Kacong Jebbing

Intan

Di Madura terdapat sebuah acara rutin yang diadakan setiap tahun demi menyambut Hari Jadi Kota Bangkalan. Yakni pemilihan duta wisata yang dinamakan “Kacong Jebbing”. “Kacong” merupakan sebutan untuk anak laki-laki sementara “Jebbing” sebutan untuk anak perempuan. Acara ini satu sodara dengan pemilihan duta wisata di kota lain, seperti Abang-None, Cak-Cuk, dll. Hehe.

Peserta Kacong Jebbing atau sering disingkat Kajeb ini dipecah jadi dua kategori. Kategori pertama dari usia 17 thn-20 thn dan dinamakan Kacong Jebbing Senior. Kategori kedua dari usia 13 thn-16 thn dan bernama Kacong Jebbing Junior. Setiap kategori ada juara faforit yang dipilih sama masyarakat. Masalah beban, tentu saja lebih berat di kategori senior. Hehehe. Memang tambah tua tambah dibikin sulit ya? :P

Tahun 2009 lalu, diadakan audisi bagi peserta untuk melaju ke 30 besar Kacong Jebbing (setiap kategori). Dengar-dengar, sih, waktu itu pesertanya ada seribu lebih.

Seluruh peserta yang jumlahnya nggak dikit itu hadir pada acara semacam meeting yang isinya adalah penambahan wawasan dan ilmu yang diberikan orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Biasanya, yang dijelaskan sih tentang tata krama, narkoba (mentornya dari kepolisian, Bo’!), dll.

Beberapa hari kemudian, barulah dimulai seleksi sesungguhnya. Ada tiga test yang diberikan pada peserta. Yang pertama yakni test tulis. Misalnya dikasih pertanyaan “Kapan hari ulang tahun Bangkalan?”, atau “Mana saja yang termasuk daerah wisata di Bangkalan?”. Semacam itulah.

Setelah test tulis, peserta diharuskan menunjukkan bakat masing-masing. Tes bakat ini dilakukan di hadapan peserta lain dan tentu saja juri. Ada yang jago modeling, gambar, baca puisi, nyanyi, nari, bahkan ada juga yang akting marah-marah! Aktingnya sampe bikin takut. Hehe. Peserta yang lagi akting itu jadi pusat perhatian karena suaranya yang melengking dan dengan mata melotot pula. Hehehehe.

Seusai tes tulis dan bakat, peserta digiring ke ruang tertutup yang berisi para juri. Ngapain? Story telling. Peserta harus menceritakan tentang apa yang ada di Madura. Entah budayanya, makanan khasnya, atau tempat pariwisata. Masalah bahasa, boleh pakai bahasa Madura, Indonesia, atau bahasa Inggris. Gunakan bahasa semampunya aja. Jangan sok-sok pake bahasa Inggris, tapi pas ditanya bahasa Inggris sama jurinya, eh nggak bisa jawab! Kan lebih malu-maluin tuh!
Pengumuman peserta yang lolos, dilakukan hari itu juga. Saat pengumuman, peserta yang lolos dipanggil maju ke depan. Mana dipanggilnya pake suara kenceng banget. Jadi bisa sekalian pamer wajah ke teman-temannya. Wkwkw.

Setelah itu, peserta dicarikan pasangan buat melaju di babak eliminasi sepuluh besar (yang akan bertarung lagi di babak final). Tinggi badannya diukur. Cewek ini cocoknya ma sapa…, yang itu ma sapa…kesimpulannya, yang cowok harus lebih tinggi! Nah, kedapetan pasangan jelek atau cakep itu masalah takdir. Gak papalah. Lagian nggak seumur hidup kok. Cuma pasangan manggung aja. Hihi.

Lalu peserta-peserta ini dikarantina dan siap naik panggung buat melenggak-lenggok dengan pakaian bangsawan Madura. Eits, pakaian yang dimaksud bukan baju ‘Pak Sakera’ dan baju merah yang keliatan udelnya itu. Yang para Kajeb gunakan tu pakaian bangsawan yang bikin kita seolah-olah salah satu pangeran atau puteri kerajaan. Hehehehe.

Sebelum melenggak-lenggok, tentunya para peserta dilatih dahulu. Tapi, eits… yang melatih bukan dari pihak pengelola acara. Tapi peserta nyari guru sendiri. Di Bangkalan, lumayan banyak kok guru yang melatih cara jalan khusus Kacong Jebbing. Nah, tentu saja latihan ini nggak pake sistem kebut semalam. Biasanya, dari awal ikut Kacong Jebbing (yang belum melalui tes-tesan itu), mereka udah latihan jalan (makanya, sayang banget kalau nggak lolos 30 besar…hiks hiks).

Di sore hari, para peserta mulai dandan ke salon. Wkwkkw. Salon jadi rame. Karena itu, para peserta musti jauh-jauh hari ‘ngontrak’ si tukang salon biar gak ketinggalan kereta.

Malam harinya, pementasan pun dimulai. Saat para Kacong Jebbing berjalan bersama pasangannya, mereka diiringi lagu yang easy listening banget. Judulnya “Kacong Tor Jebbing” yang bisa kamu dengerin sekarang juga dengan mengklik ikon play di bawah ini!



