Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Menikmati Toilet Bernyanyi

Friday, 21 May 2010

Viewed 1255 times, 1 times today | 29 Comments |

Junanto Herdiawan

(mohon maaf untuk tidak dibaca sambil makan atau bagi anda yang tidak kuat :) ..)

Kalau kita bernyanyi di atas kloset, itu hal biasa. Tapi kalau kloset yang bernyanyi untuk kita, mungkin hanya ada di Jepang. Kloset di Jepang memang pintar. Mereka sungguh nyaman dan menghibur, menemani saat-saat “nongkrong” kita. Bagi anda yang pernah mencoba atau merasakan sendiri kecanggihan fitur kloset di Jepang, tentu tak bisa melupakannya. Kloset di Jepang memang bisa melakukan banyak hal, mulai dari menghangatkan (maaf) pantat, menyemprot otomatis, hingga memainkan Opera 62 karya Mendehlson.

Soal kreatifitas, Jepang memang tempatnya. Termasuk dalam urusan WC atau Kloset. Saya sendiri pengagum kloset Jepang. Selain karena kebersihannya yang luar biasa, juga soal kecanggihannya. Setiap melewati berbagai tempat atau gedung di Jepang, pasti saya usahakan mampir ke toiletnya. Sebagian dilakukan untuk menafakuri kebersihan dan kecanggihan teknologinya.

Kloset Duduk Jepang/JH

Sejak kecil saya memang pemerhati kloset. Mungkin karena kebiasaan saya ke belakang yang sukar diprediksi. Kadang di lampu merah, di ruang kelas, bahkan saat di kemacetan. Oleh karena itu, pengalaman saya melakukan “benchmarking” kloset dapat dikatakan lumayan lah. Mulai dari kloset model helikopter di bantaran kali Jiung, kloset terminal bis Senen yang luar biasa dahsyat rupa dan baunya, hingga kloset hotel berbintang yang bisa memijat sendiri, pernah saya cicipi dengan dinamikanya masing-masing.

Dari berbagai tipe kloset yang pernah saya coba, kloset Jepang menurut saya adalah yang paling nyaman dan sehat. Kebersihan memang tidak bisa dilepaskan dari budaya bangsa Jepang. “Kebersihan sebagian dari Iman” bukan sekedar ungkapan di Jepang, namun sudah menjadi aplikatif di lapangan. Sulit sekali kita menemukan toilet yang bau pesing, apalagi yang bertumpukan kotoran seperti di beberapa terminal ibu kota tercinta. Bersih dan cantik dalam bahasa Jepang memang diwakili oleh kata yang sama, yaitu “kirei desu”.

Pilihan Semprot dan Massage/ JH

Kloset berteknologi di Jepang adalah representasi dari habitus menghargai kebersihan itu. Oleh karena itu, urusan kloset inipun disofistikasi. Sebenarnya jenis kloset duduk canggih ini bukan asli Jepang. Kloset tradisional Jepang adalah yang model jongkok. Kalau kita mampir ke toilet di stasiun-stasiun kereta api, taman (koen) atau sekolah-sekolah di Jepang, umumnya masih menggunakan jenis kloset jongkok ini.

Sementara itu, kloset duduk canggih merupakan adaptasi dari model barat. Kalau dilihat sekilas, kloset teknologi tinggi Jepang terlihat seperti kloset duduk biasa. Namun kalau kita cermati secara seksama, barulah kita menemukan berbagai fitur yang mengagumkan. Bukan hanya semprotan air otomatis yang kini sudah banyak kita temukan, namun juga fitur seperti hembusan angin hangat (dryer untuk mengeringkan –maaf lagi- pantat), dudukan kloset yang hangat ketika suhu udara dingin, pengatur tekanan dan volume semprotan air sewaktu membasuh, semprotan air yang bisa memijat (massage spray), tutup kloset yang membuka dan menutup secara otomatis, penyiram kloset otomatis, sistem penyerap bau, panel kontrol wireless yang berada di samping dudukan kloset atau dipasang di dinding yang berdekatan, hingga pemutar musik, maupun suara aliran air (biasanya di kloset wanita).

