Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Mix n Match

Thursday, 20 May 2010

Viewed 1589 times, 3 times today | 30 Comments |

Cinde Laras

“Ibu…. Kenapa gigiku seperti gigi Bapak ? Kalau rahangku kecil begini kan giginya jadi penuh. Gingsul deh….”, keluh anakku suatu kali saat mengaca di kamarnya.

“Gak papa…, malah keliatan manis kok…”, aku menimpali dengan senyum.

Hukum pewarisan sifat yang ditemukan Gregor Johann Mendel dalam biologi memang memungkinkan itu. Bagaimana seorang anak dimungkinkan memiliki gigi sang ayah dengan rahang sang ibu, atau wajah sang ibu dengan struktur tulang mirip sang ayah, atau kulit sang ayah dengan rambut dan warna mata sang ibu. Mix ‘N Match.

Suatu ketika saya pernah menjahit sendiri kebaya brokat untuk seorang pembantu saya yang akan menikah. Ukuran badannya sudah saya tulis dan recheck berkali-kali. Ketika akhirnya baju itu jadi, saya terkejut menyadari ternyata panjang lengan kiri dan kanan si pembantu ini berbeda 2 cm. Dan ternyata lingkar pergelangannya juga selisih hampir 1,5 cm. Untungnya sewaktu diukur, saya menggunakan lengan kanannya yang lebih besar dari lengan kirinya. Jadi lengan baju itu tidak kesempitan. Hanya saja, saya terpaksa menjahit ulang keliman panjang lengan kirinya. Gak lucu kan kalau lengan baju sebelah kiri itu tampak kepanjangan ?

Lain kali, saya bertemu dengan seorang gadis muda yang gagah. Tubuhnya atletis, jari tangannya kekar, wajahnya kotak dan ‘keras’. Tapi sisi jiwanya lembut minta ampun. Padahal kalau orang melihat sosoknya, bisa jadi akan mengiranya (maaf) seorang waria. Kakinya kekar dan tampak liat. Tapi sumpah, dia wanita tulen. Hanya saja dia mewarisi karakter fisik ayahnya. Dan alhamdulillahnya, si gadis ini di kemudian hari juga bersuami. Itu berkah tak terhingga. Bayangkan, gadis-gadis yang cantik saja banyak yang tidak punya jodoh, tapi dia yang memiliki penampilan fisik seperti pria malah punya suami. Allah sungguh Maha Besar.

Karyawan toko sepatu di banyak tempat sudah tak asing dengan keadaan ini : ‘kaki konsumen sebelah kanan punya ukuran berbeda dengan ukuran sebelah kiri’. Bukan karena cacat kaki sejak lahir, tapi memang ada orang-orang yang diberkahi dengan kaki ayah di sebelah kanan dan kaki ibu di sebelah kiri. Aneh ? Tidak juga. Ini adalah salah satu bukti kebesaran kuasa Tuhan. Apapun akan terjadi bila Dia berkehendak.

“Kenapa rambutku merah sih, Bu ?”, keluh anak keduaku yang berambut keriting tapi pirang itu.

“Karena rambutmu seperti rambut Ibu…”, jawabku kalem.

“Sekalian kek punya kulit putih kayak Ibu biar mirip bule, orang bule rambutnya pirang kok kulitnya item !”, protesnya waktu itu. Kulitnya memang sawo matang kayak bapaknya.

“Udaaah….. Itu artinya Bapak dan Ibu cinta kamu. Kan Bapak dan Ibu sama-sama memberi apa yang nempel di badan untuk kamu to ? Yang penting kan keliatan cantik….”, sahutku dengan senyum.

Ya, menyikapi pewarisan sifat genetis pada anak kita memang cuma dengan cara bersyukur. Kita harus mengajaknya bersyukur karena memiliki sifat kedua orangtua. Dan kita harus mengajaknya bersyukur karena telah mendapat karunia dari Allah Ta’ala dengan segala keadaannya.

“Iih, kamu kok bandel banget sih ? Kayak siapa sih, Dik ? Emang Ibu ngajarin kayak gitu ?”, omelku suatu kali setelah dikabari oleh guru kelasnya tentang betapa ributnya si anak bungsu yang berantem di kelas.

“Ya jelas kayak ibunya, orang ibunya yang mbimbing di rumah…”, celetuk suami tiba-tiba. Hahaha…., kalau sudah yang negatif kayak giniii aja, ternyata gak ada orangtua yang mau ngaku telah mewariskan pada anaknya.

Share This Post

Posted by Thursday, 20 May 2010 on 01:07.

Categories: Info. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

30 Responses to “Mix n Match”

Pages: [3] 2 1 »

  1. 30
    nevergiveupyo Says:

    wah..terimakasih penjelasannya tante CL. kmrn sempet tanya2 mbak gugel sama mbah wiki…. juara olimpiade biolog ya tante? wah..hebat itu.. krn biologi tuh ga cuman apalan tapi ada itungannya. benar2 butuh kemampuan yg komplet untuk ikut lomba ini… ‘proficiat tante

  2. 29
    Dj. Says:

    Mbak C.L….
    Jadi rambutnya mbak C.L. sedikit pirang ya….
    Nah kalau rambutnya Dj. malah pirang-pirang…..hahahahaha….!!!
    Cuma banyak uban, tapi tidak rontok….