Lagu ini awet dipake sampe sekarang. Lah wong emang enak banget di denger :)

Sesudah para peserta berlenggak-lenggok, mereka berdiri di pinggir panggung buat nunggu giliran maju ke depan. Mereka akan membeberkan alasan ikut pemilihan Kacong Jebbing. Bahasanya terserah (asal jangan bahasa monyet aja). Itu bagiannya Kajeb Junior. Untuk Kajeb yang senior, lebih berat lagi. Mereka musti debat dengan sesama peserta. Wiiihhh…

Nah, disinilah biasanya letak ‘keguguran’ para peserta. Di hadapan ratusan penonton, mereka harus ngomong panjang lebar. Ada peserta yang dari awal ngomong udah gugup dan wajahnya datar banget. Ada juga peserta yang belum ngomong udah lupa duluan. Mereka nervous! Dan akhirnya gak lolos ke babak selanjutnya yang tentu lebih ketat lagi penilaiannya.


Akhirnya, tiba malam Grand Final yang pastinya bikin peserta deg-degan! Menang, nggak yaaa? Menang nggak yaaa? Soalnya, semua peserta pengennya menang! Apalagi kalau membayangkan hadiah yang menanti. Dapat sepeda motor Bo’! Kacong Jebbing yang tahun 2007 malah hadiahnya mobil! Hedegh…!!

Saya beberkan nih caranya menjadi pemenang di Kacong Jebbing:

Pertama, kalau ngomong di hadapan penonton jangan nervous, selalu senyum, dan gunakan nada ceria. Ada juga ketentuan lain yang kayaknya nggak semua orang bisa: tinggi. Pemenang Jebbing Junior tahun lalu, tingginya mencapai 168 cm! Wah, kalau gitu bisa dibilang masalah menang tu keberuntungan? Yup…nggak ada yang namanya menang kalau dia nggak beruntung :)

Rasanya segini dulu informasinya. Kita tunggu aja Kajeb tahun 2010 yang akan dilaksanakan tanggal 24 Oktober nanti. Pasti saya tulis deh ulasannya disini! ;)


Ilustrasi: hyperfocals blogstop

Note Redaksi:
Selamat datang dan selamat bergabung, Intan (http://binangkiti.blogspot.com/). Semoga kerasan ya dan make yourself at home…

39 Comments to "Kacong Jebbing"

  1. kaikyu  23 September, 2013 at 17:59

    harusnya kacong cebbing
    bukan kacong jebbing
    trus singakatannya kaceb bunkan kajeb

  2. Dj.  22 May, 2010 at 23:09

    Haaaaaach….????
    Senam urat….????
    Urat opo to Yu, sing mbok gawe senam…???
    Wis jan… Adi siji ki, esuk-esuk ora ngenteni bakul getuk, malah senam urat….!!!
    Wis yo Yu… tak ngguyu ndisik….

  3. Lani  22 May, 2010 at 21:40

    mas DJ : komen 30….esuk2 baru aja bangun tidur wes disuguhi komen kuwi……..waaaaaah, ngakak karo nangis2 pisan…saking gelineeeeeee….wes, jiaaaaaan mas…..kumplit tenan jokes mu…..plg tdk udah senam urat gulu, lan pipi

  4. Dj.  22 May, 2010 at 20:28

    Waduh saat itu belum nanya…
    Tapi ini malah sama rombongan ke sana ditahun 1992

  5. IWAN SATYANEGARA KAMAH  22 May, 2010 at 20:22

    Wuaaa…saya sudah kebayang Om akan mengupload fotonya kok… Cuma mau tanya, apa neger di sana banyak orang Madura? Sampai dinamakan Madurodam…

  6. Dj.  22 May, 2010 at 20:05

    Mas Iwan….
    Hahahahahahaha….
    Dj. sudah sangka kalau mas Iwan akan nilis ini…ini sudah Dj. siapkan fotonya….

  7. IWAN SATYANEGARA KAMAH  22 May, 2010 at 19:56

    Di Belanda, komunitas orang Madura sangat kreatif dan sangat ahli dalam bidang tata kota. Mereka membangun negeri Belanda dalam miniature… Namanya diambil dari Madura.. MADURODAM. Saya salut sama orang Madura…

  8. Dj.  22 May, 2010 at 18:46

    Hallo SAW….
    Bersyukurlah punya suami yang baik hati….
    Dj. yakin orang Madura, banyak yang baik hati….
    Buktinya, mereka suka bikin sate buat istrinyakan…???
    1991 kami sekelaurga ke Madura, bahkan bersama mertua perempuan.
    Kesan kami, orang Madura sangat Familier….
    Karena saat kami makan di Restaurant, taunya malah bapak yang punya Restaurant, panggil semua anak-anaknya dan berfoto bersama kami….

  9. saw  22 May, 2010 at 17:23

    Om DJ : saya mau ga mau harus bisa bahasa madura Om, .. kalo ga gitu nanti dipecat jadi menantu. hahaha…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Image (JPEG, max 50KB, please)