Era kloset teknologi tinggi di Jepang nampaknya belum berhenti dan akan terus berkembang. Menurut artikel “Modern Movements in Toilet Technology”, ke depan kloset Jepang akan semakin canggih. Beberapa fitur sedang dikembangkan, misalnya kloset akan dilengkapi sensor laboratorium yang bisa mengukur kadar gula darah dalam urin, denyut jantung, hingga tekanan darah dan lemak. Mantap bukan.

Bagi sebagian besar dari kita, kloset mungkin hanya sekedar sarana ke belakang. Tapi dari kloset dan kebersihan toilet secara umum, kita bisa menyerap denyut budaya dan kekayaan moral suatu bangsa. Kalau mau menilai moral suatu bangsa, tengoklah toilet umumnya. Di sana kejujuran menunjukkan rupa.

Salam pemerhati kloset.

Wireless Panel Kloset/JH
Kloset Model Jongkok Jepang / JH

Share This Post

Posted by Friday, 21 May 2010 on 01:15.

Categories: Info. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

29 Responses to “Menikmati Toilet Bernyanyi”

Pages: [3] 2 1 »

  1. 29
    Onder de Boom USA. Says:

    Mas Ilham,dalam komen #22 jadi teringat waktu travel ke Cina dan mendaki daerah wisata yang tinggi dengan berjalan kaki,kok ada yang mikul2 sambil menuruni jalan setapak,sempat juga berpikir apakah yang dipikul2 oleh penduduk Cina setempat,rupanya mas Ilham pasti sudah tahu jawabannya,kalau belum terpaksa satu saat harus berkunjung kedaerah wisata tsb

  2. 28
    Lani Says:

    ANU-ANU : WES JGN NYEBUT jkt…ato wil indo lainnya….selain dirusak, dijual lagi heheheh….mrk jg malah mumet, gmn gak? butuh pendidikan utk menggunakannya…hahahhaha

    ISK : hahahhaha….lengket dipasir…….kesot2……

  3. 27
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Huahahaha… yang beginian aja bisa jadi trend di Jepang. Di Jawa… ngapain mikirin ginian. ‘Kan ada kali?
    Preeet… byar! Urusan selesai. Berak koq pake nyanyi, wong edhann…begitu kira-kira mahluk di pulau Jawa berguman.

    Tapi saya suka berpikir sampai sekarang, gimana ya para kafilah di Arab sana kalau e-e? Apa nggak lengket tuh ama pasir. Belum lagi air susah… masak sih ngesotin di pasir… Bingung saya…

  4. 26
    aimee-bangka Says:

    Mbak CL item2 di foto kedua itu kurasa adalah lobang flush pembuangannya

  5. 25
    cindelaras Says:

    @Anoew : Iyo juga yo ? Bisa-bisa tambah banyak aja pencongkel sarana umum di Jakarta, lha wong stainless steel di koridor Busway aja sudah banyak yang dipreteli kok, apalagi kakus mahal pake komputer begini.

    @Ilhampst : Isinya buat bikin pupuk organik, Ham, dijamin banyak laku. Apalagi kalau konsumen tahu itu hasil septiktank di tempatmu, hehehehe……

    @Oom DJ : Wah…., berarti selain dikasih sarana cebok juga harus ditambah alat sedot bau ya, Oom ? Peace….

  6. 24
    Dj. Says:

    Mbak C.L……
    Bagaimana pun, kalau dikerjakan di mobil atau di Bus, baunya ya pasti bikin penumpang yang lainnya.
    Hahahahahahaha…..!!!
    Mbak C.L…
    Yang item-item itu kancing yang jatuh….hahahahahaha….!!!
    Hebat, sampai sebegitu perhatiannya….
    Mas Jun pasti tidak akan bisa jawab….
    Salam Damai dari Mainz….

  7. 23
    anoew Says:

    hahaha…!

  8. 22
    ilhampst Says:

    Isinya buat pakan lele ya? hahaha

  9. 21
    anoew Says:

    Hebat!

    Toilet kayak gini kalau dipasang di jakarta pasti gk umur panjang. Tangkainya penyemprot aja bisa ilangl, apalagi toilet canggih model begini.

    Bisa-bisa semuanya digondol maling, plus isi-isinya.

Pages: [3] 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)