ingat dimana letak barang-barangnya, kecuali kalau mereka sudah merubah tatanan rak-rak baru saya memerlukan beberapa saat untuk familiar dengan letak perubahan barang-barangnya.

Teman-teman saya senang kalau ajak saya pergi belanja, jika mereka butuh cepat-cepat membeli suatu item barang, karena saya pasti segera tahu dimana harus ambil barang – barang itu sehingga tidak perlu berputar-putar terlalu lama. Semakin besar supermarket yang saya kunjungi, saya akan semakin senang karena item barang yang di jual semakin bervariasi, bukan hanya produk lokal namun juga produk impor. Biasanya produk-produk impor kemasannya lebih menarik dan colorful.

Rasanya setiap hypermarket, supermarket dan mini market yang saya kunjungi baik HM, CF, IM, AM, SI, HR saya pasti hafal letak barang-barang yang mereka jual, padahal kadang saya sudah lama gak kesitu loh, tapi saya bisa feeling langsung tahu dimana kalau mau cari barang yang sudah saya catat di daftar saya setiap belanja bulanan. Oh iya, saya ini kadang suka melewatkan petunjuk atau papan penunjuk yang sering digantung di setiap supermarket, tetapi walaupun gak baca petunjuk, sayapun sudah tahu dimana letak barang yang mau saya cari.

Gak selalu setiap pulang dari supermarket saya membeli barang loh…. Kadang karena nggak enak sama kasirnya karena saya cuma muter-muter lihat-lihat barang lalu saya membeli sebotol minuman. Setiap lorong rak-rak supermarket saya lihat satu persatu, kalau ada kemasan doos makanan atau botol minuman yang bagus dan eye cathcing pasti langsung saya berhenti agak lama, saya lihat-lihat labelnya, saya baca-baca, lalu saya kembalikan seperti semula.

Kalau susunan botol atau barang-barang di toko agak berantakan, mis. botol kosmetik jatuh tersenggol orang dan berantakan, saya dengan ikhlas hati menyusun supaya botol-botol itu berbaris rapi lagi; padahal bukan saya yang jatuhin botol-botol itu; merapikan susunan barang supermarket yang berantakan bukan hanya botol-botol kosmetik saya, namun juga di bagian makanan kering; namun priorty saya disupermarket memang selalu di counter kosmetik, karena botol-botol kosmetik lebih menarik daripada botol-botol makanan atau minuman.

Membahas masalah kemasan dan botol-botol, beberapa bulan terakhir ini saya di rumah sedang berusaha keras memisahkan sampah untuk mendukung program daur ulang. Sebelumnya saya tidak perduli sampah basah dan kering dicampur, namun sewaktu tinggal di tempat tinggal yang lama, saya sempat kesal juga karena setiap kali buang sampah, plastik sampah saya berhamburan diacak-acak sampai berantakan oleh para pemulung yang setiap hari bekerja mencari kardus, plastik, grenjeng bekas makanan, dan botol minuman bekas.

Sejak saat itu karena mengetahui apa yang biasanya dicari dan dikumpulkan oleh pemulung, sebisa mungkin saya berusaha keras untuk menginstruksikan dan mengingatkan ke pembantu saya di rumah untuk memisahkan sampah-sampah yang ada. Saya cari plastik besar bekas laundry pakaian lalu saya masukkan doos-doos bekas kemasan makanan dan minuman instant, grenjengan snack, botol minuman, karton bekas minuman, botol bekas kosmetik baik yang bisa pecah maupun dari plastik, dan botol-botol bekas cairan pembersih rumah atau botol spray yang sudah rusak, saya masukan semua jadi satu ke situ.

Walaupun di tempat tinggal saya sekarang tidak ada pemulung yang mengacak-acak plastik di tempat sampah saya, namun kegiatan memisahkan sampah ini masih tetap saya jalankan, walaupun jujur… kadang saya juga suka lupa. Mama yang saat ini sedang ada di rumah saya, membantu mengingatkan saya dan pembantu saya kalau kami lupa memisahkan sampah kering dan basah. Jadi kami saling mengingatkan.

Barang-barang yang sudah saya kumpulkan di dalam plastik bekas laundry tadi saya letakkan di atas tong sampah depan rumah saya dalam keadaan plastik terikat; karena tidak ada pemulung, yang suka ambil hasil kumpulan sampah kering saya tadi adalah tukang sampah kompleks yang bertugas mengambil sampah di daerah blok rumah saya.

Di depan perumahan tempat saya tinggal sekarang ada sebuah supermarket yang cukup besar, jadi setiap pulang kantor dan suntuk dengan pekerjaan, saya tinggal melenggang masuk ke dalam untuk cuci mata sebentar melihat-lihat botol, kalau sudah puas, saya tinggal keluar dan pulang. Saking sukanya melihat-lihat susunan botol, kalau sudah beberapa hari nggak ke supermarket saya kangen berat ha…ha…ha…

Walaupun suka menyusun botol-botol atau kemasan yang berantakan disupermarket, namun di rumah saja bukan si RAPI JALI , saya sering nggak sempat merapikan lemari di rumah saya, sepulang kantor saya capek dan masih harus menemani anak saya belajar, biasanya setelah anak-anak tidur, saya juga ikutan flying to the dream land karena saya bukan type orang yang kuat tidur larut malam. Jadi susunan barang-barang di rumah saya tidak serapi susunan di supermarket, namun barang yang sudah dipakai oleh siapa saja yang ada di rumah, HARUS dan WAJIB kembali ke tempatnya semula.

Ini tujuannya supaya kalau kita mencari barang tersebut, gampang menemukan kembali, karena tidak berpindah tempat. Kalau ada yang ketahuan sudah pakai barang lalu gak kembali ke tempat semula, sudah pasti akan mendengar “nyanyian merdu” saya (ocehan) panjang dan lebar.

Ilustrasi: bibitparfum


Note Redaksi:

Satu lagi orang Semarang yang bergabung (rumahnya dekatan pula…hihi)…horrreeee…terima kasih atas sharing tulisannya di sini. Selamat bergabung Julie Lulu…make yourself at home…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.