  3. 28
    Lani Says:

    CINDE : komen 27……yo wes-lah aku trima deh.kombinasimu kuwi cantik+gagah = wonder woman…bionic woman…..gak mau kalah dgn superman…..bener banget kuwi……biar gagah tp tetep cantik ya……..

  4. 27
    cindelaras Says:

    @Ilhampst : O ya ? Kebalikan sama suamiku dong ya ? Dia paling mirip ibunya almarhumah, makanya paling disayang. Karena bukan cuma wajahnya yang mirip, tapi juga karakternya. Ibarat cuma melihat sekilas saja, si anak langsung tau bagaimana mood ibunya, begitupun sebaliknya. Beruntung dong kamu disayang dua-duanya, adil

    @ISK : Ah, saya gak tau banyak, Pak. Cuma sedikit yang diingat. Kalau mau yang detil sih mendingan nanya sama anak sulung saya yang juara olimpiade biologi nasional itu

    @Mbak Lani : Lha opo gagah perkasa gak bisa buat perempuan ? Cantik dan gagah perkasa juga bagus kok . Kayak Wonderwoman

  5. 26
    Lani Says:

    CINDE : komen 19 & 20……..mahalo udah dibilang cantekkkkkkk……yg jelas mmg cantekkkkkkk krn aku wedog cinde hahahhah…..mengko dibilang gagah perkasa….malah memedenikan to kkkkkkk…….

  6. 25
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Waktu saya belajar pengantar genetika di SMA dengan Padri Mendel ini, justru bapak “YANG MENENTUKAN” jenis kelamin anak. Anak saya pertama mirip saya, tapi kelakuan kayak ibunya, yang kedua malah kebalikannya. Makasih Cinde artikelnya…jadi harus bolak balik baca genetika lagi..

  7. 24
    ilhampst Says:

    Tante CL : haha… ibu bapakku kayaknya gak pernah ngebedain deh. Malah yang deket dengan ibu yang tengah. Suka rebutan dielus rambutnya sama Mama kalo mudik hahahaha

  8. 23
    Cindelaras Says:

    @Nevergiveupyo : Sorry, Nev, ayah yang xY malah tampak sangat maskulin, bukan kurang maskulin. Dengan demikian kesalahan dikoreksi Maklum wis tuwa je

  9. 22
    Cindelaras Says:

    @Ami : Alamak…. Kalau saya sih lebih suka mirip Bapak dan Ibu wong mereka ganteng dan cantik, hehehe.

    @SU : Wah, belum nyoba yang pakai-pakai cem-ceman teh. Tapi alhamdulillah meski rambut semua anakku kemerahan, rambut mereka tetap tumbuh lebat dan tebal karena suamiku rambutnya tebal banget (dulu waktu suamiku muda sampai tukang cukurnya sebel, lha rambut dicukur kok gak habis-habis. Betul-betul tebal).

    @Elnino : Hehehehe, anak wedoknya pinter juga ya ?

    @Nevergiveupyo : Waduh…, ini gambar dari admin. Tapi kayaknya yang dimaksud disana ya keterangan dari gen XY sang ayah, dimana kromosom X yang ada di depan Y ditandai dengan warna yang tidak tebal (tidak dominan). Seharusnya seorang lelaki normal memiliki kromosom yang unsur X-nya sama-sama dominannya dengan kromosom Y. Jadi harusnya ditandai dengan huruf tebal semua. Kalau unsur X tidak dominan, sementara Y masih tampak dominan, si lelaki memang masih tampak sebagai lelaki normal secara fisik, cuma agak kurang maskulin. Tapi tidak demikian dengan gen yang dibawanya, dimana kromosom X yang dimilikinya akan “kalah” dominan dibanding kromosom X yang dibawa oleh sang ibu yang normal. Sesuai gambar yang dipakai admin, seorang ayah yang kromosomnya xY bila kawin dengan ibu yang XX akan menghasilkan 2 anak perempuan yang memiliki sifat xX, dan 2 anak lelaki yang memiliki sifat XY. Jadi yang keturunannya menjadi tidak normal adalah yang perempuan. Biasanya sulit punya keturunan.

    @Sierli : Ya, inilah keputusan Tuhan untuk manusia. Jadi ada bayangan kan mengapa Aburizal Bakrie punya dagu panjang seperti itu ?

    @JC : Iya…, aku juga sering lihat gambarnya di etalase toko “61″. Kalau tidak salah terjadinya di Perancis ya ? TUHAN memang luar biasa

    @Anoew : Ah, masak…. Coba cek lagi wajah kakek-nenek kedua ortu, pasti ada yang sama…. Waktu kecil, aku sering dibilang anak cina sama Ibu, karena meski kulitku agak terang seperti Ibu, tapi sudut mataku agak ‘jatuh’, rada sipit. Keluarga Bapak memang semua tidak ada yang belo’, malah ada yang cuma riyip-riyip. Beberapa Tante malah betul-betul dikira keturunan Tionghoa karena penampilan fisik mereka sangat mirip dengan orang Tionghoa. Sampe sering dipanggil “Cik” waktu belanja ke Jogja

    @E.A. Inakawa : Iyaaa…, kebayang banget cakepnya. Ada tuh keponakan dan ibunya yang asli Padang, mirip banget sama Asmirandah sampai kayak pinang dibelah dua. Cuantik buanget

  10. 21
    Cindelaras Says:

    @Bernadette : Artinya kan dapat bagian cinta dari dua ortu kan ? Harus bahagia dong

Pages: [3] 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)