Pohon Pandan

Anastasia Yuliantari – Ambor

Pohon ini sungguh penting bagi sebagian masyarakat NTT karena mempunyai banyak kegunaan. Kegunaan pertama, sering dipakai sebagai pembatas antara dua kebun yang bersebelahan. Maklum tanah di sini kadang berada jauh dari pemukiman sehingga tak mungkin mendatangkan petugas agraria untuk memasang patok pembatas. Jadilah pohon-pohonan sebagai pembatasnya.

Kegunaan kedua adalah sebagai sumber kayu bakar dalam kondisi kepepet. Biasanya, pada musim-musim kering orang dengan mudah mencari ranting-ranting ke hutan, namun bila musim penghujan, tentu sulit karena medan yang berbukit-bukit dan licin. Jadilah daun atau batang pohon ini yang sudah tua bisa dipergunakan. Sebagai catatan, sebagian besar penduduk pedesaan di Manggarai, Flores, masih menggunakan kayu bakar dan tungku batu sebagai sarana memasak makanan.

Kegunaan yang ketiga adalah sebagai sarana untuk membuat tikar. Prosesnya lebih rumit dari dua kegunaan di atas tentunya. Pertama, daun-daunnya harus dipotong untuk di bawa ke rumah si pembuat. Kedua, setelah dikeringkan harus disobek-sobek memanjang seukuran 1 cm, ketiga, dikeringkan lagi dengan cara digulung, baru kemudian diwarnai sesuai selera. Setelah diangin-anginkan selama beberapa saat, barulah mulai dianyam.

Tikar juga menjadi kebutuhan utama. Selain sebagai alas tidur, juga tempat para tamu disambut di ruang tamu yang memang tak berperabot. Tikar juga diperlukan dalam upacara-upacara adat di mana orang duduk bersama mendiskusikan sesuatu atau melakukan sesajian pada nenek moyang. Selain itu tikar juga dibentuk sebesar bantal dan di dalamnya diisi dengan kapas. Gunanya bukan sebagai bantal, tetapi sebagai meja untuk menyajikan kopi dan rebusan singkong atau keladi kepada para tamu.

Bisa dibayangkan bagaimana kalau tanaman ini punah dari tanah Manggarai….!!


Additional Reference & Picture: http://www.agroforestry.net/tti/P.tectorius-pandanus.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.